Nya anu idiot atuh bah jebe.. Sing dimaklum we, bisa rada bener uteukna mun di dagor ku pohpor bedil huluna hahahahaha Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: JeBe <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 24 Feb 2011 08:21:01 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [kisunda] Aya "Front" di Cikeusik? da ayeuna abdi make ID asep, ujang, maman, atawa iroh, dewi, sumirah, akang arek percaya? naha da abdi ge teu mempertanyakeun ngaran maman teh bener2 maman apanan, rek maman rek mimin, rek mumun, nyaa mangga teh teuing atuh. teu dibaca da eta nya? --> JeBe <-- ________________________________ From: Maman <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, February 24, 2011 7:15:31 AM Subject: Re: [kisunda] Aya "Front" di Cikeusik? Meunang pisan lamun make ngaran samaran, ngan sebutkeun heula atawa ngenalkeun heula saha ngaran aslina, arek abas amin, arek suadma karep teuing. On Thu Feb 24th, 2011 7:12 AM ICT JeBe wrote: >nya duka ari masalah soul mate mah. kumaha nu ningali weh >aya nu ngalarang teu abdi nganggo ID ieu? naha jadi geuleuh? da abdi ge teu >geuleuh ka akang. da ayeuna abdi make ID asep, ujang, maman, atawa iroh, dewi, >sumirah, akang arek percaya? naha da abdi ge teu mempertanyakeun ngaran maman >teh bener2 maman apanan, rek maman rek mimin, rek mumun, nyaa mangga teh >teuing >atuh. > --> JeBe <-- > > > > >________________________________ >From: Maman <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Thu, February 24, 2011 7:08:28 AM >Subject: Re: [kisunda] Aya "Front" di Cikeusik? > > >"soul mate" nya ? >Matak naon hesena atuh make ngaran asli. AING SOK GEULEUH. he.he.he.. > >On Thu Feb 24th, 2011 7:05 AM ICT JeBe wrote: > >>beda kang! >>akang Islam lain? percaya teu lamun kuring sumpah "demi Allah kuring lain >Imun"? >>lamun teu percaya mah nya sanes urusan abdi. antosan weh iraha2 mun tiasa >>ditepangkeun kopdar nya. >> >> --> JeBe <-- >> >> >> >> >>________________________________ >>From: Maman <[email protected]> >>To: [email protected] >>Sent: Thu, February 24, 2011 7:01:41 AM >>Subject: Re: [kisunda] Aya "Front" di Cikeusik? >> >> >>JeBeW balad Imun atawa sarua jelema ngan beda-2 ngaran(nyieun sandiwara ?). >> >>On Thu Feb 24th, 2011 6:50 AM ICT JeBe wrote: >> >>>enya kitu atuh pulisi teh, ulah jiga jelema belet nu salah diantep wae >>>sok tewak kabeh, buktikeun di pangadilan. >>>nu teu ngarti masalahna tong loba omong lah. ateul >>> --> JeBe <-- >>> >>> >>> >>> >>>________________________________ >>>From: Waluya <[email protected]> >>>To: [email protected] >>>Sent: Wed, February 23, 2011 9:48:25 PM >>>Subject: [kisunda] Aya "Front" di Cikeusik? >>> >>> >>>Ada Front di Cikeusik >>>http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/2011/02/21/LU/mbm.20110221.LU136003.id.html >>> >>> >>> >>> >>> >>>DERAP sepatu membuyarkan kesunyian permukiman di pinggiran Bogor, Jawa >>>Barat, >>>Rabu dinihari pekan lalu. Perayaan Maulid Nabi di masjid kampung telah usai >>>berjam-jam lalu. Belasan lelaki bersepatu lars mendekati satu rumah di >>>permukiman itu, lalu mengetuknya. >>> >>>Begitu membuka pintu, tuan rumah kaget. Mereka yang berdiri di depan pintu >>>pada >> >> >> >>>dinihari buta itu menenteng senapan panjang. "Kami dari kepolisian. Mau >>>menjemput Haji Ujang," kata lelaki yang berdiri paling depan, seperti >>>ditirukan >> >> >> >>>sumber Tempo. Tanpa disadari pemiliknya, polisi berpakaian preman mengintai >>>rumah itu sejak siang sehari sebelumnya. >>> >>>Haji Ujang, yang disebut para penjemputnya, telah tujuh hari bersembunyi dari >>>kejaran polisi. Populer dengan sebutan Ujang Bengkung, ia bernama asli Ujang >>>Arif bin Surya. Ia diincar polisi setelah penyerbuan ribuan orang ke rumah >>>penganut Ahmadiyah di Kampung Peundeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, >>>Pandeglang, Banten, pada Ahad tiga pekan lalu itu. >>> >>>Banyak jejak menunjukkan keterlibatan Ujang dalam peristiwa yang menewaskan >>tiga >>>orang itu. Sejumlah kiai yang diperiksa polisi menyebut Ujang sebagai pengirim >>>pesan pendek ajakan mengusir Ahmadiyah dari Pandeglang. Tim Pembela Muslim >yang >>>menjadi pengacara Ujang juga mengakui penyebaran pesan pendek itu. >>> >>>Sejumlah saksi mata melihat Ujang berada di tempat kejadian. Sebelum insiden, >>>Ujang tampak berada di antara massa yang berkelimun di depan Masjid Al-Huda, >>>Cangkore, sekitar 500 meter dari rumah Ismail Suparman, juru dakwah Ahmadiyah, >>>yang jadi sasaran penyerangan. Mamat, saksi mata, yakin melihat Ujang karena >>>kawannya yang berdiri di sebelahnya menyaksikan lelaki yang sama. "Itu Ujang >>>Bengkung, Ketua FPI Pandeglang," kata Mamat, menirukan kawannya. >>> >>>Selain melihat Ujang Bengkung, Mamat menyaksikan wajah asing bergerombol tak >>>jauh dari tempatnya berdiri. Di barisan depan, tampak sekelompok lelaki >>>berperawakan tegap yang rata-rata berbalut jaket hitam dan mengenakan peci. >>Pagi >>>itu, mereka bersiap-siap menuju rumah Suparman. Golok yang masih tersarung >>>menyembul dari balik jaket. Pita biru terpacak di dada mereka. >>> >>>Tatkala barisan ini bergerak menuju rumah Suparman, Ujang Bengkung masih >>>terlihat di sekitar masjid Cangkore, titik berkumpul massa dari pelosok >>>Pandeglang. "Dia ikut gelombang kedua," kata Mamat. >>> >>>Saksi lain, sebut saja Ali, yang berada di depan rumah Suparman sepanjang >>>kericuhan, juga melihat Ujang. Ia bahkan sempat mencium tangan Ujang begitu >>pria >>>45 tahun itu tiba di depan rumah Suparman. Ali mendengar sebagian massa yang >>>tiba bersama Ujang berbicara dengan logat Betawi. Seperti kelompok pertama, >>>massa Ujang menaruh pita di dada, tapi warnanya hijau. >>> >>>Ujang menghilang dua hari setelah penyerangan Cikeusik. Dicari-cari polisi, >dia >>>panik. Diam-diam ia meninggalkan rumah tanpa pamit kepada kedua istrinya, >>>Nengsin dan Umi Iyoh. "Mereka enggak tahu ke mana Haji Ujang pergi," kata >>>Syamsuddin, ipar Ujang. >>> >>>Ujang ditangkap di rumah kerabatnya di pinggiran Bogor. "Malam itu juga >>langsung >>>dibawa ke Kepolisian Daerah Banten," kata Kepala Bidang Penerangan Umum Markas >>>Besar Kepolisian Negara Komisaris Besar Boy Rafli Amar. >>> >>>HANYA segelintir warga Cikeusik- yang mengenal Ujang Bengkung. Dua kiai yang >>>menerima pesan pendek ajak-an mengusir Ahmadiyah-Munir bin Masri dan Muhammad >>>bin Syarif-menggeleng ketika ditanya siapa Ujang. "Saya tidak tahu," kata >>>Muhammad, Ketua Gerakan Muslim Cikeusik. Diang-gap ikut terlibat menggerakkan >>>massa, Munir dan Muhammad ditetapkan polisi sebagai tersangka. >>> >>>Seorang warga Cikeusik lain mengetahui, Ujang merupakan kiai dari Kampung >>>Bengkung, Desa Ciseureuheun, Cigeulis, 30 kilometer lebih ke arah barat >>>Cikeusik. Karena berasal dari Bengkung, Ujang lebih dikenal dengan panggilan >>>"Kiai Ujang Bengkung". Ia getol menyerukan pengusiran Jemaat Ahmadiyah dari >>>Pandeglang. >>> >>>Di Kampung Bengkung, Ujang mengasuh Pesantren Bani Surya, diambil dari nama >>>ayahnya, Surya, juga seorang kiai. Menurut Syamsuddin, hanya ada sekitar >>sepuluh >>>orang santri yang mondok di pesantren itu. "Santrinya tidak banyak, tapi >beliau >>>sering berceramah atau mengisi pengajian ibu-ibu," katanya. >>> >>>Kepala Kepolisian Daerah Banten Brigadir Jenderal Agus Kusnadi sebelum dicopot >>>terang-terangan mengatakan polisi akan memeriksa aktivis Front Pembela Islam. >>>"Dia Ketua FPI Banten," kata Agus kepada para wartawan, tiga hari setelah >>>kejadian. Yang ditunjuk adalah Ujang Bengkung, Ketua FPI Pandeglang. Dari >>>situlah pertama kali FPI dikaitkan-kaitkan dengan insiden Cikeusik. >>> >>>Menurut polisi, sejauh ini kaitan FPI dengan penyerangan Cikeusik baru >terlihat >>>dari jejak Ujang Bengkung di lokasi dan pesan pendek yang disebarnya ke para >>>kiai. "Keterlibatan organisasi belum ditemukan," kata Boy Rafli Amar. >>> >>>Lewat juru bicaranya, Munarman, FPI pusat, yang bermarkas di Petamburan, >>>Jakarta, menolak dikait-kaitkan dengan insiden Cikeusik. Menurut dia, FPI >pusat >>>tak pernah mengirimkan orang ke desa itu. Ia juga mengatakan, di Pandeglang >>atau >>>Banten, tak ada Front Pembela Islam. "Lagi pula, FPI tak perlu pakai >>>pita-pitaan," ujarnya. >>> >>>Syamsuddin mengatakan tak mengetahui aktivitas Ujang dalam organisasi. "Saya >>>belum pernah melihat kedekatan beliau dengan FPI," ujarnya. Tempo tak berhasil >>>mewawancarai Ujang, yang berada di Rumah Tahanan Kepolisian Daerah Banten. >>> >>>Jejak Ujang justru direkam jelas oleh Achmad Dimyati Natakusumah, mantan >Bupati >>>Pandeglang, yang kini menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai >>>Persatuan Pembangunan. Ia mengaku lama mengenal Ujang. Pada tahun-tahun dia >>>menjabat bupati, Ujang kerap menemuinya. Ujang dianggap tokoh lantaran >memimpin >>>Front Pembela Islam di wilayah itu. Selain FPI, organisasi yang dirangkul >>>-Dimyati antara lain Front Hizbullah. >>> >>>Menurut anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat ini, FPI di Pandeglang >>>memiliki cukup banyak pengikut. Itulah salah satu alasannya merangkul Ujang >>>Bengkung. "Daripada rusuh, mending saya ajak berunding," kata Dimyati, yang >>>menjabat bupati sejak 2000 sampai 2009. >>> >>>Lantaran sering bertemu, keduanya menjadi dekat. Tak jarang, Ujang cukup >>>menelepon bila meminta Dimyati mela-kukan sesuatu. "Tolong, ada maksiat di >>>Pantai Carita," ujarnya menirukan Ujang. "Saya jawab: siap, segera saya >>>tertibkan." Sebagai Ketua FPI Pandeglang, kata Dimyati, Ujang selalu >melaporkan >>>hal yang mengganjal hati, termasuk soal Ahmadiyah. "Saya bilang, Ahmadiyah tak >>>boleh syiar," ujarnya. "Ahmadiyah patuh, FPI enggak rusuh." >>> >>>Saking dekatnya, ketika FPI Pandeglang menggelar acara, Dimyati juga kerap >>>hadir. Di sanalah Dimyati mengaku beberapa kali bertemu dengan Rizieq Shihab, >>>Ketua FPI, yang datang jauh-jauh dari Jakarta. >>> >>>Anton Septian (Jakarta), Wasi'ul Ulum (Serang) >>> >>> >>> >>> >>> >>> >> >> >> >> >> >> > > > > > >
