Meunang pisan lamun make ngaran samaran,  ngan sebutkeun heula atawa ngenalkeun 
heula saha ngaran aslina, arek abas amin, arek suadma karep teuing.

On Thu Feb 24th, 2011 7:12 AM ICT JeBe wrote:

>nya duka ari masalah soul mate mah. kumaha nu ningali weh
>aya nu ngalarang teu abdi nganggo ID ieu? naha jadi geuleuh? da abdi ge teu 
>geuleuh ka akang. da ayeuna abdi make ID asep, ujang, maman, atawa iroh, dewi, 
>sumirah, akang arek percaya? naha da abdi ge teu mempertanyakeun ngaran maman 
>teh bener2 maman apanan, rek maman rek mimin, rek mumun, nyaa mangga teh 
>teuing 
>atuh.
> --> JeBe <--
>
>
>
>
>________________________________
>From: Maman <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Thu, February 24, 2011 7:08:28 AM
>Subject: Re: [kisunda] Aya "Front" di Cikeusik?
>
>  
>"soul   mate" nya ?
>Matak naon hesena atuh make ngaran asli. AING SOK GEULEUH.  he.he.he..
>
>On Thu Feb 24th, 2011 7:05 AM ICT JeBe wrote:
>
>>beda kang!
>>akang Islam lain? percaya teu lamun kuring sumpah "demi Allah kuring lain 
>Imun"?
>>lamun teu percaya mah nya sanes urusan abdi.  antosan weh iraha2 mun tiasa 
>>ditepangkeun kopdar nya.
>>
>> --> JeBe <--
>>
>>
>>
>>
>>________________________________
>>From: Maman <[email protected]>
>>To: [email protected]
>>Sent: Thu, February 24, 2011 7:01:41 AM
>>Subject: Re: [kisunda] Aya "Front" di Cikeusik?
>>
>> 
>>JeBeW balad Imun atawa sarua jelema ngan beda-2 ngaran(nyieun sandiwara ?).
>>
>>On Thu Feb 24th, 2011 6:50 AM ICT JeBe wrote:
>>
>>>enya kitu atuh pulisi teh, ulah jiga jelema belet nu salah diantep wae
>>>sok tewak kabeh, buktikeun di pangadilan.
>>>nu teu ngarti masalahna tong loba omong lah. ateul
>>> --> JeBe <--
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>________________________________
>>>From: Waluya <[email protected]>
>>>To: [email protected]
>>>Sent: Wed, February 23, 2011 9:48:25 PM
>>>Subject: [kisunda] Aya "Front" di Cikeusik?
>>>
>>> 
>>>Ada Front di Cikeusik
>>>http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2011/02/21/LU/mbm.20110221.LU136003.id.html
>>>
>>>
>>>
>>>
>>>DERAP sepatu membuyarkan kesunyian permukiman di pinggiran Bogor, Jawa 
>>>Barat, 
>>>Rabu dinihari pekan lalu. Perayaan Maulid Nabi di masjid kampung telah usai 
>>>berjam-jam lalu. Belasan lelaki bersepatu lars mendekati satu rumah di 
>>>permukiman itu, lalu mengetuknya.
>>>
>>>Begitu membuka pintu, tuan rumah kaget. Mereka yang berdiri di depan pintu 
>>>pada 
>>
>>
>>>dinihari buta itu menenteng senapan panjang. "Kami dari kepolisian. Mau 
>>>menjemput Haji Ujang," kata lelaki yang berdiri paling depan, seperti 
>>>ditirukan 
>>
>>
>>>sumber Tempo. Tanpa disadari pemiliknya, polisi berpakaian preman mengintai 
>>>rumah itu sejak siang sehari sebelumnya.
>>>
>>>Haji Ujang, yang disebut para penjemputnya, telah tujuh hari bersembunyi dari
>>>kejaran polisi. Populer dengan sebutan Ujang Bengkung, ia bernama asli Ujang
>>>Arif bin Surya. Ia diincar polisi setelah penyerbuan ribuan orang ke rumah
>>>penganut Ahmadiyah di Kampung Peundeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik,
>>>Pandeglang, Banten, pada Ahad tiga pekan lalu itu.
