Rabu, 27/01/2010 09:37 WIB
Peci Legendaris Mas Iming
 *Ema Nur Arifah* - detikBandung

*Bandung* - Nama peci M Iming sepertinya sudah jadi legenda. Inilah peci
tiga zaman yang sudah ada sejak pendudukan Belanda, Jepang, kemerdekaan,
hingga sekarang. Usianya pun sudah hampir seabad.

Di tahun 1918, M Iming atau Mas Iming, lelaki kelahiran Pekalongan tahun
1888 ini mulai membuka usaha sebagai tukang pembuat peci. Kala itu, seperti
dituturkan pengelola Paci M Iming generasi keempat Yuliana Sabana (42),
buyutnya ini membuat peci di pinggir jalan atau kaki lima. Meski asal
Pekalongan, Buyutnya tersebut menurut Angi, belajar membuat peci di Bandung.

"Saat itu Uyut Iming membuat peci berdasarkan pesanan, kadang tiga atau lima
per harinya," ujar Yuliana yang akrab disapa Angi ini saat ditemui di pusat
Peci M Iming Jalan l PHH Mustofa 51.

Usaha peci buatan M Iming pun makin lama makin berkembang. Sehingga Iming
pun kemudian bisa membuat toko pertama yang sampai saat ini masih berdiri di
Jalan Ahmad Yani.  Pembelinya tak tanggung-tanggung hingga pejabat negara.
Bahkan menurut Angi, konon Presiden Soekarno pun sempat membeli peci ke toko
mereka di Jalan Ahmad Yani.

Namun karena Iming hanya dikaruniai satu orang anak perempuan, usaha ini
turun pada dua putranya. Salah satunya adalah anak kedua Iming Tubagus
Mochamad Sabana yang kini sudah berusia 80 tahun. Dibantu oleh Sabana, usaha
Peci M Iming terus berkembang. Dari toko yang semula kecil, bahkan menurut
Angi mirip kandang domba, jadi tambah luas. Saat Iming meninggal di tahun
1960, usaha pun kemudian diteruskan oleh kedua putranya.

Namun di tahun 1985, manajemen Peci M Iming terpisah. Untuk putra pertama
Iming memegang toko yang ada di Jalan Ahmad Yani. Sedangkan Sabana memilih
pindah dan membuka toko sendiri di Jalan Suci bergabung dengan tempat
pembuatan peci. Namun meski manajemen berbeda, tapi dipastikan kualitas
tidak beda.

Sabana sendiri saat ini masih aktif mengelola usaha Peci M Iming dibantu
oleh Angi. Peci M Iming yang dikelola Sabana memiliki cabang di Jalan
Pelajar Pejuang.

Meski menurut Beni, salah satu putra Sabana, masa keemasan Peci M Iming pada
tahun 1970-1980-an, tapi sampai saat ini masih terus bertahan. Terbukti
setiap harinya peci M Iming selalu ada yang mencari. Tidak jarang menjadi
tujuan wisatawan untuk menjadikan peci sebagai souvenir.*(ema/tya)

http://us.bandung.detik.com/read/2010/01/27/093731/1286804/669/peci-legendaris-mas-iming

*

Kirim email ke