Nuhun Ambu oge Mh anu tos ngamuat ieu data sejarah ka milist. Seratan anu
meh sarimbag nuju dipidamel ku abah Surya (HR Hidayat Suryalaga dina judul
makalah anjeunna: "Sunda: Bihari, Kamari, Kiwari, Baring Supagi {Sunda Masa
Silam, Masa Lalu, Kini dan Kedepan)". Eta makalah rencana bade
dipresentasikeun dina hiji seminar Insya Alloh akhir Oktober 2010.

Dina eta makalahna, abah ngadamel pengelompokkan periode ti iraha ka iraha
wae anu disebut "masa silam", "masa lalu", "kini" dan kedepan teh. Oge, naon
wae enas-enasna tatapakan budaya (utamana ajen inajen) anu tos kahontal dina
satiap kelompok eta periodisasi. Mugia wae lancar. Insya Alloh saparantos
dipresentasikeun engke ku abdi dibakian ka milist.

Hatur nuhun.

baktosna,

manar

2010/9/14 mh <[email protected]>

>
>
> TAWIS TINEUNG TI MANG YOSEPH ISKANDAR
> by Richadiana 
> Kartakusuma<http://www.facebook.com/profile.php?id=1537983874>on Monday, 
> September 13, 2010 at 4:11pm
>
> *TAWIS TINEUNG TI MANG YOSEPH ISKANDAR PERKAWIS SAJARAH SUNDA (130 - 1579
> M)*
>
>    - *Purwacarita* Pengertian sejarah secara tradisi adalah beberapa kisah
>    dongeng, legenda, babad, tambo dll. Sesungguhnya hal itu berada dibawah
>    disiplin ilmu sastra, sedangkan sejarah, pembuktiannya harus berdasarkan
>    disiplin ilmu : filologi (ilmu yang mempelajari naskah kuna), epigrafi 
> (ilmu
>    yang mempelajari aksara prasasti), arkeologi (ilmu yang mempelajari
>    artefak-artefak peninggalan sejarah), dan geografi (ilmu yang mempelajari
>    permukaan bumi). Karya sastra bisa diuji dan dikaji oleh disiplin ilmu
>    sejarah sejauh karya sastra yang bernilai sejarah itu dapat menunjang 
> temuan
>    sejarah itu sendiri. Sebaliknya hasil penelitian sejarah dapat disusun
>    menjadi karya sastra yang sering kita sebut roman sejarah. *Naskah
>    Pangeran Wangsakerta*, menurut <span>*Edi S. Ekadjati*</span>* *dan
>    menurut <span>*Ayat Rohaedi*</span>, adalah naskah sejarah. Sistematika
>    dan pengungkapannya sudah dalam bentuk sejarah, menggunakan referensi atau
>    sumber-sumber tertulis lainnya.
>    - *Purwayuga* Sejarah Sunda dimulai dari masa Purwayuga (jaman purba)
>    atau dari masa Nirleka (silam), yang terbagi atas :
>       - *Prathama Purwayuga* (jaman purba pertama), dengan kehidupan
>       manusia hewan Satwapurusa, antara 1 jt s.d. 600 rb th silam
>       - *Dwitiya Purwayuga* (jaman purba kedua), dengan kehidupan manusia
>       yaksa, antara 500 rb sampai 300 rb tahun silam
>       - *Tritiya Purwayuga* (jaman purba ketiga), dengan kehidupan manusia
>       kerdil (wamana purusa), antara 50 rb sampai 25 rb tahu silam.
>    - *Dukuh Pulasari Pandeglang *
>       - menurut naskah *Pangeran Wangsakerta*, kehidupan masyarakat Sunda
>       pertama di pesisir barat ujung pulau Jawa, yaitu pesisir Pandeglang.
>       Dipimpin oleh seorang kepala suku (panghulu) *Aki Tirem Sang Aki
>       Luhur Mulya*. Sistem religi mereka adalah *Pitarapuja*, yaitu pemuja
>       roh leluhur, dengan bukti sejumlah menhir seperti *Sanghiyang
>       Dengdek*, *Sanghiyang Heuleut, Batu Goong, Batu Cihanjuran*, *Batu
>       Lingga Banjar*, *Batu Parigi,* dll. Refleksi dukuh Pulasari dapat
>       kita lihat di kehidupan masyarakat Sunda Kanekes (Baduy).
>    - *Salakanagara *
>       - Putri *Aki Tirem* yaitu *Pohaci Larasati*, menikah dengan seorang
>       duta niaga dari Palawa (India Selatan) bernama *Dewawarman*. Ketika
>       *Aki Tirem* wafat, *Dewawarman* menggantikannya sebagai penghulu
>       dukuh Pulasari.
>       - *Dewawarman* mengembangkan Dukuh Pulasari hingga menjadi kerajaan
>       corak Hindu pertama di Nusantara, yang kemudian diberi nama *
