Euleuh da eta tuda "memuaskan semua pihak", jadi lumayan geuning loba pihak boga pagawean minimal ngawangkong heu heu...kumaha mun per tanggal 1 Januari 2011 jadi United Counties of Sunda...woow keren pan......Kahiji jadi make ngaran sunda lain jawa deui; kadua jadi motivasi urang sunda make 3 basa, sunda, indonesia, inggris ck ck ck.......; katilu priiiit mulai 1 Januari 2011 rencana, progress pangwangunan "nu para terhormat" diukur beneran, lamun teu tercapai kudu mundur. Jadi beda jeung ayeuna masing ngadeg ti abad 19 oge teu aya bedana jeung provinsi nu kakara ngadeg...teu aya kaunggulan ku kolotna, teu kaciri hade gorengna "nu para terhormat". Naon deui nya?.......
~ experientia docet sapientiam ~ ________________________________ From: mh <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, October 14, 2010 0:03:35 Subject: Re: [kisunda] Menimbang Hari Jadi Jawa Barat lain dipikir-pikir, geus mardika sakitu puluh taun, perentul paguron luhur, mangyuta-yuta rahayat, ku asa kacida lemahna jeung teu boga kaera nya urang teh, teu anggeus-anggeus pilakadar ukur nyieun kasapukan tanggal lahir. nu matak tong boro hayang boga presiden urang sunda, milih tanggal lahir wae teu anggeus-anggeus. 2010/10/13 ahmad sahidin <[email protected]> > >Hari jadi atau hari ulang tahun, baik seseorang, organisasi, pemerintahan, >wilayah, maupun aktivitas, biasanya mengacu pada sebuah peristiwa mahapenting, >berkesan, memiliki nilai yang patut dikenang, bahkan mengandung unsur historis >yang membanggakan. Lalu kapan hari jadi Provinsi Jawa Barat akan ditetapkan? > >Secara historis, istilah Jawa Barat atau West Java dapat dilacak secara >samar-samar dari pengelompokan Alfred Russel Wallace yang menyebut West Java >dalam buku yang berisi kisah perjalanannya pada 1861. Kemudian, pada 1879, >Coolsma menerbitkan buku yang yang juga mencantumkan West Java untuk >menggambarkan bahwa Pulau Jawa dibagi ke dalam dua bagian, yaitu Jawa Barat >(West Java) dan Jawa Timur (Oost Java). > > >Pembagian wilayah Pulau Jawa ke dalam wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan >Jawa >Timur dimulai pada masa pemerintah kolonial Belanda. Ketika Perang Diponegoro >(1825-1830), Pulau Jawa dibagi menjadi tiga daerah militer, yaitu Daerah >Militer >I, West Java; Daerah Militer II, Midden Java; dan Daerah Militer III, Oost >Java. >Pembagian Pulau Jawa ke dalam tiga daerah militer itu, terus digunakan hingga >saat ini; Jawa Barat di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) Siliwangi; Jawa >Tengah, Kodam Diponegoro; dan Jawa Timur, Kodam Brawijaya. > >Jawa Barat dalam pengertian istilah administratif mulai digunakan pada 1925, >ketika pemerintah kolonial membentuk Provincie West Java sebagai pelaksanaan >dari perubahan pemerintahan atau Bestuuuurshervormingwet Tahun 1922. >Pemerintah >kolonial membentuk kesatuan administrasi pemerintahan setingkat provinsi >sebagaimana tertuang dalam Staatsblad No. 285 dan 378 Tahun 1925. Pulau Jawa >dibagi ke dalam tiga provinsi. Provinsi yang pertama kali dibentuk adalah Jawa >Barat atau Provincie West Java pada 1 Januari 1926 yang meliputi wilayah >Karesidenan Banten, Batavia, Bogor, Priangan, Cirebon, dan enam kotapraja. >Namun, dengan datangnya pemerintah pendudukan Jepang (1942-1945), pembagian >wilayah administrasi itu, dihapuskan. > > >Setelah Proklamasi Kemerdekaan, pada sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan >Indonesia (PPKI) 19 Agustus 1945, ditetapkan, NKRI terdiri atas delapan >provinsi >yang dikepalai oleh gubernur. Kedelapan provinsi itu adalah Jawa Barat, Jawa >Tengah, Jawa Timur, Sumatra, Borneo, Sulawesi, Maluku, dan Sunda Kecil. Mr. R. >Sutardjo