>>>
>>>Banyak jejak menunjukkan keterlibatan Ujang dalam peristiwa yang menewaskan 
>>tiga
>>>orang itu. Sejumlah kiai yang diperiksa polisi menyebut Ujang sebagai 
>>>pengirim
>>>pesan pendek ajakan mengusir Ahmadiyah dari Pandeglang. Tim Pembela Muslim 
>yang
>>>menjadi pengacara Ujang juga mengakui penyebaran pesan pendek itu.
>>>
>>>Sejumlah saksi mata melihat Ujang berada di tempat kejadian. Sebelum insiden,
>>>Ujang tampak berada di antara massa yang berkelimun di depan Masjid Al-Huda,
>>>Cangkore, sekitar 500 meter dari rumah Ismail Suparman, juru dakwah 
>>>Ahmadiyah,
>>>yang jadi sasaran penyerangan. Mamat, saksi mata, yakin melihat Ujang karena
>>>kawannya yang berdiri di sebelahnya menyaksikan lelaki yang sama. "Itu Ujang
>>>Bengkung, Ketua FPI Pandeglang," kata Mamat, menirukan kawannya.
>>>
>>>Selain melihat Ujang Bengkung, Mamat menyaksikan wajah asing bergerombol tak
>>>jauh dari tempatnya berdiri. Di barisan depan, tampak sekelompok lelaki
>>>berperawakan tegap yang rata-rata berbalut jaket hitam dan mengenakan peci. 
>>Pagi
>>>itu, mereka bersiap-siap menuju rumah Suparman. Golok yang masih tersarung
>>>menyembul dari balik jaket. Pita biru terpacak di dada mereka.
>>>
>>>Tatkala barisan ini bergerak menuju rumah Suparman, Ujang Bengkung masih
>>>terlihat di sekitar masjid Cangkore, titik berkumpul massa dari pelosok
>>>Pandeglang. "Dia ikut gelombang kedua," kata Mamat.
>>>
>>>Saksi lain, sebut saja Ali, yang berada di depan rumah Suparman sepanjang
>>>kericuhan, juga melihat Ujang. Ia bahkan sempat mencium tangan Ujang begitu 
>>pria
>>>45 tahun itu tiba di depan rumah Suparman. Ali mendengar sebagian massa yang
>>>tiba bersama Ujang berbicara dengan logat Betawi. Seperti kelompok pertama,
>>>massa Ujang menaruh pita di dada, tapi warnanya hijau.
>>>
>>>Ujang menghilang dua hari setelah penyerangan Cikeusik. Dicari-cari polisi, 
>dia
>>>panik. Diam-diam ia meninggalkan rumah tanpa pamit kepada kedua istrinya,
>>>Nengsin dan Umi Iyoh. "Mereka enggak tahu ke mana Haji Ujang pergi," kata
>>>Syamsuddin, ipar Ujang.
>>>
>>>Ujang ditangkap di rumah kerabatnya di pinggiran Bogor. "Malam itu juga 
>>langsung
>>>dibawa ke Kepolisian Daerah Banten," kata Kepala Bidang Penerangan Umum 
>>>Markas
>>>Besar Kepolisian Negara Komisaris Besar Boy Rafli Amar.
>>>
>>>HANYA segelintir warga Cikeusik- yang mengenal Ujang Bengkung. Dua kiai yang
>>>menerima pesan pendek ajak-an mengusir Ahmadiyah-Munir bin Masri dan Muhammad
>>>bin Syarif-menggeleng ketika ditanya siapa Ujang. "Saya tidak tahu," kata
>>>Muhammad, Ketua Gerakan Muslim Cikeusik. Diang-gap ikut terlibat menggerakkan
>>>massa, Munir dan Muhammad ditetapkan polisi sebagai tersangka.
>>>
>>>Seorang warga Cikeusik lain mengetahui, Ujang merupakan kiai dari Kampung
>>>Bengkung, Desa Ciseureuheun, Cigeulis, 30 kilometer lebih ke arah barat
>>>Cikeusik. Karena berasal dari Bengkung, Ujang lebih dikenal dengan panggilan
>>>"Kiai Ujang Bengkung". Ia getol menyerukan pengusiran Jemaat Ahmadiyah dari
>>>Pandeglang.
>>>
>>>Di Kampung Bengkung, Ujang mengasuh Pesantren Bani Surya, diambil dari nama
>>>ayahnya, Surya, juga seorang kiai. Menurut Syamsuddin, hanya ada sekitar 
>>sepuluh
>>>orang santri yang mondok di pesantren itu. "Santrinya tidak banyak, tapi 
>beliau
>>>sering berceramah atau mengisi pengajian ibu-ibu," katanya.
>>>
>>>Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigadir Jenderal Agus Kusnadi sebelum 
>>>dicopot
>>>terang-terangan mengatakan polisi akan memeriksa aktivis Front Pembela Islam.
>>>"Dia Ketua FPI Banten," kata Agus kepada para wartawan, tiga hari setelah
>>>kejadian. Yang ditunjuk adalah Ujang Bengkung, Ketua FPI Pandeglang. Dari
>>>situlah pertama kali FPI dikaitkan-kaitkan dengan insiden Cikeusik.
>>>
>>>Menurut polisi, sejauh ini kaitan FPI dengan penyerangan Cikeusik baru 
>terlihat
>>>dari jejak Ujang Bengkung di lokasi dan pesan pendek yang disebarnya ke para
>>>kiai. "Keterlibatan organisasi belum ditemukan," kata Boy Rafli Amar.
>>>
>>>Lewat juru bicaranya, Munarman, FPI pusat, yang bermarkas di Petamburan,
>>>Jakarta, menolak dikait-kaitkan dengan insiden Cikeusik. Menurut dia, FPI 
>pusat
>>>tak pernah mengirimkan orang ke desa itu. Ia juga mengatakan, di Pandeglang 
>>atau
>>>Banten, tak ada Front Pembela Islam. "Lagi pula, FPI tak perlu pakai
>>>pita-pitaan," ujarnya.
>>>
>>>Syamsuddin mengatakan tak mengetahui aktivitas Ujang dalam organisasi. "Saya
>>>belum pernah melihat kedekatan beliau dengan FPI," ujarnya. Tempo tak 
>>>berhasil
>>>mewawancarai Ujang, yang berada di Rumah Tahanan Kepolisian Daerah Banten.
>>>
>>>Jejak Ujang justru direkam jelas oleh Achmad Dimyati Natakusumah, mantan 
>Bupati
>>>Pandeglang, yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai
>>>Persatuan Pembangunan. Ia mengaku lama mengenal Ujang. Pada tahun-tahun dia
>>>menjabat bupati, Ujang kerap menemuinya. Ujang dianggap tokoh lantaran 
>memimpin
>>>Front Pembela Islam di wilayah itu. Selain FPI, organisasi yang dirangkul
>>>-Dimyati antara lain Front Hizbullah.
>>>
>>>Menurut anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini, FPI di Pandeglang
>>>memiliki cukup banyak pengikut. Itulah salah satu alasannya merangkul Ujang
>>>Bengkung. "Daripada rusuh, mending saya ajak berunding," kata Dimyati, yang
>>>menjabat bupati sejak 2000 sampai 2009.
>>>
>>>Lantaran sering bertemu, keduanya menjadi dekat. Tak jarang, Ujang cukup
>>>menelepon bila meminta Dimyati mela-kukan sesuatu. "Tolong, ada maksiat di
>>>Pantai Carita," ujarnya menirukan Ujang. "Saya jawab: siap, segera saya
>>>tertibkan." Sebagai Ketua FPI Pandeglang, kata Dimyati, Ujang selalu 
>melaporkan
>>>hal yang mengganjal hati, termasuk soal Ahmadiyah. "Saya bilang, Ahmadiyah 
>>>tak
>>>boleh syiar," ujarnya. "Ahmadiyah patuh, FPI enggak rusuh."
>>>
>>>Saking dekatnya, ketika FPI Pandeglang menggelar acara, Dimyati juga kerap
>>>hadir. Di sanalah Dimyati mengaku beberapa kali bertemu dengan Rizieq Shihab,
>>>Ketua FPI, yang datang jauh-jauh dari Jakarta.
>>>
>>>Anton Septian (Jakarta), Wasi'ul Ulum (Serang)
>>>
>>>
>>> 
>>>
>>>
>>> 
>>
>>
>> 
>>
>>
>> 
>
>
> 
>
>
>      


      


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke