"soul   mate" nya ?
Matak naon hesena atuh make ngaran asli. AING SOK GEULEUH.  he.he.he..

On Thu Feb 24th, 2011 7:05 AM ICT JeBe wrote:

>beda kang!
>akang Islam lain? percaya teu lamun kuring sumpah "demi Allah kuring lain 
>Imun"?
>lamun teu percaya mah nya sanes urusan abdi.  antosan weh iraha2 mun tiasa 
>ditepangkeun kopdar nya.
>
> --> JeBe <--
>
>
>
>
>________________________________
>From: Maman <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Thu, February 24, 2011 7:01:41 AM
>Subject: Re: [kisunda] Aya "Front" di Cikeusik?
>
>  
>JeBeW balad Imun atawa sarua jelema ngan beda-2 ngaran(nyieun sandiwara ?).
>
>On Thu Feb 24th, 2011 6:50 AM ICT JeBe wrote:
>
>>enya kitu atuh pulisi teh, ulah jiga jelema belet nu salah diantep wae
>>sok tewak kabeh, buktikeun di pangadilan.
>>nu teu ngarti masalahna tong loba omong lah. ateul
>> --> JeBe <--
>>
>>
>>
>>
>>________________________________
>>From: Waluya <[email protected]>
>>To: [email protected]
>>Sent: Wed, February 23, 2011 9:48:25 PM
>>Subject: [kisunda] Aya "Front" di Cikeusik?
>>
>> 
>>Ada Front di Cikeusik
>>http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2011/02/21/LU/mbm.20110221.LU136003.id.html
>>
>>
>>
>>DERAP sepatu membuyarkan kesunyian permukiman di pinggiran Bogor, Jawa Barat, 
>>Rabu dinihari pekan lalu. Perayaan Maulid Nabi di masjid kampung telah usai 
>>berjam-jam lalu. Belasan lelaki bersepatu lars mendekati satu rumah di 
>>permukiman itu, lalu mengetuknya.
>>
>>Begitu membuka pintu, tuan rumah kaget. Mereka yang berdiri di depan pintu 
>>pada 
>
>>dinihari buta itu menenteng senapan panjang. "Kami dari kepolisian. Mau 
>>menjemput Haji Ujang," kata lelaki yang berdiri paling depan, seperti 
>>ditirukan 
>
>>sumber Tempo. Tanpa disadari pemiliknya, polisi berpakaian preman mengintai 
>>rumah itu sejak siang sehari sebelumnya.
>>
>>Haji Ujang, yang disebut para penjemputnya, telah tujuh hari bersembunyi dari
>>kejaran polisi. Populer dengan sebutan Ujang Bengkung, ia bernama asli Ujang
>>Arif bin Surya. Ia diincar polisi setelah penyerbuan ribuan orang ke rumah
>>penganut Ahmadiyah di Kampung Peundeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik,
>>Pandeglang, Banten, pada Ahad tiga pekan lalu itu.
>>
>>Banyak jejak menunjukkan keterlibatan Ujang dalam peristiwa yang menewaskan 
>tiga
>>orang itu. Sejumlah kiai yang diperiksa polisi menyebut Ujang sebagai pengirim
>>pesan pendek ajakan mengusir Ahmadiyah dari Pandeglang. Tim Pembela Muslim 
>>yang
>>menjadi pengacara Ujang juga mengakui penyebaran pesan pendek itu.
>>
>>Sejumlah saksi mata melihat Ujang berada di tempat kejadian. Sebelum insiden,
>>Ujang tampak berada di antara massa yang berkelimun di depan Masjid Al-Huda,
>>Cangkore, sekitar 500 meter dari rumah Ismail Suparman, juru dakwah Ahmadiyah,
>>yang jadi sasaran penyerangan. Mamat, saksi mata, yakin melihat Ujang karena
>>kawannya yang berdiri di sebelahnya menyaksikan lelaki yang sama. "Itu Ujang
>>Bengkung, Ketua FPI Pandeglang," kata Mamat, menirukan kawannya.
>>
>>Selain melihat Ujang Bengkung, Mamat menyaksikan wajah asing bergerombol tak
>>jauh dari tempatnya berdiri. Di barisan depan, tampak sekelompok lelaki
>>berperawakan tegap yang rata-rata berbalut jaket hitam dan mengenakan peci. 
>Pagi
>>itu, mereka bersiap-siap menuju rumah Suparman. Golok yang masih tersarung
>>menyembul dari balik jaket. Pita biru terpacak di dada mereka.
>>
>>Tatkala barisan ini bergerak menuju rumah Suparman, Ujang Bengkung masih
>>terlihat di sekitar masjid Cangkore, titik berkumpul massa dari pelosok
>>Pandeglang. "Dia ikut gelombang kedua," kata Mamat.
>>
>>Saksi lain, sebut saja Ali, yang berada di depan rumah Suparman sepanjang
>>kericuhan, juga melihat Ujang. Ia bahkan sempat mencium tangan Ujang begitu 
>pria
>>45 tahun itu tiba di depan rumah Suparman. Ali mendengar sebagian massa yang
>>tiba bersama Ujang berbicara dengan logat Betawi. Seperti kelompok pertama,
>>massa Ujang menaruh pita di dada, tapi warnanya hijau.
>>
>>Ujang menghilang dua hari setelah penyerangan Cikeusik. Dicari-cari polisi, 
>>dia
>>panik. Diam-diam ia meninggalkan rumah tanpa pamit kepada kedua istrinya,
