Angklung Disahkan UNESCO Sebagai Warisan Budaya Dunia
Kamis, 18/11/2010 - 18:12
  [image: DOK. "PRLM"]
DOK. "PRLM"
SISWA SD dari Kec. Mande yang memainkan angklung pada peringatan Hari
Pendidikan Nasional tingkat Kab. Cianjur di Lapangan Joglo, Selasa
(2/5/2006). Alat musik angklung diakui sebagai "The Representative List of
the Intangible Cultural Heritage of Humanity" pada sidang ke-5
Inter-Governmental Committee UNESCO di Nairobi, Kenya, Selasa (16/11/2010)*

BANDUNG, (PRLM).- Gubernur Jawa Barat menyambut gembira ketika mengetahui
alat musik angklung sudah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh
United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Alat musik angklung diakui sebagai "The Representative List of the
Intangible Cultural Heritage of Humanity" pada sidang ke-5
Inter-Governmental Committee UNESCO di Nairobi, Kenya, Selasa (16/11) waktu
setempat.

“Alhamdulillah, senang sekaligus bangga. Angklung yang merupakan kebudayaan
asli kita bisa dilestarikan oleh dunia. Tentunya ini akan menjadi perhatian
agar angklung terus berkembang,” kata Gubernur, di Kota Bandung, Kamis
(18/11).

Dia mengatakan, kewajiban kita setelah ditetapkannya angklung sebagai budaya
dunia adalah memelihara dan melestarikannya. “Misalnya kita lestarikan
dengan regenerasi tranformasi budaya, dan menghidupkan angklung di mana-mana
seperti di sekolah, pertemuan, pokoknya di mana pun harus ada angklung,”
tuturnya.

Untuk lebih mengembangkan lagi alat musik angklung, menurut Gubernur,
pihaknya akan menampilkan angklung di Washington DC, Amerika Serikat, pada
Mei Tahun 2011. “Kita diundang Duta Besar Amerika Serikat untuk melakukan
perhelatan angklung terbesar di sana. Rencananya dalam performa tersebut
selain menampilkan angklung, seluruh peserta yang hadir juga akan diajarkan
bermain angklung,” tuturnya.

Heryawan menambahkan, pihaknya juga akan turut memperjuangkan agar segera
dibentuk persatuan angklung baik di tingkat nasional maupun internasional.
”Kita akan segera bentuk persatuan angklung tingkat internasional agar
angklung bisa tersosialisasikan kepada dunia, dengan tema 'how to play
angklung'. Langkah ini merupakan bentuk transformasi budaya dari Jawa Barat
untuk dunia,” katanya.

Ketika ditanya mengenai dukungan dana pemerintah untuk mengembangkan
angklung, menurut dia, secara otomatis masalah ini merupakan bagian dari
pengembangan Dinas Pariwisata Jabar. “Mengenai angklung dijadikan pelajaran
di sekolah, bisa saja dilakukan. Masalah ini sudah masuk tataran teknis, ada
mekanisme yang harus dilalui," tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jabar Herdiwan Iing
Suranta mengatakan, alat musik bambu yang menjadi ikon Jawa Barat itu
diputuskan menjadi warisan budaya dunia setelah lolos pada sesi evaluasi
nominasi untuk Inskripsi 2010 tentang Representative List of the Intangible
Cultural Heritage of Humanityyang sidangnya dilangsungkan di Nairobi, Kenya,
Selasa (16/11).Keputusan itu lahir tepatnya pada sidang kelima
Inter-Governmental Committee.

”Saya mendapat kabar dari Kedutaan besar RI untuk UNESCO pada hari Selasa
(16/11) lalu pukul 16.20 waktu Kenya (pukul 20.20 WIB), bahwa dalam sidang
itu angklung resmi diputuskan sebagai warisan budaya dunia. Tentu saya yang
paling bangga mendengar hal tersebut,” katanya

Herdiwan mengajak kepada seluruh warga masyarakat Jabar untuk mensyukuri
momen itu.”Kita ucapkan syukur bahwa kebudayaan kita memang kelas dunia.
Sehingga jangan sia-siakan hal itu dan kita tarik makna tersebut yang
mengindikasikan bahwa bukan hanya angklung yang hebat, tetapi seni budaya
Jabar semua hebat,” katanya. (A-194/das)***
http://www.pikiran-rakyat.com/node/127565

Kirim email ke