Jumat, 27 Agustus 2010
 Soal Pengiriman Kartu Lebaran  *Gubernur, "Banyak Warga Minta Foto dengan
Saya"*
  AHMAD YANI,(GM)-
Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan menyatakan, pengiriman kartu Lebaran
gubernur kepada masyarakat bukan hal yang baru. Sebab hal ini sudah
dilakukan sejak lama dan oleh lembaga mana pun, seperti kementerian,
gubernur, bupati/wali kota, dll. Pengiriman kartu Lebaran merupakan salah
satu cara berkomunikasi antara pimpinan dengan masyarakat.

"Bukan sesuatu hal yang baru. Toh lembaga lainnya pun melakukan hal ini. Ada
yang berpendapat, mengapa tidak melalui SMS. Bagi saya, melalui SMS ya, tapi
dengan kartu Lebaran ini, nuansanya lain. Saya 'kan sering bertemu
masyarakat, banyak di antara mereka yang meminta difoto dengan saya, dengan
kartu ini bisa mewakili kedekatan gubernur dan masyarakat," ujar Heryawan
usai membuka bazar Ramadan di Pertokoan IBCC, Jln. Ahmad Yani, Kamis (26/8),


Menurutnya, ia mengirim kartu ucapan Idulfitri dengan niat untuk menjalin
silaturahim, sekaligus menyapa warganya yang ada di pelosok Jabar yang
mungkin belum tersentuh teknologi.

"Nilai rasa, perhatian, silaturahim, keakraban, dan kebahagiaan tidak bisa
dikalkulasi dengan rupiah. Saya yakin kartu ucapan Lebaran lebih mampu
menghadirkan ruang visual dan ruang teks yang lebih dekat bagi gubernur
untuk menyapa warganya. Lagi pula, anggarannya resmi dari APBD. Kalau uang
sendiri, dari mana gubernur punya duit," tegas Heryawan.

*Tak dilarang*

Menurut Heryawan bukan hal yang dilarang jika seorang gubernur yang dipilih
langsung oleh rakyat, memilih cara berkomunikasi melalui kiriman kartu
Lebaran. Baginya, kartu Lebaran merupakan wujud penghargaan yang tinggi atas
dukungan dan doa warga Jawa Barat atas tugas yang menjadi amanahnya.
Sekaligus wujud komitmen dan tanggung jawab moral berbagi kebahagiaan di
hari yang fitri bagi warganya.

Ditanya soal kartu Lebaran gubernur dan wakil gubernur berbeda, ia
menjelasakan, "Itu masalah teknis saja. Kebetulan saya melihat kartunya
sudah jadi (seperti itu, red)."

Disinggung tentang pemberian parsel, Heryawan mengungkapkan semua pejabat
dilarang menerima dan memberikan parsel kepada sesama pejabat, rekanan atau
pengusaha. Sejak menjadi gubernur, Heryawan tidak pernah menerima parsel
dari pihak mana pun. "Kalau ada yang keukeuh mengirim ke Pakuan saya akan
kembalikan sama pengirimnya," jelasnya.

Ia mengharapkan pejabat pun tidak menerima dan mengirim parsel. Apalagi
pejabat di lingkungan pemprov sudah menerima tambahan penghasilan pegawai
(TPP). Besaran TPP lebih besar dari tunjangan hari raya (THR). Sehingga THR
di kalangan PNS juga sudah tidak. "Selain itu, karena PNS sudah menerima
gaji ke-13," katanya. (B.96)**
http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20100827042545&idkolom=beritautama

Kirim email ke