Berjalan Kaki 17 km Sambil Baca Puisi BAIQUNI dari Komunitas Seniman Santri (KSS) melakukan napak tilas kemerdekaan sepanjang 17 kilometer sambil membaca puisi di Cirebon, Selasa (17/8). Aksi jalan kakinya sempat dihentikan polisi saat memasuki Jln. R.A. Kartini Kota Cirebon, sebelum mencapai Masjid At-Taqwa.* AKIM GARIS/"PR"
KONDISI haus dan lapar karena menunaikan ibadah puasa, tidak menyurutkan niat Baiquni (35) untuk berjalan kaki sejauh 17 kilometer sambil membaca puisi dalam rangka napak tilas Kemerdekaan Republik Indonesia. Anggota Komunitas Seniman Santri (KSS) Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon itu memulai aksinya dari seberang jalan PT Pintex Plumbon, Jalan Raya Pantura Cirebon-Bandung pada Selasa (17/8) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Dengan memegang bendera Merah Putih dan mikrofon kecil dia berjalan kaki. Puisi karyanya berjudul "Kepada Siapa Aku Bertanya", dibaca berulang-ulang sepanjang jalan. Isi puisi tersebut berupa kritikan mengenai arti kemerdekaan pada masa kini. Satu mobil Toyota Kijang dan beberapa sepeda motor yang dikemudikan rekan-rekannya turut mengiringi langkahnya di belakang seraya terus memberikan semangat. Baiquni terus saja berjalan kaki dengan langkah yang agak cepat. Sesekali ia menerobos arus lalu lintas yang agak padat seperti di Pasar Pesalaran dan Pasar Kueh Plered. Selanjutnya, melewati daerah Plered, arus lalu lintas tidak terlalu padat sampai dengan daerah perbatasan antara Kedawung-Gunungsari Kota Cirebon. Namun, saat memasuki Jln. R.A. Kartini Kota Cirebon, Baiquni harus berjalan melambat seperti kendaraan bermotor yang ada di sekelilingnya, karena salah satu jalan protokol tersebut sering macet pada sore hari. Sebelum melintasi rel kereta api (KA) Kejaksan di Jln. R.A. Kartini, dia beserta sejumlah rekannya kaget, karena diberhentikan petugas Kepolisian Resort Cirebon Kota yang intinya melarang aksi tersebut dilanjutkan ke Masjid At-Taqwa. Sebab, di alun-alun depan masjid tersebut tengah berlangsung upacara penurunan bendera peringatan Hari Kemerdekaan RI. "Kami terpaksa menghentikan aksi ini, karena di Alun-alun Kejaksan sedang berlangsung upacara penurunan bendera peringatan Hari Kemerdekaan RI," kata Kasatintel Polres Cirebon Kota, Ajun Komisaris Singgih. Ketegangan sempat terjadi antara petugas dan Baiquni. Akibatnya, Baiquni melakukan pembacaan puisinya di dekat perlintasan KA seraya mengibas-ngibaskan bendera. "Kami ini tidak sedang demonstrasi Pak, tetapi sedang melakukan napak tilas Kemerdekaan. Kami sengaja mengambil 17 kilometer. Kalau dihentikan sampai dekat rel kereta, artinya belum sesuai dengan angka sakral yang kami maksudkan," kata Baiquni. Baiquni akhirnya melanjutkan perjalanannya. Menjelang Masjid At-Taqwa, lagi-lagi Baiquni diberhentikan karena upacara belum berakhir. Tapi angka 17 kilometer sudah tercapai. (Akim Garis/"PR")*** http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=153062
