Dina warta TV kamari peuting eta tarekat di Padang tiap taun tetep 2 poean tiheula puasa jeung lebaranana. Perlu oge diobrolkeun teknik/metodana maksudna lain keur nyaruakeun bisi2 we aya hal nu kaliwat.
~ experientia docet sapientiam ~ ________________________________ From: Ah Sa <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, August 11, 2010 14:34:52 Subject: Bls: [kisunda] Puasa - Awal Puasa Bareng? nya kudu sarua... da teu sarua ge teu nanaon... kan rohmat beda teh; Tarekat di Padang leuwih ti heula... --- Pada Sel, 10/8/10, mh <khs...@gmail. com> menulis: >Dari: mh <khs...@gmail. com> >Judul: [kisunda] Puasa - Awal Puasa Bareng? >Kepada: "Ki Sunda" <kisu...@yahoogroups .com> >Tanggal: Selasa, 10 Agustus, 2010, 8:07 PM > > > >Semua Sepakat Awal Ramadan >JAKARTA, (PR).- >Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan 1 Ramadan 1431 H/2010 M jatuh >pada Rabu 11 Agustus 2010. Keputusan ini diambil setelah melakukan sidang >isbat >yang dihadiri Majelis Ulama Indonesia, ormas-ormas Islam, duta besar dan >perwakilan negara-negara sahabat. >"Setelah mencermati laporan Badan Hisab dan Rukyat (BHR), serta pandangan >ormas >Islam dan ulama, bahwa di antara kita semua sudah sepakat 11 Agustus adalah >tanggal 1 Ramadan 1431 H/2010. Saya menyatakan dan menetapkan 1 Ramadan 1431 >Hijriah jatuh pada 11 Agustus 2010," kata Menteri Agama Suryadharma Ali, >dalam >sidang isbat di Operation Room, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa >(10/8). >Sidang penetapan awal Ramadan yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali >dihadiri Ketua MUI K.H. Maruf Amin, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama >Mahkamah Agung Wahyu Widiana, Sekretaris Jenderal Kemenag Bahrul Hayat, >Direktur Jenderal Bimas Islam Nasaruddin Umar, pimpinan ormas-ormas Islam, >perwakilan negara sahabat, dan anggota Badan Hisab dan Rukyat Kemenag. >Suryadharma mengatakan, sebelum menetapkan I Ramadan 1431 H, Kemenag >melakukan >pengamatan hilal di sepuluh tempat. Adapun sepuluh tempat itu adalah Biak, >Makassar, NTB, Kupang, Tenggarong Kaltim, Bukti Condrodipo Gresik, Parang >Kusumo Yogyakarta, Bosshca Bandung, Riau, dan Aceh. Kemenag melakukan rukyat >bersama mahkamah syariah dan ormas-ormas Islam. >"Seluruh komponen yang melakukan hisab dan rukyat sudah menyampaikan >hasilnya. >Dari hasil laporan menunjukkan secara hisab hilal di atas ufuk 1 derajat 14 >menit sampai 2 derajat 32 menit, hilal dapat dirukyat," kata Menag. >Ketua Badan Hisab Rukyat yang juga Direktur Urusan Agama Islam Rohadi Abdul >Fatah mengatakan, ijtima menjelang awal Ramadan jatuh pada Selasa (10/8) >pukul >10.09 WIB dan pada saat matahari terbenam posisi hilal di seluruh wilayah >Indonesia sudah di atas ufuk, dengan ketinggian hilai antara 1 derajat 14 >menit >sampai dengan 2 derajat 32 menit. Dengan demikian, akhir Syaban jatuh pada >Selasa 10 Agustus (29 Syaban), maka 1 Ramadan 1431 Hijriah jatuh 11 Agustus >2010. >Dari laporan pelaksanaan rukyat hilal pun disampaikan oleh sepuluh orang yang >telah melihat hilal. Mereka pun sudah disumpah di pengadilan agama setempat. >Dalam kesempatan itu, Perwakilan ormas Persatuan Islam Syarif Rahman Hakim >meminta Kemenag untuk memberikan pencerahan kepada umat Islam yang sudah >berpuasa lebih dulu. >Perwakilan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas >Djamaluddin meminta Kemenag menyelesaikan perbedaan kriteria dalam penentuan >hisab dan rukyat dan kemudian dikeluarkan fatwa MUI untuk hal tersebut. > >Thomas mengatakan, selama ini ada dua perbedaan kriteria hisab yang dipakai >masing-masing ormas. Pertama, ada yang asal bulan (hilal) sudah di atas ufuk >maka itu sudah bulan baru. Kedua, ada yang menggunakan batas bahwa jika hilal >sudah di atas ufuk minimal dua derajat, maka sudah masuk bulan baru. > >"Kalau ini tidak diselesaikan selalu ada kemungkinan terjadi perbedaan dalam >menentukan awal Ramadan dan bulan Islam lainnya," ujarnya. >Menurut Thomas, jika tidak ada kesepakatan dalam penentuan hisab, hingga 2014 >kemungkinan perbedaan penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal itu akan terus terjadi. >Menanggapi itu, Menteri Agama berjanji akan mengadakan pertemuan bersama >ormas-ormas Islam untuk menyamakan kriteria penentuan hisab dan rukyat. "Ke >depan kami kumpul lagi untuk menetapkan kriteria secara bersama-sama sehingga >bisa bertemu pandangan satu titik," katanya. > >Tak terlihat >Sementara itu, tim hilal di Observatorium Bosscha Lembang tidak berhasil >melihat hilal. Itu disebabkan pada saat pengamatan cuaca di sekitar daerah >pengamatan mendung sehingga menghalangi penampakan bulan. >"Berdasarkan hasil pengamatan sejak matahari terbenam, kami tidak bisa >melihat >bulan, karena mendung dan sama sekali gelap. Sesuai dengan ketentuan, >pengamatan dilakukan pada 29 Syaban atau hari ini (kemarin-red. ) ssetelah >matahari terbenam yakni pukul 17.53 WIB. Jika cuaca cerah seharusnya bulan >bisa >terlihat," kata Evan Irawan Akbar dari Tim Hilal dan Peneliti Bosscha yang >ditemui di lokasi pengamatan, Selasa (10/8) malam. (A-128/A-157/ A-130)*** >web: http://newspaper. pikiran-rakyat. com/prprint. php?mib=beritade >tail&id=152316 > > >