>>Nengsin dan Umi Iyoh. "Mereka enggak tahu ke mana Haji Ujang pergi," kata
>>Syamsuddin, ipar Ujang.
>>
>>Ujang ditangkap di rumah kerabatnya di pinggiran Bogor. "Malam itu juga 
>langsung
>>dibawa ke Kepolisian Daerah Banten," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Markas
>>Besar Kepolisian Negara Komisaris Besar Boy Rafli Amar.
>>
>>HANYA segelintir warga Cikeusik- yang mengenal Ujang Bengkung. Dua kiai yang
>>menerima pesan pendek ajak-an mengusir Ahmadiyah-Munir bin Masri dan Muhammad
>>bin Syarif-menggeleng ketika ditanya siapa Ujang. "Saya tidak tahu," kata
>>Muhammad, Ketua Gerakan Muslim Cikeusik. Diang-gap ikut terlibat menggerakkan
>>massa, Munir dan Muhammad ditetapkan polisi sebagai tersangka.
>>
>>Seorang warga Cikeusik lain mengetahui, Ujang merupakan kiai dari Kampung
>>Bengkung, Desa Ciseureuheun, Cigeulis, 30 kilometer lebih ke arah barat
>>Cikeusik. Karena berasal dari Bengkung, Ujang lebih dikenal dengan panggilan
>>"Kiai Ujang Bengkung". Ia getol menyerukan pengusiran Jemaat Ahmadiyah dari
>>Pandeglang.
>>
>>Di Kampung Bengkung, Ujang mengasuh Pesantren Bani Surya, diambil dari nama
>>ayahnya, Surya, juga seorang kiai. Menurut Syamsuddin, hanya ada sekitar 
>sepuluh
>>orang santri yang mondok di pesantren itu. "Santrinya tidak banyak, tapi 
>>beliau
>>sering berceramah atau mengisi pengajian ibu-ibu," katanya.
>>
>>Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigadir Jenderal Agus Kusnadi sebelum dicopot
>>terang-terangan mengatakan polisi akan memeriksa aktivis Front Pembela Islam.
>>"Dia Ketua FPI Banten," kata Agus kepada para wartawan, tiga hari setelah
>>kejadian. Yang ditunjuk adalah Ujang Bengkung, Ketua FPI Pandeglang. Dari
>>situlah pertama kali FPI dikaitkan-kaitkan dengan insiden Cikeusik.
>>
>>Menurut polisi, sejauh ini kaitan FPI dengan penyerangan Cikeusik baru 
>>terlihat
>>dari jejak Ujang Bengkung di lokasi dan pesan pendek yang disebarnya ke para
>>kiai. "Keterlibatan organisasi belum ditemukan," kata Boy Rafli Amar.
>>
>>Lewat juru bicaranya, Munarman, FPI pusat, yang bermarkas di Petamburan,
>>Jakarta, menolak dikait-kaitkan dengan insiden Cikeusik. Menurut dia, FPI 
>>pusat
>>tak pernah mengirimkan orang ke desa itu. Ia juga mengatakan, di Pandeglang 
>atau
>>Banten, tak ada Front Pembela Islam. "Lagi pula, FPI tak perlu pakai
>>pita-pitaan," ujarnya.
>>
>>Syamsuddin mengatakan tak mengetahui aktivitas Ujang dalam organisasi. "Saya
>>belum pernah melihat kedekatan beliau dengan FPI," ujarnya. Tempo tak berhasil
>>mewawancarai Ujang, yang berada di Rumah Tahanan Kepolisian Daerah Banten.
>>
>>Jejak Ujang justru direkam jelas oleh Achmad Dimyati Natakusumah, mantan 
>>Bupati
>>Pandeglang, yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai
>>Persatuan Pembangunan. Ia mengaku lama mengenal Ujang. Pada tahun-tahun dia
>>menjabat bupati, Ujang kerap menemuinya. Ujang dianggap tokoh lantaran 
>>memimpin
>>Front Pembela Islam di wilayah itu. Selain FPI, organisasi yang dirangkul
>>-Dimyati antara lain Front Hizbullah.
>>
>>Menurut anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini, FPI di Pandeglang
>>memiliki cukup banyak pengikut. Itulah salah satu alasannya merangkul Ujang
>>Bengkung. "Daripada rusuh, mending saya ajak berunding," kata Dimyati, yang
>>menjabat bupati sejak 2000 sampai 2009.
>>
>>Lantaran sering bertemu, keduanya menjadi dekat. Tak jarang, Ujang cukup
>>menelepon bila meminta Dimyati mela-kukan sesuatu. "Tolong, ada maksiat di
>>Pantai Carita," ujarnya menirukan Ujang. "Saya jawab: siap, segera saya
>>tertibkan." Sebagai Ketua FPI Pandeglang, kata Dimyati, Ujang selalu 
>>melaporkan
>>hal yang mengganjal hati, termasuk soal Ahmadiyah. "Saya bilang, Ahmadiyah tak
>>boleh syiar," ujarnya. "Ahmadiyah patuh, FPI enggak rusuh."
>>
>>Saking dekatnya, ketika FPI Pandeglang menggelar acara, Dimyati juga kerap
>>hadir. Di sanalah Dimyati mengaku beberapa kali bertemu dengan Rizieq Shihab,
>>Ketua FPI, yang datang jauh-jauh dari Jakarta.
>>
>>Anton Septian (Jakarta), Wasi'ul Ulum (Serang)
>>
>>
>> 
>>
>>
>> 
>
>
> 
>
>
>      


      


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke