
Tito Zeni Asmara Hadi (63) menunjukkan surat-surat warisan
Ibu Inggit Garnasih dan Soekarno kepada Kasi Kepurbakalaan dan Museum, di
Bidang Kebudayaan Disparbud Jabar, Drs. Eddy Sunarto, Selasa (24/8).*
BANDUNG, (PRLM).- Ahli waris Ibu Inggit Garnasih masih menunggu itikad baik
dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat untuk bersama-sama merealisasikan wasiat
dari almarhumah. Selama ini pemerintah provinsi selalu memberi janji, namun
selalu tidak ada realisasi meski program sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah yang disetujui dan disepakati eksekutif dan legislatif.
“Sebenarnya saya sudah tidak ingin untuk berhubungan dengan pemerintah.
Karena apa yang dijanjikan selalu tidak sesuai dengan kesepakatan, terakhir
pada tahun lalu di mana semula kesepakatan yang dilakukan antara pemerintah dan
ahli waris, tapi menjelang pelaksanaan jadi dilimpahkan ke pihak ketiga,” ujar
Tito Zeni Asmara Hadi (63), di sela-sela rembukan antara dirinya selaku pihak
ahli waris dengan Tim Pembenahan Rumah Sejarah Ibu Inggit Garnasih, bertempat
di rumah Inggit Garnasih Jalan Ciateul No. 8, Bandung.
Dikatakan Tito, cucu Ibu Inggit Garnasih dari Ratna Djuami (87) anak angkat
Inggit Garnasih dan Soekarno, bahwa pihaknya bersedia untuk menyerahkan semua
barang warisan Ibu Inggit Garnasih dan Soekarno. Namun pihaknya tidak
menginginkan peristiwa tahun 2003 di mana kesepakatan terjadi antara ahli waris
dengan pemerintah yang langsung gubernur yang waktu itu H.R. Nuriana. Namun di
tingkat bawah kesepatan tidak dilaksanakan.
Sementara menurut Kasi Kepurbakalaan dan Museum, di Bidang Kebudayaan
Disparbud Jabar, Drs. Eddy Sunarto, pihaknya hingga kini masih berupaya kembali
ditemukan kesepakatan ataupun solusi antara pemerintah dengan ahli waris Ibu
Inggit Garnasih. “Kita tidak ingin kalau masalah ini kembali menimbulkan
kekecewaan dari pihak keluarga ahli waris, karenanya kita berharap ada solusi
dan jalan pemecahan terbaik,” ujar Eddy ditemani Eha Solihat dan Tini Rustini
dari Tim Pembenahan Rumah Sejarah Ibu Inggit Garnasih.
Terhadap niat baik Disparbud Jabar, Tito selaku ahli waris sudah berbesar
hati mau memberikan berkas-berkas surat Ibu Inggit dan Soekarno untuk
diduplikasi (scanner), demikian pula halnya untuk batu pipisan (alat tumbuk
membuat jamu). Namun untuk barang-barang mebel berupa buffet, lemari, dipan,
meja tamu, meja belajar dan lainnya, ahli waris belum mau memberikan.
“Saya masih punya nurani, meskipun terus dibohongi saya tidak akan sampai
menjual ke Belanda. Entah untuk suatu saat, karena umur saya terus bertambah
dan saya harus melaksanakan wasiat almarhumah untuk membangun Rumah Sakit
Bersalin Inggit Garnasih,” ujar Tito. (A-87/das)***
http://www.pikiran-rakyat.com/node/120675