Bisi sasab lah, tina basa inggris diterjemahkeun ka basa indonesia dikomentaran 
basa sunda...boa2 teu pas jeung pamikiran mang santos & mang oppenheimer. 

Makarya Mawa Raharja




________________________________
Dari: "[email protected]" <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Rab, 1 Desember, 2010 04:23:42
Judul: Re: Bls: [kisunda] Teori Atlantis jeung Sundaland?

  
Dijamin henteu, maca komentar di kisunda nu panjang2 teuing ge haroream, komo 
maca bukuna bah jalak hehehe 

Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From: Jalak Pakuan <[email protected]> 
Sender: [email protected] 
Date: Wed, 1 Dec 2010 20:18:44 +0800 (SGT)
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected] 
Subject: Bls: [kisunda] Teori Atlantis jeung Sundaland?
  
lain eta nu rame teh geus maraca dua buku kandel nu lumayan mahal oge hargana?
 




________________________________
Dari: mh <[email protected]>
Kepada: Ki Sunda <[email protected]>
Terkirim: Rab, 1 Desember, 2010 04:13:26
Judul: [kisunda] Teori Atlantis jeung Sundaland?

  
Numbu catur nu keur haneut, perkara Atlantis jeung Sundaland, urang ngorehan
sugan manggih jiga kumaha komentar nu sejen kana perkara eta teori teh.

Ieu aya tulisan batur, sugan nyambung:
========

Teori Atlantis dan Sundaland Masih Sulit Diterima LIPI
Jakarta – Arysio Santos dengan teori Atlantis dan Stephen Oppenheimer dengan 
teori Sundaland, sama-sama berkesimpulan kalau Indonesia adalah awal peradaban 
dunia. Santos dan Oppenheimer menggabungkan ilmu bumi dan mitologi yang 
sebagian 
masih sulit diterima para ilmuwan Indonesia.
“Bukan tidak masuk akal. Tapi dia membangun dari bukti linguistik, genetika dan 
bukti arkeologi. Saya yang sedikit tidak bisa terima itu dari bukti-bukti 
mitologi dan ini pernah dikritisi sebelumnya,” kata ahli geologi LIPI, Eko 
Yulianto di Kantor LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (28/10/2010).
Menurut Eko, teori Santos soal Atlantis masih banyak kelemahan sementara 
Oppenheimer lebih banyak menunjukan bukti ilmiah soal Sundaland. Sementara 
untuk 
teori tsunami meluluhlantakan peradaban, hal itu sukar diterima para ahli 
geologi.
“Tsunami besar yang menghancurkan peradaban dengan cepat itu dari sisi geologi 
tidak masuk akal,” jelasnya.
Meski demikian, teori kalau Sundaland pernah menjadi daratan, para ilmuwan pun 
dapat menyepakatinya. Namun peradaban di atas benua itu yang masih harus dicari 
bukti-buktinya.
“Kalau kita punya pantai yang dulunya ada dan kemudian itu tenggelam, maka 
mungkin di situ juga ada situs-situs kehidupan,” ujarnya.
Sementara, Deputi Ilmu Pengetahuan Kebumian LIPI Heri Harjono, mengatakan 
Oppenheimer dan tim dari Santos memang belum pernah memberikan data penelitian 
mereka ke LIPI sebelumnya. Namun menurutnya teori kedua ilmuwan asing ini perlu 
dibuktikan lebih jauh.
“Ada teknologi DNA untuk mengetahui asal usul manusia dari mana. Mungkin nggak, 
ada kehidupan manusia dulu di sini. Untuk yang di dasar laut sana dengan 
menggunakan marine teknologi agar bisa tahu ada kehidupan,” tutupnya.
http://www.tweetfun.net/teori-atlantis-dan-sundaland-masih-sulit-diterima-lipi





Kirim email ke