Guar heula atuh Bah eusina...

Diantoz pisan.

Pemuda Toloheor
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

-----Original Message-----
From: engkus ruswana <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 25 Jan 2011 13:40:14 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [kisunda] Situs - Candi Bojongmenje Bandung?

Supaya rame pada muru jeung loba nu daek ngamodalan, kumaha mun dibewarakeun 
yen di jero eta candi teh aya harta karun nu luhur pangajina. Keur 
ngaramekeunana pek tah para inohong jeung kasepuhan-kasepuhan ngabewarakeunana.

cag,
Engkus

--- Pada Sen, 24/1/11, [email protected] <[email protected]> menulis:

Dari: [email protected] <[email protected]>
Judul: Re: [kisunda] Situs - Candi Bojongmenje Bandung?
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 24 Januari, 2011, 11:19 AM







 



  


    
      
      
      












Borehkeun wae ka LSM atawa ka urang luar wae kitu, bah?ambeh rengse.
Atawa nu investor nu katarik potensi wisatana.
Kapan sanes tos aya anggaranana ti pamarentah? 

Abah Toloheor.
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung 
Teruuusss...!From:  "Roza R. Mintaredja" <[email protected]>
Sender:  [email protected]
Date: Mon, 24 Jan 2011 11:12:15 +0700To: <[email protected]>ReplyTo:  
[email protected]
Subject: Re: [kisunda] Situs - Candi Bojongmenje Bandung?

 



    
      
      
      jawab ti pamarentah anu langsung ngomong kauin.
boro2 miara barang annu paeh, anu hirup ogen teu ka urus, kitu cnah.

2011/1/15 mh <[email protected]>

















 



  


    
      
      
      Candi Bojongmenje tak Terawat, Pemugaran tak Terealisasi                  
          
          

                                            
            
                                          


    
    
                  
  
    
  
  
  
  
  
    

  
  
  
        Jumat, 14/01/2011 - 18:53
      

  
        
    
            
                    


MIRADIN SYAHBANA/"PRLM"Rohman
 (74), pengurus situs Candi Bojongmenje  sedang bercerita mengenai 
keberadaan serta sejarah Candi Bojongmenje. Candi Bojongmenje diyakini 
merupakan salah satu candi berusia tua.*        
        

SOREANG, (PRLM).- Kondisi Situs Candi Bojongmenje yang terletak di 
Kampung Bojongmenje RT 2 RW 2, Desa Cangkuang, Kec. Rancaekek, Kab. 
Bandung sangat memprihatinkan dan tidak terawat. Bahkan, rencana 
penanganan untuk pemugaran Candi Bojongmenje pada 2009 lalu, oleh 
beberapa dinas terkait tidak terealisasi hingga sekarang.
Selain itu, fasilitas yang ada di komplek penggalian candi tersebut 
sudah tidak layak pakai. Seperti rumah tinggal petugas jaga yang sudah 
rusak serta tempat penyimpanan bongkahan batu candi yang tidak sesuai 
kapasitasnya.
Candi yang ditemukan pada 2002 tersebut sebenarnya belum selesai 
digali. Sehingga banyak bagian candi yang masih terkubur. “Jangankan 
untuk perawatan, Candi ini sebenarnya belum selesai digali, baru bagian 
kaki dan badan candi yang sudah diangkat.” kata Rohman (74), pengurus 
situs Candi Bojongmenje saat ditemui “PRLM”, Jumat, (14/1).
Rohman mengungkapkan, saat ditemukan pada 18 Agustus 2002, proses 
penggalian hanya berlangsung selama 20 hari dan hingga saat ini proses 
penggalian Candi Bojongmenje tidak dilakukan kembali. “Setelah menjalani
 proses penggalian walaupun belum selesai, tempat tersebut dibeton di 
sekitar pinggirnya agar galian tersebut tidak longsor. Seluruh fasilitas
 tersebut selesai dibangun januari 2004,” katanya.
Namun, sejak saat itu tidak ada tindak lanjut dari pemerintah 
mengenai penggalian dan perawatan Candi Bojongmenje tersebut. Hingga 
akhirnya kondisi Candi saat ini kurang terawat. Sebenarnya di daerah 
tesebut terdapat empat lokasi candi, namun tiga candi lainnya tergerus 
lahan pabrik, hingga tidak bisa digali dan diselamatkan.
Ketidakpedulian tidak hanya menimpa candi dan bangunannya saja, 
Rohman sebagai penjaga situs pun merasa tidak diperhatikan. Hal ini 
disebabkan tidak mencukupinya honor yang ia terima. Rohman hanya 
menerima honor sebesar Rp300.000 setiap tiga bulan. Selain itu, ia juga 
menuturkan pengajuan yang ia berikan terkait perawatan dan kerusakan 
candi tidak pernah ditanggapi pemerintah. “bahkan, semua fasilitas yang 
ada disini perawatannya dibiayai uang pribadi saya,” kata Rohman.
Candi Bojongmenje diyakini merupakan salah satu candi berusia tua. 
Usia Candi Bojongmenje diyakini lebih tua dari candi-candi yang ada di 
Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sehingga dengan ditemukannya candi 
Bojongmenje, fakta sejarah bahwa penyebaran budaya terjadi dari timur ke
 barat akan terbantahkan, dan menjadi sebaliknya. Yaitu dari barat ke 
timur.
Hal ini tentu membaggakan masyarakat Sunda. Selain candi Bojongmenje 
yang diperkirakan dibangun pada abad ke-7, Jawa Barat juga memiliki 
candi berusia tua lainnya. Yaitu candi di situs Batujaya yang dibangun 
pada abad ke-2. Penemuan Candi Bojongmenje akan mengangkat nama Sunda 
yang selama ini perannya dalam panggung sejarah percandian kurang 
terperhatikan. (A-194/Job/das)***http://www.pikiran-rakyat.com/node/132327


  


    
     

    
    






  










    
     

    










    
     

    
    


 



  






Kirim email ke