Candi Bojongmenje tak Terawat, Pemugaran tak Terealisasi
Jumat, 14/01/2011 - 18:53
  [image: MIRADIN SYAHBANA/"PRLM"]
MIRADIN SYAHBANA/"PRLM"
Rohman (74), pengurus situs Candi Bojongmenje sedang bercerita mengenai
keberadaan serta sejarah Candi Bojongmenje. Candi Bojongmenje diyakini
merupakan salah satu candi berusia tua.*

SOREANG, (PRLM).- Kondisi Situs Candi Bojongmenje yang terletak di Kampung
Bojongmenje RT 2 RW 2, Desa Cangkuang, Kec. Rancaekek, Kab. Bandung sangat
memprihatinkan dan tidak terawat. Bahkan, rencana penanganan untuk pemugaran
Candi Bojongmenje pada 2009 lalu, oleh beberapa dinas terkait tidak
terealisasi hingga sekarang.

Selain itu, fasilitas yang ada di komplek penggalian candi tersebut sudah
tidak layak pakai. Seperti rumah tinggal petugas jaga yang sudah rusak serta
tempat penyimpanan bongkahan batu candi yang tidak sesuai kapasitasnya.

Candi yang ditemukan pada 2002 tersebut sebenarnya belum selesai digali.
Sehingga banyak bagian candi yang masih terkubur. “Jangankan untuk
perawatan, Candi ini sebenarnya belum selesai digali, baru bagian kaki dan
badan candi yang sudah diangkat.” kata Rohman (74), pengurus situs Candi
Bojongmenje saat ditemui “PRLM”, Jumat, (14/1).

Rohman mengungkapkan, saat ditemukan pada 18 Agustus 2002, proses penggalian
hanya berlangsung selama 20 hari dan hingga saat ini proses penggalian Candi
Bojongmenje tidak dilakukan kembali. “Setelah menjalani proses penggalian
walaupun belum selesai, tempat tersebut dibeton di sekitar pinggirnya agar
galian tersebut tidak longsor. Seluruh fasilitas tersebut selesai dibangun
januari 2004,” katanya.

Namun, sejak saat itu tidak ada tindak lanjut dari pemerintah mengenai
penggalian dan perawatan Candi Bojongmenje tersebut. Hingga akhirnya kondisi
Candi saat ini kurang terawat. Sebenarnya di daerah tesebut terdapat empat
lokasi candi, namun tiga candi lainnya tergerus lahan pabrik, hingga tidak
bisa digali dan diselamatkan.

Ketidakpedulian tidak hanya menimpa candi dan bangunannya saja, Rohman
sebagai penjaga situs pun merasa tidak diperhatikan. Hal ini disebabkan
tidak mencukupinya honor yang ia terima. Rohman hanya menerima honor sebesar
Rp300.000 setiap tiga bulan. Selain itu, ia juga menuturkan pengajuan yang
ia berikan terkait perawatan dan kerusakan candi tidak pernah ditanggapi
pemerintah. “bahkan, semua fasilitas yang ada disini perawatannya dibiayai
uang pribadi saya,” kata Rohman.

Candi Bojongmenje diyakini merupakan salah satu candi berusia tua. Usia
Candi Bojongmenje diyakini lebih tua dari candi-candi yang ada di Jawa
Tengah dan Jawa Timur. Sehingga dengan ditemukannya candi Bojongmenje, fakta
sejarah bahwa penyebaran budaya terjadi dari timur ke barat akan
terbantahkan, dan menjadi sebaliknya. Yaitu dari barat ke timur.

Hal ini tentu membaggakan masyarakat Sunda. Selain candi Bojongmenje yang
diperkirakan dibangun pada abad ke-7, Jawa Barat juga memiliki candi berusia
tua lainnya. Yaitu candi di situs Batujaya yang dibangun pada abad ke-2.
Penemuan Candi Bojongmenje akan mengangkat nama Sunda yang selama ini
perannya dalam panggung sejarah percandian kurang terperhatikan.
(A-194/Job/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/132327

Kirim email ke