Setelah Ditetapkan, Mari Lestarikan... PELARAS nada angklung, Ahmad Rosadi, menyerut bambu dengan pisau, di Saung Angklung Udjo, Bandung, Kamis (18/11). UNESCO mengesahkan angklung sebagai warisan budaya dunia takbenda dari Indonesia dalam sidang ke-5 di Kenya.* M. GELORA SAPTA/"PR"
Angklung secara resmi kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia oleh Badan PBB untuk pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya (United Nations Educational Scientific and Cultural Organization/UNESCO). Berbagai kalangan mensyukuri alat musik yang kini menjadi kebanggaan warga Jawa Barat itu telah mendapat tempat terhormat di jagat dunia ini. Pengukuhan angklung ini berarti menyusul karya budaya tak benda lainnya, yaitu wayang, keris, dan batik yang sudah diakui sebelumnya. Dalam kaitan itu, UNESCO menilai angklung memenuhi kriteria sebagai warisan budaya tak benda dunia, antara lain karena angklung merupakan seni musik yang berlaku prinsip dasar kerja sama, saling menghormati, dan keharmonisan sosial yang merupakan bagian utama identitas budaya masyarakat di Jawa Barat dan Banten. Berbagai acara digelar untuk menyambut penetapan tersebut. Di halaman Bentara Budaya Jakarta (BBJ) pada Kamis (18/11) malam digelar pembukaan pameran yang diberi tajuk "Purwarupa Angklung Indonesia". Pameran akan berlangsung hingga 27 November 2010 mendatang. Tampak hadir pada pembukaan semalam Ketua Saung Angklung Mang Udjo, Taufik Hidayat Udjo dan anggota Komisi X DPR Theresia E. Pardede, serta sejumlah tamu undangan. Taufik Hidayat Udjo mengatakan, angklung merupakan kekayaan budaya Indonesia yang patut dijaga dan dilestarikan. Kini, animo masyarakat untuk memainkan angklung sangat besar. "Selama tahun 2009 saja kami telah tampil sebanyak 1.162 performance di seluruh dunia. "Bulan depan insya Allah akan ke Lebanon dan Paris," ujarnya. Pameran "Purwarupa Angklung Indonesia" kali ini menampilkan sejarah munculnya angklung, yaitu mulai dari angklung tradisional, angklung masa kini, dan angklung masa depan. Melestarikan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menilai, penetapan ini memunculkan kewajiban bagi semua pihak untuk melestarikan angklung. "Misalnya kita lestarikan dengan regenerasi transformasi budaya dan menghidupkan angklung di mana-mana seperti di sekolah, pertemuan, pokoknya di mana pun harus ada angklung," tuturnya. Untuk lebih mengembangkan alat musik angklung, menurut Gubernur, pihaknya akan menampilkan angklung di Washington DC, Amerika Serikat pada Mei 2011. Heryawan menambahkan, pihaknya juga akan turut memperjuangkan agar segera dibentuk persatuan angklung baik di tingkat nasional maupun internasional. "Kami akan segera bentuk persatuan angklung tingkat internasional agar angklung bisa tersosialisasikan kepada dunia, dengan tema how to play angklung. Langkah ini merupakan bentuk transformasi budaya dari Jawa Barat untuk dunia," ujarnya. (Agus Ibnudin/Miradin Syahbana/"PR")*** http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=164657
