Dipublikasikan pada *Radio Nederland Wereldomroep* (http://www.rnw.nl)

------------------------------
Upacara Ketiga dan Sumber Kedaulatan Indonesia
Oleh *Joss Wibisono*
Dibuat *4 Maret 2011 14:13*

*Penyerahan kedaulatan Indonesia oleh Belanda dilakukan dalam dua upacara,
tapi sebenarnya ada upacara yang ketiga yang lebih penting lagi. *


Upacara ini menegaskan bahwa sumber kedaulatan Indonesia sebagai negara
merdeka tetap proklamasi 17 Agustus 1945.

*Ogah baca? Dengar/unduh saja versi audionya dengan mengklik ujung tanda
panah berikut:*

Selama ini, soal penyerahan kedaulatan Indonesia dari Belanda pada tanggal
27 Desember 1949, kita mengenal dua upacara. Upacara pertama berlangsung di
Amsterdam, di Istana Op de Dam, dihadiri oleh Wakil Presiden Mohamad Hatta,
sekaligus perdana menteri, sebagai pemimpin delegasi Indonesia dan Ratu
Juliana serta segenap kabinet Belanda.

Upacara kedua berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dihadiri oleh wakil
tinggi mahkota Belanda di Indonesia Tony Lovink dan Sri Sultan Hamengku
Buwono IX, sebagai wakil perdana menteri.

*Kecelakaan Kecil*
Tapi tahukah Anda ada upacara ketiga yang berlangsung di Yogyakarta? Dan itu
terjadi antara pihak Indonesia sendiri? Kisah tentang upacara ketiga ini
tertera dalam buku De Garoeda en de Ooievaar, artinya Garuda dan Burung
Bangau, karya Herman Burgers. Sebagai orang Belanda yang mengikuti upacara
penyerahan kedaulatan itu dari jarak tidak sampai 100 meter dari Istana
Negara di Jakarta, Herman Burgers yang sekarang berusia 86 tahun, dalam buku
setebal 800 halaman, menuliskan pengalamannya menjadi saksi terbentuknya
Indonesia merdeka.

Herman Burgers: *Saya berada di Jakarta pada tanggal 27 Desember 1949,
ketika berlangsung upacara penyerahan kedaulatan itu. Tidak banyak yang saya
lihat, karena sebagai militer, pada hari itu dan keesokan harinya, kami
berada di dalam tangsi, tidak boleh keluar. Saya berada di dalam, tapi
mengikuti semuanya melalui siaran radio. *

*Luar biasa. Itu adalah siaran radio yang panjang. Dimulai dengan upacara di
Batavia, upacara penyerahan pemerintahan kepada Sultan Hamengku Buwono IX
oleh Wakil Tinggi Mahkota Belanda Tony Lovink. Sesudah itu diperdengarkan
upacara yang berlangsung di Amsterdam, di Istana Op de Dam. Di situ Ratu
Juliana menyerahkan kedaulatan Belanda atas Hindia Belanda kepada Mohamad
Hatta, pemimpin delegasi Indonesia. Itulah yang kami dengar. *

*Ada satu saat yang selalu saya ingat, walaupun itu hanya saya ketahui
melalui siaran radio, dan tidak melihatnya sendiri. Sesudah penandatanganan
itu, Sultan Hamengku Buwono dan Tony Lovink keluar, berdiri di depan Istana.
Di sana bendera Belanda diturunkan lalu, sebentar terdengar sorakan, tapi
segera berhenti. Tampaknya orang Indonesia juga menganggapnya sebagai saat
yang dramatis. Mereka lalu diam. Suasana sunyi. Sesudah itu bendera
Indonesia dikibarkan. Ada kecelakaan kecil, karena bendera itu sempat
tertahan. Seorang prajurit Belanda membantu prajurit TNI membereskannya,
lalu tibalah saat yang dinanti-nanti, sang saka merah putih berkibar. Dan
ribuan orang bersorak-sorai. Itu saya dengar dari radio. Tapi saya juga
mendengar sorakan aslinya, karena waktu itu saya tidak jauh dari Istana. *

*Yang kami dengarkan adalah siaran dalam bahasa Belanda. Yang masih saya
ingat adalah, sebelum itu siarannya selalu diakhiri dengan kalimat "Anda
telah mendengar siaran radio zaman peralihan." Tetapi selesai upacara
penyiarnya mengakhiri siaran dengan kalimat: "Demikian siaran Radio Republik
Indonesia." Saya kaget, mengapa begitu? Tapi saya segera sadar, sekarang
sudah menjadi Radio Republik Indonesia. Batavia juga sudah menjadi Jakarta.
*

*Dua Sumber*
Dari penuturan Herman Burgers tadi bisa disimpulkan ada dua upacara pada
tanggal 27 Desember 1949 itu, upacara pertama berlangsung di Jakarta dan
kedua di Amsterdam. Tetapi masih ada upacara penyerahan kedaulatan yang
ketiga. Upacara ini tidak disiarkan oleh radio.

Herman Burgers: *Di Yogyakarta juga berlangsung upacara di Gedung Negara,
yang merupakan rapat KNIP Komite Nasional Indonesia Pusat. Soekarno, pada
pertemuan ini, pertama-tama menyerahkan tugas-tugas kepresidenannya untuk
sementara kepada Assaat, ketua KNIP. Sesudah itu, Assaat, sebagai wakil
Republik Indonesia yang didirikan pada tanggal 17 Agustus 1945, menyerahkan
kedaulatan Republik Indonesia kepada Republik Indonesia Serikat yang
diwakili oleh presiden terpilihnya, itulah Soekarno sendiri. *

*Yang bagi saya penting adalah tindakan simbolisnya. Assaat menyerahkan
sebuah kotak kayu berisi bendera yang pada tanggal 17 Agustus 1945
dikibarkan di Pegangsaan Timur 56. Bendera itu dijahit sendiri oleh
Fatmawati. *

*Upacara ini harus berlangsung karena kedaulatan Indonesia tidak hanya
berdasarkan pada yang diterimanya dari Belanda. Itu bisa dikatakan sebagai
pengakuan dan penarikan mundur Belanda. Selain itu kedaulatan Indonesia
pertama-tama juga didasarkan pada Proklamasi 17 Agustus 1945. Itulah sumber
dan fundamen kedaulatan Indonesia. Kedaulatan itu kemudian diwakili oleh
bendera yang berasal dari tahun 1945. Waktu itu bendera ini diserahkan
kepada Presiden Soekarno. *

*Jadi bisa disimpulkan bahwa kedaulatan Indonesia berasal dari dua sumber.
Sumber pertama adalah kolonialisme Belanda, penyerahannya terjadi di
Amsterdam. Dan kedua adalah nasionalisme Indonesia yang diwakili oleh
bendera yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945. *

Kedaulatan yang bersumber pada proklamasi itu jelas luar biasa. India
misalnya menerima kedaulatan dari Inggris. Tapi Indonesia dari proklamasinya
sendiri. Bisakah dikatakan Indonesia merupakan perkeculian?

*Bukan Dihadiahkan*
Herman Burgers: *Memang sulit menemukan contoh lain. Tentu saja Amerika
Serikat, yang memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 4 Juli 1776. Itu
memang berarti perang melawan Inggris sebagai penguasa Amerika. Perang itu
berlangsung selama bertahun-tahun. Kemudian, pada tanggal 3 September 1783,
di Paris dicapai perjanjian perdamaian antara Inggris dengan Amerika
Serikat. Waktu itu Britania mengakui Amerika sebagai negara merdeka.*

*Itu bisa disamakan dengan penyerahan kedaulatan yang berlangsung di
Amsterdam. Kedaulatan Amerika Serikat didasarkan pada pernyataan kemerdekaan
yang berlangsung tahun 1776. Itu mereka sebut sebagai independence day, hari
kemerdekaan. Itulah dasar kedaulatan orang Amerika, dan bukan kesepakatan
tahun 1783 dengan Inggris. Itu bukan urusan Amerika, itu cuma pengakuan
orang Inggris bahwa mereka kalah dalam menghalangi kemerdekaan Amerika. *

*Kemerdekaan yang sebenarnya bagi Amerika adalah 4 Juli 1776 dan bagi
Indonesia adalah 17 Agustus 1945. Patut saya tegaskan upacara di Yogya itu
sering dilupakan orang, tapi itu sangat penting karena merupakan bukti bahwa
kedaulatan Indonesia bersumber pada proklamasi 17 Agustus. *

Belanda sampai sekarang tidak pernah mengakui proklamasi kemerdekaan 17
Agustus itu. Paling banter pada tahun 2005 Belanda hanya menerima secara
moral proklamasi itu. Jelas Indonesia juga tidak perlu menuntut  Belanda
supaya mengakui 17 Agustus. Justru tanpa pengakuan Belanda, Proklamasi 17
Agustus merupakan kebanggaan Indonesia. Kebanggaan, karena kemerdekaan itu
direbut dan diperjuangkan, bukan dihadiahkan.
 ------------------------------
*URL sumber:*
http://www.rnw.nl/article/upacara-ketiga-dan-sumber-kedaulatan-indonesia
 *Links:*
 *Images:*
[i1]
http://www.rnw.nl/data/files/images/lead/article/2011/03/garoedaooeivaar.jpg
[i2] http://www.rnw.nl/

Kirim email ke