Setelah Ir. Soekarno, Kini Giliran Ajip Rosidi Laporan oleh: Eka Bahtera
[Unpad.ac.id, 31/01/2011] Ajip Rosidi menerima penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa (DR. HC) dalam bidang Ilmu Budaya pada Fakultas Sastra Unpad dari Rektor Unpad, Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA. Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa kepada Ajip Rosidi sendiri diusulkan oleh Fakultas Sastra Unpad yang menganggap Ajip Rosidi pantas mendapatkan gelar tersebut sebagai tokoh yang berpengaruh dalam Ilmu Budaya dan Sastrawan Sunda. Dekan Fakultas Sastra (Fasa) Unpad, Prof. Dadang Suganda menilai bahwa Ajip Rosidi pantas untuk mendapatkan gelar tersebut. Hal tersebut dinilai Prof. Dadang karena Ajip mempunyai kompetensi yang dibuktikan dengan karya-karya yang dihasilkannya. Dilihat dari hasil karya Ajip, sedikitnya Ajip telah menghasilkan 110 judul buku sastra termasuk sastra Sunda. Dadang mengatakan bahwa penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa oleh Unpad yang diusulkan dari Fasa Unpad sudah dianugerahkan kepada dua orang. Sebelum Ajip Rosidi, gelar tersebut juga dianugrahkan kepada Ir. Soekarno. “Tahun 1964 Ir. Soekarno juga mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa ini, namun dalam bidang Ilmu Sejarah,” ungkapnya. Selain karya dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Sunda, karya-karya budayawan yang lahir pada 31 Januari 1938 ini juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa asing, seperti Inggris, Prancis, Kroasia dan Jepang. Berdasarkan kompetensi tersebut, Fasa Unpad kemudian mengusulkan untuk menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Ajip Rosidi. “Kita punya ruang untuk mengusulkan berdasarkan aturan dan tata tertib fakultas, di lihat dari kacamata aturan dan prosedural, ini memenuhi persyaratan. Ajip punya kompetensi dengan karya-karyanya, dan semua mengakui bahwa Ajip ini sangat layak dihargai gelar tersebut,” ungkap Prof. Dadang seusai menghadiri prosesi penganugerahan, di Grha Sanusi Hardjadinata (Aula Unpad), Jln. Dipati ukur No. 35 Bandung, Senin (31/01). Sebagai salah satu promotor Ajip Rosidi, Prof. Dadang juga telah mengkaji dan menilai gagasan, ketekunan, semangat, dan keajekan sikap ilmiah Ajip Rosidi dalam karyanya serta dari dedikasi dan integritasnya pada kebudayaan Indonesia pada umumnya dan Sunda pada khususnya, dan dari penilaian tersebut Ajip Rosidi pantas mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang Ilmu Budaya. Guru Besar Ilmu Komunikasi Antar Budaya Unpad, Prof. Deddy Mulyana juga mengakui bahwa Ajip Rosidi memang pantas mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dalam bidang ilmu Budaya. Hal tersebut bisa di lihat dari kompetensi dan dedikasinya untuk melestarikan budaya, terutama dari sisi budaya Sunda. “Saya menilai dia sebagai seorang perawat. Dalam hal ini dia adalah sebagai perawat kebudayaan dan Bahasa Sunda. Bahasa itu adalah sebuah eksistensi atau perpanjangan dari budaya. Dan Ajip ini merupakan seorang tokoh paling penting dalam budaya sunda, sebagai salah seorang perawat budaya Sunda,” tutur Prof. Deddy. Dalam “Sidang Terbuka Komisi Guru Besar Senat Unpad Dina Raraga Pemasrahan Gelar Doktor Honoris Causa Ajip Rosidi Dina Widang Elmu Budaya”, Ajip Rosidi membacakan orasi ilmiahnya yang berjudul “Orang Sunda dalam Lingkungan Indonesia”. Tampil sebagai promotor adalah Prof. Dadang Suganda, Prof. Ganjar Kurnia, dan Prof. Cece Sobarna.Penganugrahan gelar Doktor Honoris Causa ini juga tambah spesial bagi Ajip Rosidi, karena dilaksanakan tepat di hari ulang tahunnya pada 31 Januari. *(eh)** *http://www.unpad.ac.id/archives/39035* * *
