Wilujeng, wilujeng, wilujeng. Reueus ku itu ku ieuna. Ku dianugerahanana pa Ajip Rosidi gelar doktor HC, ku digunakeunana basa Sunda dina sagemblengna eta acara, ku eusining orasi ilmiah p AR dina eta acara. Sok sanajan aya sababaraha kritikan anjeunna anu tangtu matak peureus, wayahna kud ditarima, pikeun kamajuan urang Sunda sarerea.
manar 2011/2/2 mh <[email protected]> > > > Pertama Kali, Sidang Terbuka Universitas Menggunakan Bahasa Sunda > > Laporan oleh: Eka Bahtera > > [Unpad.ac.id, 31/01/2011] “*Nu dipihormat saderek Ajip Rosidi dihaturanan > kangge macakeun orasi ilmiah*” itu merupakan salah satu kutipan yang > dibacakan Rektor Unpad, Prof. Dr. Ir. Ganjar Kurnia, DEA., saat > mempersilahkan Ajip Rosidi untuk melakukan orasi ilmiah dalam “Sidang > Terbuka Komisi Guru Besar Senat Unpad Dina Raraga Pamasrahan Gelar Doktor > Honoris Causa Ajip Rosidi Dina Widang Elmu Budaya”. > > Prosesi sidang penganugerahan gelar Honoris Causa kepada Ajip Rosidi tampak > unik karena semua prosesi acara dibacakan dalam Bahasa Sunda. Pembawa acara > maupun pembacaan seluruh kegiatan prosesi kegiatan dilakukan menggunakan > Bahasa Sunda, kecuali lagu Indonesia Raya dan Mengheningkan Cipta. Hal > tersebut bisa jadi merupakan sebagai salah salah satu kegiatan sidang > terbuka dengan Bahasa Sunda yang pertama di Indonesia. > > Penggunaan Bahasa Sunda dalam “Sidang Terbuka Komisi Guru Besar Senat Unpad > Dina Raraga Pamasrahan Gelar Doktor Honoris Causa Ajip Rosidi Dina Widang > Elamu Budaya” merupakan gagasan dari Prof. Ganjar. Ajip Rosidi dianggap > sebagai tokoh budaya Sunda yang konsisten dalam memelihara Bahasa Sunda > sebagai bagian dari masayarakat Sunda, oleh karena itu gagasan menggunakan > Bahasa Sunda kemudian muncul > > Prof. Ganjar Kurnia mengatakan bahwa penggunaan Bahasa Sunda tersebut tidak > menyalahi aturan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Bahasa resmi di > universitas itu ada Bahasa Indonesia, Inggris, dan bahasa daerah lainnya. > Bahasa daerah dalam hal ini Bahasa Sunda bisa digunakan apabila diperlukan. > Jadi jelas penggunaan bahasa Sunda dalam sidang tadi tidak menyalahi > aturan,” tegas Prof. Ganjar. > > Dekan Fakultas Sastra (Fasa) Unpad, Prof. Dadang Suganda mengatakan bahwa > penggunaan Bahasa Sunda dalam prosesi sidang penyerahan gelar Honoris Causa > kepada Ajip Rosidi tersebut membuktikan bahwa Bahasa Sunda bisa digunakan > kegiatan keilmuan dan akademik. > > “Saya setuju dengan pernyataan Ajip Rosidi sendiri bahwa bahasa *indung*dalam > hal ini Bahasa Sunda bisa dijadikan sebagai sarana untuk digunakan > dalam kegiatan resmi dan masalah-masalah keilmuan serta akademik,” ungkap > Prof. Dadang saat ditemui seusai pelaksanaan prosesi sidang, di Ruang Sidang > Guru Besar Unpad, Jln. Dipati Ukur 35 Bandung, Senin (31/01). > > Menurut Prof. Dadang, digunakannya Bahasa Sunda dalam prosesi sidang > tersebut merupakan kesempatan yang sangat baik untuk menyosialisasikan > Bahasa Sunda. “Bagi Fasa ini merupakan kesempatan yang baik, dalam artian > kita mengusung kebudayaan Sunda dalam hal ini Bahasa Sunda sebagai salah > satu nilai-nilai yang diangkat dalam tataran nasional dan internasional,” > tuturnya. > > Prof. Dadang juga mengatakan bahwa penggunaan Bahasa Sunda dalam prosesi > sidang terbuka Ajip Rosidi ini sebagai salah satu strategi untuk > melestarikan Bahasa Sunda. “Munculnya momen penganugerahan gelar untuk Ajip > Rosidi dalam Bahasa Sunda ini bisa dijadikan sarana untuk menggali nilai > kesundaan dan pelestarian Bahasa Sunda sendiri,” tuturnya. *(eh)** > > http://www.unpad.ac.id/archives/39041 > >