>       Salakanagara*. *Salaka* berarti Perak dan *Nagara* berarti negara
>       atau negeri. Oleh ahli dari Yunani, *<span>Claudius Ptolomeus</span>
>       *, *Salakanagara* dicatat sebagai *Argyre*. Dalam berita China
>       dinasti Han, tercatat pula bahwa raja *Yehtiao* bernama 
> *Tiao-Pien*mengirimkan duta keChina tahun 132 M. menurut
>       *<span>Ayat Rohaedi</span>*, *Tiao* berarti Dewa, dan *Pien* berarti
>       Warman.
>       - *Salakanagara* didirikan tahun 130 M, dengan raja pertamanya 
> *Dewawarman
>       I* dengan gelar *Prabu Darmalokapala Dewawarman Haji Rakja Gpura
>       Sagara*. memerintah hingga tahun 168 M. Wilayahnya meliputi propinsi
>       banten sekarang ditambah Agrabintapura (Gunung Padang Cianjur) dan 
> Apuynusa
>       (Krakatau).
>       - Raja Terakhir (ke-8) *Dewawarman VIII* bergelar *Prabu Darmawirya
>       Dewawarman* (348-363 M).
>    - *Tarumanagara *
>       - Didirikan oleh *Jayasingawarman* pada 358 M dengan nobat 
> *Jayasingawarman
>       Gurudarmapurusa*.
>       - Penerusnya adalah *Purnawarman* yang memindahkan pusat
>       pemerintahan dari Jayasingapura (mungkin Jasinga) ke tepi kali Gomati
>       (bekasi) yang diberi nama *Sundapura* (kota Sunda), bergelar *Harimau
>       Tarumanagara (Wyagraha ning tarumanagara)*, dan disebut pula *Sang
>       Purandara Saktipurusa (manusia sakti penghancur benteng)* dan juga 
> *Panji
>       Segala Raja*. Sedangkan nama nobatnya adalah *Sri Maharaja
>       Purnawarman Sang Iswara Digwijaya Bhimaparakrama Suryamahapurusa 
> Jagatpati.
>       *
>       - Raja terakhir *Sang Linggawarman* sebagai raja ke-12
>    - *Kerajaan Sunda *
>       - *Tarumanagara* dirubah namanya menjadi Kerajaan Sunda oleh *
>       Tarusbawa*, penerus *Linggawarman*. Akibatnya belahan timur *
>       Tarumanagara* dengan batas sungai Citarum memerdekakan diri menjadi
>       *Kerajaan Galuh* Kerajaan Sunda berlangsung hingga tahun 1482 M,
>       dengan 34 raja.
>       - *Prabu Maharaja Linggabuana* dinobatkan menjadi raja di kerajaan
>       Sunda pada 22 februari 1350 M. Ia gugur bersama putrinya, *
>       Citraresmi*, dalam tragedi *Palagan Bubat* akibat ulah *Mahapatih
>       Gajahmada*. Peristiwa itu terjadi pada 4 September 1357 M.
>       - *Mahaprabu Niskala Wastu Kancana* menggantikan posisi *Linggabuana
>       * pada usia 9 tahun. Dia membuat *Prasasti Kawali* di Sanghiyang
>       Linggahiyang atau Astana Gede Kawali. Dia juga yang membuat filsafat 
> hidup
>       :" *Tanjeur na Juritan, Jaya di Buana*" (unggul dalam perang, lama
>       hidup di dunia).
>       - *Wastukancana* memerintah selama <span>103 tahun 6 bulan dan 15
>       hari</span> dalam keadaan damai.
>       - *Sri Baduga Maharaja* adalah putra *Prabu Dewa Niskala*, cucu dari
>       *Prabu Wastukancana*. Ia adalah pemersatu kerajaan Sunda, ketika
>       Galuh kembali terpisah. Kerajaan ini lebih dikenal dengan sebutan 
> Pajajaran.
>       Dialah raja pertama yang mengadakan perjanjian dengan bangsa Eropa, 
> yaitu
>       Portugis. Ia berkuasa dari tahun 1482 s.d. 1521M.
>    - *Kerajaan Galuh *
>       - Pendirinya adalah *Prabu Wretikandayun* pada 612 M.
>       - *Prabu Sanjaya Harisdarma*. Ia disebut *Taraju Jawadwipa*, dan
>       sempat menjadi Maharaja di tiga kerajaan : <span>Kalingga - Galuh -
>       Sunda.</span>
>       - *Sang Manarah *yang dalam dongeng disebut *Ciung Wanara*. Ia
>       putera *Prabu Premana Dikusumah* dari Naganingrum.
>    - *Kerajaan Pajajaran *
>       - Pajajaran adalah sebutan pengganti atas bersatunya kerajaan Galuh
>       dengan kerajaan Sunda, yang dipegang oleh satu penguasa : *Sri
