JeBeW balad Imun atawa sarua jelema ngan beda-2 ngaran(nyieun sandiwara ?).
On Thu Feb 24th, 2011 6:50 AM ICT JeBe wrote: >enya kitu atuh pulisi teh, ulah jiga jelema belet nu salah diantep wae >sok tewak kabeh, buktikeun di pangadilan. >nu teu ngarti masalahna tong loba omong lah. ateul > --> JeBe <-- > > > > >________________________________ >From: Waluya <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Wed, February 23, 2011 9:48:25 PM >Subject: [kisunda] Aya "Front" di Cikeusik? > > >Ada Front di Cikeusik >http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2011/02/21/LU/mbm.20110221.LU136003.id.html > > >DERAP sepatu membuyarkan kesunyian permukiman di pinggiran Bogor, Jawa Barat, >Rabu dinihari pekan lalu. Perayaan Maulid Nabi di masjid kampung telah usai >berjam-jam lalu. Belasan lelaki bersepatu lars mendekati satu rumah di >permukiman itu, lalu mengetuknya. > >Begitu membuka pintu, tuan rumah kaget. Mereka yang berdiri di depan pintu >pada >dinihari buta itu menenteng senapan panjang. "Kami dari kepolisian. Mau >menjemput Haji Ujang," kata lelaki yang berdiri paling depan, seperti >ditirukan >sumber Tempo. Tanpa disadari pemiliknya, polisi berpakaian preman mengintai >rumah itu sejak siang sehari sebelumnya. > >Haji Ujang, yang disebut para penjemputnya, telah tujuh hari bersembunyi dari >kejaran polisi. Populer dengan sebutan Ujang Bengkung, ia bernama asli Ujang >Arif bin Surya. Ia diincar polisi setelah penyerbuan ribuan orang ke rumah >penganut Ahmadiyah di Kampung Peundeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, >Pandeglang, Banten, pada Ahad tiga pekan lalu itu. > >Banyak jejak menunjukkan keterlibatan Ujang dalam peristiwa yang menewaskan >tiga >orang itu. Sejumlah kiai yang diperiksa polisi menyebut Ujang sebagai pengirim >pesan pendek ajakan mengusir Ahmadiyah dari Pandeglang. Tim Pembela Muslim yang >menjadi pengacara Ujang juga mengakui penyebaran pesan pendek itu. > >Sejumlah saksi mata melihat Ujang berada di tempat kejadian. Sebelum insiden, >Ujang tampak berada di antara massa yang berkelimun di depan Masjid Al-Huda, >Cangkore, sekitar 500 meter dari rumah Ismail Suparman, juru dakwah Ahmadiyah, >yang jadi sasaran penyerangan. Mamat, saksi mata, yakin melihat Ujang karena >kawannya yang berdiri di sebelahnya menyaksikan lelaki yang sama. "Itu Ujang >Bengkung, Ketua FPI Pandeglang," kata Mamat, menirukan kawannya. > >Selain melihat Ujang Bengkung, Mamat menyaksikan wajah asing bergerombol tak >jauh dari tempatnya berdiri. Di barisan depan, tampak sekelompok lelaki >berperawakan tegap yang rata-rata berbalut jaket hitam dan mengenakan peci. >Pagi >itu, mereka bersiap-siap menuju rumah Suparman. Golok yang masih tersarung >menyembul dari balik jaket. Pita biru terpacak di dada mereka. > >Tatkala barisan ini bergerak menuju rumah Suparman, Ujang Bengkung masih >terlihat di sekitar masjid Cangkore, titik berkumpul massa dari pelosok >Pandeglang. "Dia ikut gelombang kedua," kata Mamat. > >Saksi lain, sebut saja Ali, yang berada di depan rumah Suparman sepanjang >kericuhan, juga melihat Ujang. Ia bahkan sempat mencium tangan Ujang begitu >pria >45 tahun itu tiba di depan rumah Suparman. Ali mendengar sebagian massa yang >tiba bersama Ujang berbicara dengan logat Betawi. Seperti kelompok pertama, >massa Ujang menaruh pita di dada, tapi warnanya hijau. > >Ujang menghilang dua hari setelah penyerangan Cikeusik. Dicari-cari polisi, dia >panik. Diam-diam ia meninggalkan rumah tanpa pamit kepada kedua istrinya, >Nengsin dan Umi Iyoh. "Mereka enggak tahu ke mana Haji Ujang pergi," kata >Syamsuddin, ipar Ujang. > >Ujang ditangkap di rumah kerabatnya di pinggiran Bogor. "Malam itu juga >langsung >dibawa ke Kepolisian Daerah Banten," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Markas >Besar Kepolisian Negara Komisaris Besar Boy Rafli Amar. > >HANYA segelintir warga Cikeusik- yang mengenal Ujang Bengkung. Dua kiai yang >menerima pesan pendek ajak-an mengusir Ahmadiyah-Munir bin Masri dan Muhammad >bin Syarif-menggeleng ketika ditanya siapa Ujang. "Saya tidak tahu," kata >Muhammad, Ketua Gerakan Muslim Cikeusik. Diang-gap ikut terlibat menggerakkan >massa, Munir dan Muhammad ditetapkan polisi sebagai tersangka. > >Seorang warga Cikeusik lain mengetahui, Ujang merupakan kiai dari Kampung >Bengkung, Desa Ciseureuheun, Cigeulis, 30 kilometer lebih ke arah barat >Cikeusik. Karena berasal dari Bengkung, Ujang lebih dikenal dengan panggilan >"Kiai Ujang Bengkung". Ia getol menyerukan pengusiran Jemaat Ahmadiyah dari >Pandeglang. > >Di Kampung Bengkung, Ujang mengasuh Pesantren Bani Surya, diambil dari nama >ayahnya, Surya, juga seorang kiai. Menurut Syamsuddin, hanya ada sekitar >sepuluh >orang santri yang mondok di pesantren itu. "Santrinya tidak banyak, tapi beliau >sering berceramah atau mengisi pengajian ibu-ibu," katanya. > >Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigadir Jenderal Agus Kusnadi sebelum dicopot >terang-terangan mengatakan polisi akan memeriksa aktivis Front Pembela Islam. >"Dia Ketua FPI Banten," kata Agus kepada para wartawan, tiga hari setelah >kejadian. Yang ditunjuk adalah Ujang Bengkung, Ketua FPI Pandeglang. Dari >situlah pertama kali FPI dikaitkan-kaitkan dengan insiden Cikeusik. > >Menurut polisi, sejauh ini kaitan FPI dengan penyerangan Cikeusik baru terlihat >dari jejak Ujang Bengkung di lokasi dan pesan pendek yang disebarnya ke para >kiai. "Keterlibatan organisasi belum ditemukan," kata Boy Rafli Amar. > >Lewat juru bicaranya, Munarman, FPI pusat, yang bermarkas di Petamburan, >Jakarta, menolak dikait-kaitkan dengan insiden Cikeusik. Menurut dia, FPI pusat >tak pernah mengirimkan orang ke desa itu. Ia juga mengatakan, di Pandeglang >atau >Banten, tak ada Front Pembela Islam. "Lagi pula, FPI tak perlu pakai >pita-pitaan," ujarnya. > >Syamsuddin mengatakan tak mengetahui aktivitas Ujang dalam organisasi. "Saya >belum pernah melihat kedekatan beliau dengan FPI," ujarnya. Tempo tak berhasil >mewawancarai Ujang, yang berada di Rumah Tahanan Kepolisian Daerah Banten. > >Jejak Ujang justru direkam jelas oleh Achmad Dimyati Natakusumah, mantan Bupati >Pandeglang, yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai >Persatuan Pembangunan. Ia mengaku lama mengenal Ujang. Pada tahun-tahun dia >menjabat bupati, Ujang kerap menemuinya. Ujang dianggap tokoh lantaran memimpin >Front Pembela Islam di wilayah itu. Selain FPI, organisasi yang dirangkul >-Dimyati antara lain Front Hizbullah. > >Menurut anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini, FPI di Pandeglang >memiliki cukup banyak pengikut. Itulah salah satu alasannya merangkul Ujang >Bengkung. "Daripada rusuh, mending saya ajak berunding," kata Dimyati, yang >menjabat bupati sejak 2000 sampai 2009. > >Lantaran sering bertemu, keduanya menjadi dekat. Tak jarang, Ujang cukup >menelepon bila meminta Dimyati mela-kukan sesuatu. "Tolong, ada maksiat di >Pantai Carita," ujarnya menirukan Ujang. "Saya jawab: siap, segera saya >tertibkan." Sebagai Ketua FPI Pandeglang, kata Dimyati, Ujang selalu melaporkan >hal yang mengganjal hati, termasuk soal Ahmadiyah. "Saya bilang, Ahmadiyah tak >boleh syiar," ujarnya. "Ahmadiyah patuh, FPI enggak rusuh." > >Saking dekatnya, ketika FPI Pandeglang menggelar acara, Dimyati juga kerap >hadir. Di sanalah Dimyati mengaku beberapa kali bertemu dengan Rizieq Shihab, >Ketua FPI, yang datang jauh-jauh dari Jakarta. > >Anton Septian (Jakarta), Wasi'ul Ulum (Serang) > > > > > > ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
