TAWIS TINEUNG TI MANG YOSEPH ISKANDAR
by Richadiana Kartakusuma<http://www.facebook.com/profile.php?id=1537983874>on
Monday, September 13, 2010 at 4:11pm

*TAWIS TINEUNG TI MANG YOSEPH ISKANDAR PERKAWIS SAJARAH SUNDA (130 - 1579 M)
*

   - *Purwacarita* Pengertian sejarah secara tradisi adalah beberapa kisah
   dongeng, legenda, babad, tambo dll. Sesungguhnya hal itu berada dibawah
   disiplin ilmu sastra, sedangkan sejarah, pembuktiannya harus berdasarkan
   disiplin ilmu : filologi (ilmu yang mempelajari naskah kuna), epigrafi (ilmu
   yang mempelajari aksara prasasti), arkeologi (ilmu yang mempelajari
   artefak-artefak peninggalan sejarah), dan geografi (ilmu yang mempelajari
   permukaan bumi). Karya sastra bisa diuji dan dikaji oleh disiplin ilmu
   sejarah sejauh karya sastra yang bernilai sejarah itu dapat menunjang temuan
   sejarah itu sendiri. Sebaliknya hasil penelitian sejarah dapat disusun
   menjadi karya sastra yang sering kita sebut roman sejarah. *Naskah
   Pangeran Wangsakerta*, menurut <span>*Edi S. Ekadjati*</span>* *dan
   menurut <span>*Ayat Rohaedi*</span>, adalah naskah sejarah. Sistematika
   dan pengungkapannya sudah dalam bentuk sejarah, menggunakan referensi atau
   sumber-sumber tertulis lainnya.
   - *Purwayuga* Sejarah Sunda dimulai dari masa Purwayuga (jaman purba)
   atau dari masa Nirleka (silam), yang terbagi atas :
      - *Prathama Purwayuga* (jaman purba pertama), dengan kehidupan manusia
      hewan Satwapurusa, antara 1 jt s.d. 600 rb th silam
      - *Dwitiya Purwayuga* (jaman purba kedua), dengan kehidupan manusia
      yaksa, antara 500 rb sampai 300 rb tahun silam
      - *Tritiya Purwayuga* (jaman purba ketiga), dengan kehidupan manusia
      kerdil (wamana purusa), antara 50 rb sampai 25 rb tahu silam.
   - *Dukuh Pulasari Pandeglang *
      - menurut naskah *Pangeran Wangsakerta*, kehidupan masyarakat Sunda
      pertama di pesisir barat ujung pulau Jawa, yaitu pesisir Pandeglang.
      Dipimpin oleh seorang kepala suku (panghulu) *Aki Tirem Sang Aki Luhur
      Mulya*. Sistem religi mereka adalah *Pitarapuja*, yaitu pemuja roh
      leluhur, dengan bukti sejumlah menhir seperti *Sanghiyang
Dengdek*, *Sanghiyang
      Heuleut, Batu Goong, Batu Cihanjuran*, *Batu Lingga Banjar*, *Batu
      Parigi,* dll. Refleksi dukuh Pulasari dapat kita lihat di kehidupan
      masyarakat Sunda Kanekes (Baduy).
   - *Salakanagara *
      - Putri *Aki Tirem* yaitu *Pohaci Larasati*, menikah dengan seorang
      duta niaga dari Palawa (India Selatan) bernama *Dewawarman*. Ketika *Aki
      Tirem* wafat, *Dewawarman* menggantikannya sebagai penghulu dukuh
      Pulasari.
      - *Dewawarman* mengembangkan Dukuh Pulasari hingga menjadi kerajaan
      corak Hindu pertama di Nusantara, yang kemudian diberi nama *
      Salakanagara*. *Salaka* berarti Perak dan *Nagara* berarti negara atau
      negeri. Oleh ahli dari Yunani, *<span>Claudius Ptolomeus</span>*, *
      Salakanagara* dicatat sebagai *Argyre*. Dalam berita China dinasti
      Han, tercatat pula bahwa raja *Yehtiao* bernama
*Tiao-Pien*mengirimkan duta keChina tahun 132 M. menurut
      *<span>Ayat Rohaedi</span>*, *Tiao* berarti Dewa, dan *Pien* berarti
      Warman.
      - *Salakanagara* didirikan tahun 130 M, dengan raja pertamanya
*Dewawarman
      I* dengan gelar *Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Rakja Gpura
      Sagara*. memerintah hingga tahun 168 M. Wilayahnya meliputi propinsi
      banten sekarang ditambah Agrabintapura (Gunung Padang Cianjur)
dan Apuynusa
      (Krakatau).
      - Raja Terakhir (ke-8) *Dewawarman VIII* bergelar *Prabu Darmawirya
      Dewawarman* (348-363 M).
   - *Tarumanagara *
      - Didirikan oleh *Jayasingawarman* pada 358 M dengan nobat
*Jayasingawarman
      Gurudarmapurusa*.
      - Penerusnya adalah *Purnawarman* yang memindahkan pusat pemerintahan
      dari Jayasingapura (mungkin Jasinga) ke tepi kali Gomati (bekasi) yang
      diberi nama *Sundapura* (kota Sunda), bergelar *Harimau Tarumanagara
      (Wyagraha ning tarumanagara)*, dan disebut pula *Sang Purandara
      Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng)* dan juga *Panji Segala
      Raja*. Sedangkan nama nobatnya adalah *Sri Maharaja Purnawarman Sang
      Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa Jagatpati.*
      - Raja terakhir *Sang Linggawarman* sebagai raja ke-12
   - *Kerajaan Sunda *
      - *Tarumanagara* dirubah namanya menjadi Kerajaan Sunda oleh *
      Tarusbawa*, penerus *Linggawarman*. Akibatnya belahan timur *
      Tarumanagara* dengan batas sungai Citarum memerdekakan diri
menjadi *Kerajaan
      Galuh* Kerajaan Sunda berlangsung hingga tahun 1482 M, dengan 34 raja.
      - *Prabu Maharaja Linggabuana* dinobatkan menjadi raja di kerajaan
      Sunda pada 22 februari 1350 M. Ia gugur bersama putrinya, *Citraresmi*,
      dalam tragedi *Palagan Bubat* akibat ulah *Mahapatih Gajahmada*.
      Peristiwa itu terjadi pada 4 September 1357 M.
      - *Mahaprabu Niskala Wastu Kancana* menggantikan posisi
*Linggabuana*pada usia 9 tahun. Dia membuat
      *Prasasti Kawali* di Sanghiyang Linggahiyang atau Astana Gede Kawali.
      Dia juga yang membuat filsafat hidup :" *Tanjeur na Juritan, Jaya di
      Buana*" (unggul dalam perang, lama hidup di dunia).
      - *Wastukancana* memerintah selama <span>103 tahun 6 bulan dan 15
      hari</span> dalam keadaan damai.
      - *Sri Baduga Maharaja* adalah putra *Prabu Dewa Niskala*, cucu
dari *Prabu
      Wastukancana*. Ia adalah pemersatu kerajaan Sunda, ketika Galuh
      kembali terpisah. Kerajaan ini lebih dikenal dengan sebutan Pajajaran.
      Dialah raja pertama yang mengadakan perjanjian dengan bangsa Eropa, yaitu
      Portugis. Ia berkuasa dari tahun 1482 s.d. 1521M.
   - *Kerajaan Galuh *
      - Pendirinya adalah *Prabu Wretikandayun* pada 612 M.
      - *Prabu Sanjaya Harisdarma*. Ia disebut *Taraju Jawadwipa*, dan
      sempat menjadi Maharaja di tiga kerajaan : <span>Kalingga - Galuh -
      Sunda.</span>
      - *Sang Manarah *yang dalam dongeng disebut *Ciung Wanara*. Ia putera
      *Prabu Premana Dikusumah* dari Naganingrum.
   - *Kerajaan Pajajaran *
      - Pajajaran adalah sebutan pengganti atas bersatunya kerajaan Galuh
      dengan kerajaan Sunda, yang dipegang oleh satu penguasa : *Sri Baduga
      Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran* atau *Sri Sang Ratu Dewata*.
      - Penggantinya adalah *Prabu Sanghyang Surawisesa*, yang berkuasa di
      belahan barat Jawa barat, karena di sebelah timur sudah berdiri kerajaan
      Islam Pakungwati Cirebon, yang didirikan oleh *Pangeran Cakrabuana*atau
      *Haji Abdullah Iman*. Dia adalah putra sulung *Sri Baduga Maharaja*dari
      *Subanglarang* yang beragama Islam. *Subanglarang* adalah murid *Syekh
      Quro Hasanudin Pura Dalem Karawang*.
      - Tahta kerajaan Pajajaran berlangsung turun-temurun : *Ratu Dewata;
      Ratu Sakti, Prabu Nilakendra* dan yang terakhir* Prabu Ragamulya
      Suryakancana*.
      - Di pihak Cirebon sendiri, putera *Susuhunan Jati Cirebon*,
yaitu *Pangeran
      Sabakingkin*, telah berhasil mendirikan kerajaan bercorak Islam
      Surasowan Wahanten (Banten) dan melakukan beberapa kali penyerbuan ke
      Pajajaran.
      - Pakuan Pajajaran direbut dan dimusnahkan oleh *Maulana Yusuf*, putra
      *Maulana Hasanudin*.
      - *Pajajaran sirna ing bhumi*, atau Pajajaran lenyap dari muka bumi
      pada tanggal 11 bagian terang bulan wasaka tahun 1511 Saka atau
11 Rabi'ul
      Awal 978 hijriah atau tanggal 8 mei 1579 M.
      - Sebagai tunas-tunas Pajajaran, muncullah 3 kerajaan Islam di tatar
      Sunda :
         - *Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon;*
         - *Kerajaan Islam Surasowan Banten; *dan
         - *Kerajaan Islam Sumedanglarang.*


   - Kebudayaan Sunda adalah kebudayaan yang diciptakan manusia Sunda dalam
   kehidupan masyarakat mereka melalui proses pendidikan.



   *Syarat lahirnya kebudayaan :*

   *kebudayaan Sunda :*

   Manusia sebagai pelaku : Manusia Sunda

   Tempat sebagai wadah : Tatar Sunda

   Peristiwa sebagai proses : Kehidupan masyarakat Sunda

   Sistem Pendidikan : Adat, mandala, pesantren, sekolah
   - Kekuatan eksternal utama yang berpengaruh dalam pertumbuhan dan
   perkembangan kebudayaan Sunda sepanjang perjalanan sejarahnya hingga
   sekarang secara kronologis adalah :
      - Kebudayaan Hindu
      - Kebudayaan Islam
      - Kebudayaan Jawa
      - Kebudayaan Eropa, dan
      - Kebudayaan global
   - Pertanyaan untuk kita adalah apakah kita memiliki kekuatan kebudayaan
   internal yang mampu menyaring pengaruh kebudayaan global, kemudian
   mengolahnya untuk dipadukan dengan kebudayaan yang telah kita miliki ?
   kiranya jawaban untuk kita adalah :
      - Segera memperkuat diri kita dengan pengetahuan, pengamatan,
      apresiasi dan penertaan diri kita tentang kebudayaan kita sendiri
      - Memperluas dan memperdalam mengenai kebudayaan (makna, ruang
      lingkup, fungsi, isi, manfaat)
      - Mengamati, mengikuti dan menafsirkan tentang kebudayaan global yang
      masuk kedalam dunia kita (baik-buruk penampilan dan nilainya, baik-buruk
      dampaknya pada diri dan masyarakat kita, dll)
      - Mendiskusikan dengan siapa saja hasil pengamatan dan penafsiran kita
      tersebut yang secara tidak langsung menguji kebenaran dan menyebarluaskan
      pandangan kita.
   - Sikap yang diperlukan adalah sikap kita yang :
      - rasional / kritis
      - professional (keahlian dalam ilmu dan teknologi)
      - kreatif (*rancage*)
      - dinamis (*motekar*)
      - efisien (*saeutik mahi, loba nyesa)*
      - *tepat waktu* (*!*) dan
      - kerjasama (*sabilulungan*)

http://www.facebook.com/notes/richadiana-kartakusuma/tawis-tineung-ti-mang-yoseph-iskandar/431948304474

Kirim email ke