>       Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran* atau *Sri Sang Ratu
>       Dewata*.
>       - Penggantinya adalah *Prabu Sanghyang Surawisesa*, yang berkuasa di
>       belahan barat Jawa barat, karena di sebelah timur sudah berdiri kerajaan
>       Islam Pakungwati Cirebon, yang didirikan oleh *Pangeran Cakrabuana*atau
>       *Haji Abdullah Iman*. Dia adalah putra sulung *Sri Baduga Maharaja*dari
>       *Subanglarang* yang beragama Islam. *Subanglarang* adalah murid *Syekh
>       Quro Hasanudin Pura Dalem Karawang*.
>       - Tahta kerajaan Pajajaran berlangsung turun-temurun : *Ratu Dewata;
>       Ratu Sakti, Prabu Nilakendra* dan yang terakhir* Prabu Ragamulya
>       Suryakancana*.
>       - Di pihak Cirebon sendiri, putera *Susuhunan Jati Cirebon*, yaitu 
> *Pangeran
>       Sabakingkin*, telah berhasil mendirikan kerajaan bercorak Islam
>       Surasowan Wahanten (Banten) dan melakukan beberapa kali penyerbuan ke
>       Pajajaran.
>       - Pakuan Pajajaran direbut dan dimusnahkan oleh *Maulana Yusuf*,
>       putra *Maulana Hasanudin*.
>       - *Pajajaran sirna ing bhumi*, atau Pajajaran lenyap dari muka bumi
>       pada tanggal 11 bagian terang bulan wasaka tahun 1511 Saka atau 11 
> Rabi'ul
>       Awal 978 hijriah atau tanggal 8 mei 1579 M.
>       - Sebagai tunas-tunas Pajajaran, muncullah 3 kerajaan Islam di tatar
>       Sunda :
>          - *Kerajaan Islam Pakungwati Cirebon;*
>          - *Kerajaan Islam Surasowan Banten; *dan
>          - *Kerajaan Islam Sumedanglarang.*
>
>
>    - Kebudayaan Sunda adalah kebudayaan yang diciptakan manusia Sunda
>    dalam kehidupan masyarakat mereka melalui proses pendidikan.
>
>
>
>    *Syarat lahirnya kebudayaan :*
>
>    *kebudayaan Sunda :*
>
>    Manusia sebagai pelaku : Manusia Sunda
>
>    Tempat sebagai wadah : Tatar Sunda
>
>    Peristiwa sebagai proses : Kehidupan masyarakat Sunda
>
>    Sistem Pendidikan : Adat, mandala, pesantren, sekolah
>    - Kekuatan eksternal utama yang berpengaruh dalam pertumbuhan dan
>    perkembangan kebudayaan Sunda sepanjang perjalanan sejarahnya hingga
>    sekarang secara kronologis adalah :
>       - Kebudayaan Hindu
>       - Kebudayaan Islam
>       - Kebudayaan Jawa
>       - Kebudayaan Eropa, dan
>       - Kebudayaan global
>    - Pertanyaan untuk kita adalah apakah kita memiliki kekuatan kebudayaan
>    internal yang mampu menyaring pengaruh kebudayaan global, kemudian
>    mengolahnya untuk dipadukan dengan kebudayaan yang telah kita miliki ?
>    kiranya jawaban untuk kita adalah :
>       - Segera memperkuat diri kita dengan pengetahuan, pengamatan,
>       apresiasi dan penertaan diri kita tentang kebudayaan kita sendiri
>       - Memperluas dan memperdalam mengenai kebudayaan (makna, ruang
>       lingkup, fungsi, isi, manfaat)
>       - Mengamati, mengikuti dan menafsirkan tentang kebudayaan global
>       yang masuk kedalam dunia kita (baik-buruk penampilan dan nilainya,
>       baik-buruk dampaknya pada diri dan masyarakat kita, dll)
>       - Mendiskusikan dengan siapa saja hasil pengamatan dan penafsiran
>       kita tersebut yang secara tidak langsung menguji kebenaran dan
>       menyebarluaskan pandangan kita.
>    - Sikap yang diperlukan adalah sikap kita yang :
>       - rasional / kritis
>       - professional (keahlian dalam ilmu dan teknologi)
>       - kreatif (*rancage*)
>       - dinamis (*motekar*)
>       - efisien (*saeutik mahi, loba nyesa)*
>       - *tepat waktu* (*!*) dan
>       - kerjasama (*sabilulungan*)
>
>
> http://www.facebook.com/notes/richadiana-kartakusuma/tawis-tineung-ti-mang-yoseph-iskandar/431948304474
>  
>

Kirim email ke