Ceuk kuring mah alesan jeung tujuannana oge geus teu asup akal....nu aya eleh 
ku biong....
TM

--- Pada Kam, 13/1/11, mh <[email protected]> menulis:

Dari: mh <[email protected]>
Judul: [kisunda] Boyongan Indung Dayeuh Euy?
Kepada: "Ki Sunda" <[email protected]>
Tanggal: Kamis, 13 Januari, 2011, 12:35 AM















 
 



  


    
      
      
      Cing baraya, mana nu leuwih hade jeung waras, antara ngalegaan kawasan 
industri sekitar batawi atawa ngadistribusikeun kawasan industri ka tiap 
propinsi?

====
 Inilah Dua Rencana Pemindahan Ibukota Negara itu

                                Rabu, 12 Januari 2011 | 11:02 WIB
                                                        TEMPO Interaktif, 
Bandung
 - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ingin memperluas kawasan  industri.
 Tujuannya agar pusat perekonomian tak hanya berpusat  di Jakarta. Pusat
 pemerintahan pun kemungkinan akan bergeser.

Rektor  Institut 
Teknologi Bandung Akhmaloka mengatakan, dua rencana tersebut  
disampaikan Presiden saat pertemuan kemarin dengan rektorat ITB di  
Jakarta. Keinginan Presiden itu untuk mewujudkan Indonesia sebagai  
negara maju pada 2015 atau 2020.
 
 Tentang Ibukota Jakarta, SBY 
menurut Akhmaloka, ingin memperluas sentra  industri Jakarta ke Banten, 
Bogor, dan Purwakarta. "Menurut SBY, mungkin  akan baik kalau Jakarta 
diperbesar," ujarnya saat dihubungi Tempo, Rabu  (12/1). Upaya itu 
ingin mencontoh Tokyo sebagai ibukota Jepang.
 
 Jakarta tetap akan menjadi pusat ekonomi negara. "Kalau dipindah jangan-jangan 
(perekonomian) bisa kolaps," ujar Akhmaloka. 
 

 Mulai 2011, pemerintah lewat beberapa kementerian menyusun rencana  
pengembangan kawasan industri dan perdagangan tersebut. Kementerian  
Pekerjaan Umum misalnya  ujar dia, menyiapkan perencanaan  
infrastruktur. 
 
 Adapun ITB diminta SBY untuk menyiapkan para 
insinyur dan pakar. "Kami  siap membantu pekerjaan besar ini. Kajian 
tentang Ibukota, ITB juga  punya," ujarnya.
 
 Setelah persiapan 
setahun, pada 2012 realisasi proyek bakal dimulai.  Targetnya pada 2015,
 kawasan industri baru itu sudah berjalan. 
 
 Sedangkan soal 
rencana pemindahan pusat pemerintahan, kata Akhmaloka,  ada wacana ingin
 seperti Malaysia. Pusat birokrasi akan digeser dari  Jakarta, namun 
belum dibicarakan lokasinya, begitu pula pemindahan  gedung-gedung 
kementerian atau DPR. ANWAR 
SISWADIhttp://tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/01/12/brk,20110112-305593,id.html





    
     

    
    


 



  










Kirim email ke