Ke digentos ku patung bambu runcing

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Waluya
Sent: Tuesday, August 10, 2010 11:51 AM
To: [email protected]
Subject: [kisunda] Fw: "Bima" di protes di Purwakarta

 

  

Patung Bima nu "gagah perkasa' lengkep jeung kuku pancanakana di Purwakarta,
diprotes kudu dirubuhkeun atawa dipindahkeun ka tempat sejen.Nu nyieunna
barudak salah sahiji sakola SMK di Purwakarta, pesenan ti Pemkab Purwakarta.
Nu protes? Ah ...nyanggakeun we wartosna (bari ngurut dada, gogodeg, naha
bisa kitu):

Patung Bima di Purwakarta Didemo Pelajar

JUMAT, 06/08/2010 - 17:28

PURWAKARTA, (PRLM),-Patung Bima yang berdiri di area taman di Jalan Terusan
Ibrahim Singadilaga (Jalan Baru) Purwakarta digugat. Ratusan pelajar
setingkat Ibtidaiyah dari yayasan Ibnu Sina Purwakarta, Jumat (6/8),
melakukan aksi demo mempersoalkan berdirinya patung Bima di Purwakarta.
Mereka mengultimatum pemerintah daerah untuk membongkar patung Bima tersebut
dalam tempo 2x24 jam.

Aksi demo para pelajar setingkat sekolah dasar itu dipimpin langsung oleh
KH. Abdullah AS Joban sebagai Ketua Forum Ulama Indonesia (FUI) sekaligus
pimpinan yayasan Ibnu Sina dan Ust. Ridwan Syah Alam. Mereka mendesak
pemerintah daerah untuk segera membongkar patung Bima yang tidak
berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Dalam orasinya, Abdullah Joban mengatakan didirikannya patung Bima di
Purwakarta itu sangat bertentangan dengan julukan Kota Purwakarta sebagai
Kota Santri. Selain itu, keberadaan patung Bima di kawasan ini bisa
mendekatkan diri dengan kemusrikan. "Bima itu bukan tokoh pejuang Islam
maupun pahlawan nasional melainkan tokoh imajiner yang tidak diyakini oleh
umat Islam," kata Joban.

Dalam pernyataan sikapnya, FUI menilai patung Bima berdiri disana sangat
tidak bermanfaat dan jelek dipandang dari aspek ekonomi yaitu pemborosan,
aspek sejarah bukan pahlawan daerah, aspek agama kemusrikan, aspek politik
itu merupakan pemaksaan kepercayaan kepada tokoh tahayul secara sistematik
serta aspek budaya merupakan pengultusan tokoh khayalan.

Mereka juga menyoroti tugu-tugu hinduis yang marak berdiri di Purwakarta
yang dijadikan gapura ataupun pagar kantor/instansi/dinas dan meminta
diganti dengan simbol-simbol Islami.

Dikatakan Joban, dalam Al-Quran Surat Al-An'am ayat 71 disebutkan "
Katakanlah apakah kita harus lagi memuja kepada selain Allah (berupa
patung-patung) yang tidak akan memberi manfaat (jika disembah) dan tidak
akan membawa bahaya (jika ditinggalkan), dan apakah kita harus kembali ke
belakang (menjadi orang musrik) setelah Allah memberi petunjuk (Al-Islam)
kepada kita".(A-86/kur) ***



Kirim email ke