KUNAON WALANDA TEU NGAKU PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945? tiasa dibaca dina bukuna Mr. Muhammad Yamin, Paris 26 jan 1952 , Jakarta 17 agustus 1950 dina judul "PROKLAMASI dan KONSTITUSI" penerbit DJAMBATAN hn*R3M
2011/3/6 Ki Hasan <[email protected]> > > > > Dipublikasikan pada *Radio Nederland Wereldomroep* (http://www.rnw.nl) > > ------------------------------ > Upacara Ketiga dan Sumber Kedaulatan Indonesia > Oleh *Joss Wibisono* > Dibuat *4 Maret 2011 14:13* > > *Penyerahan kedaulatan Indonesia oleh Belanda dilakukan dalam dua upacara, > tapi sebenarnya ada upacara yang ketiga yang lebih penting lagi. * > > > Upacara ini menegaskan bahwa sumber kedaulatan Indonesia sebagai negara > merdeka tetap proklamasi 17 Agustus 1945. > > *Ogah baca? Dengar/unduh saja versi audionya dengan mengklik ujung tanda > panah berikut:* > > Selama ini, soal penyerahan kedaulatan Indonesia dari Belanda pada tanggal > 27 Desember 1949, kita mengenal dua upacara. Upacara pertama berlangsung di > Amsterdam, di Istana Op de Dam, dihadiri oleh Wakil Presiden Mohamad Hatta, > sekaligus perdana menteri, sebagai pemimpin delegasi Indonesia dan Ratu > Juliana serta segenap kabinet Belanda. > > Upacara kedua berlangsung di Istana Negara, Jakarta, dihadiri oleh wakil > tinggi mahkota Belanda di Indonesia Tony Lovink dan Sri Sultan Hamengku > Buwono IX, sebagai wakil perdana menteri. > > *Kecelakaan Kecil* > Tapi tahukah Anda ada upacara ketiga yang berlangsung di Yogyakarta? Dan > itu terjadi antara pihak Indonesia sendiri? Kisah tentang upacara ketiga ini > tertera dalam buku De Garoeda en de Ooievaar, artinya Garuda dan Burung > Bangau, karya Herman Burgers. Sebagai orang Belanda yang mengikuti upacara > penyerahan kedaulatan itu dari jarak tidak sampai 100 meter dari Istana > Negara di Jakarta, Herman Burgers yang sekarang berusia 86 tahun, dalam buku > setebal 800 halaman, menuliskan pengalamannya menjadi saksi terbentuknya > Indonesia merdeka. > > Herman Burgers: *Saya berada di Jakarta pada tanggal 27 Desember 1949, > ketika berlangsung upacara penyerahan kedaulatan itu. Tidak banyak yang saya > lihat, karena sebagai militer, pada hari itu dan keesokan harinya, kami > berada di dalam tangsi, tidak boleh keluar. Saya berada di dalam, tapi > mengikuti semuanya melalui siaran radio. * > > *Luar biasa. Itu adalah siaran radio yang panjang. Dimulai dengan upacara > di Batavia, upacara penyerahan pemerintahan kepada Sultan Hamengku Buwono IX > oleh Wakil Tinggi Mahkota Belanda Tony Lovink. Sesudah itu diperdengarkan > upacara yang berlangsung di Amsterdam, di Istana Op de Dam. Di situ Ratu > Juliana menyerahkan kedaulatan Belanda atas Hindia Belanda kepada Mohamad > Hatta, pemimpin delegasi Indonesia. Itulah yang kami dengar. * > > *Ada satu saat yang selalu saya ingat, walaupun itu hanya saya ketahui > melalui siaran radio, dan tidak melihatnya sendiri. Sesudah penandatanganan > itu, Sultan Hamengku Buwono dan Tony Lovink keluar, berdiri di depan Istana. > Di sana bendera Belanda diturunkan lalu, sebentar terdengar sorakan, tapi > segera berhenti. Tampaknya orang Indonesia juga menganggapnya sebagai saat > yang dramatis. Mereka lalu diam. Suasana sunyi. Sesudah itu bendera > Indonesia dikibarkan. Ada kecelakaan kecil, karena bendera itu sempat > tertahan. Seorang prajurit Belanda membantu prajurit TNI membereskannya, > lalu tibalah saat yang dinanti-nanti, sang saka merah putih berkibar. Dan > ribuan orang bersorak-sorai. Itu saya dengar dari radio. Tapi saya juga > mendengar sorakan aslinya, karena waktu itu saya tidak jauh dari Istana. * > > *Yang kami dengarkan adalah siaran dalam bahasa Belanda. Yang masih saya > ingat adalah, sebelum itu siarannya selalu diakhiri dengan kalimat "Anda > telah mendengar siaran radio zaman peralihan." Tetapi selesai upacara > penyiarnya mengakhiri siaran dengan kalimat: "Demikian siaran Radio Republik > Indonesia." Saya kaget, mengapa begitu? Tapi saya segera sadar, sekarang > sudah menjadi Radio Republik Indonesia. Batavia juga sudah menjadi Jakarta. > * > > *Dua Sumber* > Dari penuturan Herman Burgers tadi bisa disimpulkan ada dua upacara pada > tanggal 27 Desember 1949 itu, upacara pertama berlangsung di Jakarta dan > kedua di Amsterdam. Tetapi masih ada upacara penyerahan kedaulatan yang > ketiga. Upacara ini tidak disiarkan oleh radio. > > Herman Burgers: *Di Yogyakarta juga berlangsung upacara di Gedung Negara, > yang merupakan rapat KNIP Komite Nasional Indonesia Pusat. Soekarno, pada > pertemuan ini, pertama-tama menyerahkan tugas-tugas kepresidenannya untuk > sementara kepada Assaat, ketua KNIP. Sesudah itu, Assaat, sebagai wakil > Republik Indonesia yang didirikan pada tanggal 17 Agustus 1945, menyerahkan > kedaulatan Republik Indonesia kepada Republik Indonesia Serikat yang > diwakili oleh presiden terpilihnya, itulah Soekarno sendiri. * > > *Yang bagi saya penting adalah tindakan simbolisnya. Assaat menyerahkan > sebuah kotak kayu berisi bendera yang pada tanggal 17 Agustus 1945 > dikibarkan di Pegangsaan Timur 56. Bendera itu dijahit sendiri oleh > Fatmawati. * > > *Upacara ini harus berlangsung karena kedaulatan Indonesia tidak hanya > berdasarkan pada yang diterimanya dari Belanda. Itu bisa dikatakan sebagai > pengakuan dan penarikan mundur Belanda. Selain itu kedaulatan Indonesia > pertama-tama juga didasarkan pada Proklamasi 17 Agustus 1945. Itulah sumber > dan fundamen kedaulatan Indonesia. Kedaulatan itu kemudian diwakili oleh > bendera yang berasal dari tahun 1945. Waktu itu bendera ini diserahkan > kepada Presiden Soekarno. * > > *Jadi bisa disimpulkan bahwa kedaulatan Indonesia berasal dari dua sumber. > Sumber pertama adalah kolonialisme Belanda, penyerahannya terjadi di > Amsterdam. Dan kedua adalah nasionalisme Indonesia yang diwakili oleh > bendera yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945. * > > Kedaulatan yang bersumber pada proklamasi itu jelas luar biasa. India > misalnya menerima kedaulatan dari Inggris. Tapi Indonesia dari proklamasinya > sendiri. Bisakah dikatakan Indonesia merupakan perkeculian? > > *Bukan Dihadiahkan* > Herman Burgers: *Memang sulit menemukan contoh lain. Tentu saja Amerika > Serikat, yang memproklamasikan kemerdekaannya pada tanggal 4 Juli 1776. Itu > memang berarti perang melawan Inggris sebagai penguasa Amerika. Perang itu > berlangsung selama bertahun-tahun. Kemudian, pada tanggal 3 September 1783, > di Paris dicapai perjanjian perdamaian antara Inggris dengan Amerika > Serikat. Waktu itu Britania mengakui Amerika sebagai negara merdeka.* > > *Itu bisa disamakan dengan penyerahan kedaulatan yang berlangsung di > Amsterdam. Kedaulatan Amerika Serikat didasarkan pada pernyataan kemerdekaan > yang berlangsung tahun 1776. Itu mereka sebut sebagai independence day, hari > kemerdekaan. Itulah dasar kedaulatan orang Amerika, dan bukan kesepakatan > tahun 1783 dengan Inggris. Itu bukan urusan Amerika, itu cuma pengakuan > orang Inggris bahwa mereka kalah dalam menghalangi kemerdekaan Amerika. * > > *Kemerdekaan yang sebenarnya bagi Amerika adalah 4 Juli 1776 dan bagi > Indonesia adalah 17 Agustus 1945. Patut saya tegaskan upacara di Yogya itu > sering dilupakan orang, tapi itu sangat penting karena merupakan bukti bahwa > kedaulatan Indonesia bersumber pada proklamasi 17 Agustus. * > > Belanda sampai sekarang tidak pernah mengakui proklamasi kemerdekaan 17 > Agustus itu. Paling banter pada tahun 2005 Belanda hanya menerima secara > moral proklamasi itu. Jelas Indonesia juga tidak perlu menuntut Belanda > supaya mengakui 17 Agustus. Justru tanpa pengakuan Belanda, Proklamasi 17 > Agustus merupakan kebanggaan Indonesia. Kebanggaan, karena kemerdekaan itu > direbut dan diperjuangkan, bukan dihadiahkan. > ------------------------------ > *URL sumber:* > http://www.rnw.nl/article/upacara-ketiga-dan-sumber-kedaulatan-indonesia > *Links:* > *Images:* > [i1] > http://www.rnw.nl/data/files/images/lead/article/2011/03/garoedaooeivaar.jpg > [i2] http://www.rnw.nl/ > > >