Kartohadikusumo diangkat sebagai Gubernur Jawa Barat pertama yang >berkantor di Jakarta. Pada September 1945, kedudukan Gubernur Jawa Barat >dipindahkan ke Bandung. Sejak itu, Bandung menjadi pusat pemerintahan Provinsi >Jawa Barat. > >Pasca-Perang Kemerdekaan (1945-1949), negara Republik Indonesia Serikat (RIS) >yang lahir pada 17 Desember 1949 dan berakhir pada 17 Agustus 1950, memicu >keluarnya UU Darurat No. 11 tertanggal 8 Maret 1950. Sejak itu, mulai Maret >dan >April 1950, dicapai kesepakatan, semua bekas daerah RIS bergabung kembali ke >dalam negara Republik Indonesia. Hal itu berdampak pula pada ditetapkannya >kembali Provinsi Jawa Barat pada 4 Juli 1950. > >Dari ketiganya, terjadi kebimbangan manakah tanggal yang tepat untuk menjadi >titimangsa yang tepat lahirnya Provinsi Jawa Barat? > > >Terdapat beberapa pertimbangan interpretasi yang layak dirujuk. Pertama, >interpretasi logis dan faktual. Secara logis dan faktual, ketiga tanggal itu >memang dapat dipertanggung jawabkan. Ketiganya didasarkan pada pernyataan >administrasi dan politik, baik oleh pemerintah kolonial Belanda maupun oleh >pemerintah Republik Indonesia. > > >Kedua, interpretasi teknis. Pembentukan Provinsi Jawa Barat jika merujuk pada >provinsi yang berada di bawah naungan negara Republik Indonesia---bukan negara >jajahan---secara teknis lebih tepat didirikan sejak proklamasi kemerdekaan. >Bukan merujuk pada wilayah provinsi yang dibentuk oleh pemerintah jajahan dan >untuk kepentingan kolonial. > >Ketiga, interpretasi historis. Jika mengacu pada 1 Januari 1926, Provinsi Jawa >Barat dibentuk oleh pemerintah kolonial Belanda. Nilai historis dari tanggal >ini, hanyalah catatan pembagian wilayah administratif pemerintahan kolonial, >yang notabene membentuk provinsi ini untuk kepentingan negara jajahan. Unsur >nilai kesejarahan, kejuangan, dan emosional dari rakyat dan Pemprov Jawa >Barat, >tidak tampak bahkan cenderung inferior jika mengambil tanggal ini. > > >Berbeda dengan 19 Agustus 1945, nilai historis, emosional, dan kejuangan >sangat >terasa. Negara Republik Indonesia baru dua hari merdeka. Provinsi Jawa Barat >berada di bawah NKRI yang baru merdeka pula. Provinsi Jawa Barat juga dibentuk >oleh pemerintahan yang sah dan berdaulat dan pertama kali dibentuk di era >proklamasi kemerdekaan. > > >Sementara titimangsa 4 Juli 1950, hanyalah sebatas pernyataan penetapan >kembali >Provinsi Jawa Barat yang ditetapkan sebelumnya. Penetapan ini dilatarbelakangi >kondisi politik dalam periode perang kemerdekaan 1945-1949 dan didorong >kembalinya RIS menjadi NKRI. > > >Dari ketiga tanggal tersebut, sesungguhnya penentu kebijakan tinggal memilih >tanggal mana yang memiliki makna simbolik, historis, dan monumental bagi >masyarakat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Karena Jawa Barat merujuk pada >wilayah administratif dalam perjalanan sejarah politik ketatanegaraan, tanggal >manakah yang paling memberi makna terhadap perkembangan sejarah politik >ketatanegaraan di Indonesia. > > >Kita berharap tentu tidak hanya melegakan semua pihak, tetapi dari berbagai >sisinya dapat dipertanggungjawabkan dengan tepat dan jelas. Secara >pribadi---kalau boleh memilih---saya lebih cenderung memilih 19 Agustus 1945 >sebagai hari jadi Provinsi Jawa Barat karena memiliki nilai kesejarahan, >kejuangan, patriotisme, dan emosional, sekaligus sejarah politik >ketatanegaraan >di Indonesia sebagai provinsi yang berdiri di negara yang baru merdeka dan >berdaulat. Wallahu`alam.*** >(H. Dadan Wildan, Staf Ahli Menteri Sekretaris Negara RI.) >http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=159793 > >www.ahmadsahidin.wordpress.com > >
