ieu potongan makalah si kuring ngeunaan konsep estetika budaya rupa
sunda.  di babasan jeung paribasa manggih bentuk dasar segi tiga (basa
sundana juru tilu). juru tilu eta niru ti rupa nu aya di alam nyaeta
gunung, nu ku budaya manusia diabstraksi ka rupa piramid.

C. Segi tiga

Bentuk segi tiga terdapat dalam ungkapan “bale nyungcung”dan Buana
Nyuncung (tempat para dewa dan hyang dalam kosmologi masyarakat
Kanekes). Bale Nyungcung adalah sebutan lain untuk tempat atau
bangunan suci, yang dalam Islam adalah masjid. Kalimat ka bale
nyungcung dalam percakapan sehari-hari maksudnya melangsungkan akad
nikah, yang jaman dahulu umumnya dilakukan di masjid. Bale nyungcung
menunjuk pada model atap masjid jaman dulu yang menggunakan ‘model
gunungan’ atau ‘meru’ bertumpuk tiga dengan puncak berbentuk atap
limas yang disusun dari empat bentuk segitiga. Bentuk yang juga dapat
ditemui pada atap pura di Bali dan bangunan model tropis. Bentuk
segitiga dalam posisi normal, salah satu ujungnya berada di bagian
atas, menjadi bagian puncak sehingga memiliki arah orientasi yaitu ke
atas (langit).



Mengacu pada alam, bentuk nyungcung adalah bentuk umum gunung. Gunung
berperan penting dalam perjalanan sejarah Sunda khususnya karena
berbagai situs megalitikum dan makam keramat umumnya terdapat di
gunung (Wessing :2006). Wessing lebih jauh mengungkapkan penelitian
Hidding (1933 dan 1935) bahwa pegunungan adalah perbatasan antara
hunian manusia (settled area) dan wilayah asing tempat kehidupan
manusia berakhir dan kehidupan lain mulai. Misalnya situs Gunung
Padang di Cianjur dan Ciwidey, Astana Gede Kawali dan Arca Domas di
gunung Kendeng desa Kanekes (Baduy).



Menurut Fadillah (2001) sejumlah keramat, terutama dalam bentuk makam,
meskipun tidak berada di puncak gunung tetapi merupakan representasi
gunung atau dibayangkan sebagai gunung. Fadillah menggunakan contoh
makam Syarif Hidayatullah di sebuah bukit bernama Sembung di Cirebon,
masyarakat menyebutnya Sunan Gunung Jati. Menurut Claire Holt
(1967:55) puncak puncak gunung di Indonesia dipercaya secara luas
sebagai tempat tinggal para dewa dan roh-roh  leluhur. Juga
gunung-gunung berapi dianggap memiliki kehidupan serta roh mereka
sendiri, dipuja dan dihormati. Gunung dianggap sebagai jembatan dunia
atas dan bawah, oleh karenanya tempat-tempat pemujaan didirikan di
tempat yang tinggi atau dibuat meniru bentuk gunung (gunungan) seperti
punden berundak dan candi serta piramid sebagai jembatan transendental
antara dunia atas dan dunia bawah (Dharsono, 2007: 133). Dalam
pandangan Hindu-Budha, gunung dianggap berperan dalam menstabilkan
jagat raya (univers), menyangga langit dan bumi, menetralkan kekuatan
jahat,  kekacauan, ketidakstabilan dan ketidakteraturan. Gunung adalah
lambang kekuasaan tertinggi dan sebagai  pengikat jagat raya
(Snodgrass, 1985:187).



Pengertian atau makna simbolik lainnya mengenai segitigadituturkan
Ajip Rosidi[4], yaitu bahwa bentuk segitiga (dalam bahasa Sunda
disebut jurutilu) juga dipakai sebagai simbol vagina atau yoni, tempat
bagi kelahiran manusia.  Tampaknya simbol itu dalam bentuk segitiga
terbalik atau salah satu sudut terletak di bawah. Dengan demikian segi
tiga mengandung makna sebagai tempat suci bagi transformasi kehidupan.
Segi tiga dengan satu sudut di atas melambangkan tempat suci bagi
transformasi ke alam lain melalui kematian sedang segi tiga dengan
satu sudut di bawah melambangkan tempat suci bagi transformasi dari
alam rahim ke alam dunia melalui kelahiran.



Dari makna bentuk dasar dalam ungkapan dan peribahasa di atas tampak
bahwa masing-masing bentuk dasar dalam khasanah estetika dalam budaya
Sunda dipakai sebagai lambang yang memiliki makna yang sama yaitu
kesempurnaan. Bentuk yang berbeda menunjuk pada wilayah kesempurnaan
yang berbeda. Persegi menunjuk pada perilaku yang seimbang dalam
berbagai sisi kehidupan sehingga menciptakan manusia yang sempurna,
bulat/lingkaran sebagai simbol ideologis, melambangkan kesempurnaan
keimanan atau keyakinan dan segitiga menunjuk pada tempat yang
sempurna atau suci sebagai media transformasi kesempurnaan siklus
hidup.


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke