Kacida bagjana meureunan mun kuring kabagean ngalaman nyaksian kiamat bumi alam 
nepi ka annggeusna, pangalaman nu moal kaalaman ku sagala jelema saencan jeung 
saeunggeusna jaman kuring. Ngan ceuk itungan fisika mah lila keneh jeung sigana 
moal katungguan ku kuring kajaba dipasihan reinkarnasi terus-terusan ku Nu Maha 
Kawasa.
------------------
si ilen nu hayang hirup sehat mernah tumaninah sarebu taun deui.....meunang wae 
ari kahayang mah pan?.
  

________________________________

From: Gunawan Yusuf <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tue, March 8, 2011 9:25:37 AM
Subject: Re: [kisunda] Sanggeus Libia, Giliran Arab Hareeng!

kuayana reformasi di  timteng mudah mudahan tiasa ngarobah sistem kekuasan 
absolut, nitenan hiji hadits (shahih) yen Imam Mahdi disusul ku Nabi Isa bakal 
muncul di timteng, sanggeus hiji raja arab maot, bakal mawa kasejahteraan umat 
jeung oge tanda tanda kiamat, wallou alam


2011/3/6 Ki Hasan <[email protected]>

  
>Arab Saudi Siaga Kerusuhan  
>Minggu, 06 Maret 2011 | 08:48 WIB
>TEMPO Interaktif, Riyadh - Pemerintah Arab Saudi menggerakkan ribuan personel 
>keamanan ke kota-kota di provinsi muslim Syiah di timur laut. Di jalan tol 
>menuju Dammam dan kota kota di wilayah itu tampak lusinan kendaraan militer 
>dan 
>bus penuh tentara berjalan beriringan. "Pemerintah Arab Saudi mengerahkan 10 
>ribu anggota pasukan keamanan ke provinsi muslim Syiah di timur laut itu," 
>tulis 
>harian The Independent dan Telegraph kemarin.
>
>Pengerahan pasukan itu dipicu demonstrasi di wilayah tersebut pada Jumat lalu. 
>Ratusan pendemo berpawai di Kota Al-Hufuf, Al-Ahsa, dan Al-Qatif. Mereka 
>mengecam penahanan Sheikh Tawfiq al-Amer. Ulama Syiah itu ditangkap 25 
>Februari 
>lalu setelah mengirim sebuah petisi agar Arab Saudi seharusnya menjadi monarki 
>konstitusional. Dalam demonstrasi yang diprovokasi oleh pemberontakan Syiah di 
>Bahrain itu, sedikitnya 22 demonstran di Qatif diciduk. Qatif adalah area yang 
>paling banyak dihuni warga muslim Syiah.
>
>Demonstrasi juga terjadi di Ibu Kota Riyadh untuk pertama kalinya. Sekitar 200 
>demonstran berkumpul di depan Masjid Al-Rajhi, Riyadh. Massa memprotes 
>pemerintah yang dinilai korup. Saat helikopter polisi terbang di atas massa, 
>mereka berteriak, "Pencuri, pencuri, di mana uang 200 miliar riyal?"
>
>Oposisi Arab Saudi menyatakan gerakan ini baru permulaan. Mereka berencana 
>menggalang paling tidak 20 ribu warga Riyadh dan provinsi-provinsi timur laut 
>dalam enam hari ke depan untuk menuntut pemberantasan korupsi. Jika mungkin, 
>mereka juga ingin mendepak Keluarga Saud yang berkuasa.
>
>Untuk menggalang dukungan, mereka menggunakan e-mail dan Facebook. Melalui 
>media 
>ini mereka mengajak warga muslim Sunni bergabung dalam demonstrasi besar 
>bertajuk "Hari Kemarahan" pada 11 Maret mendatang. Mereka berencana 
>menempatkan 
>para perempuan yang ikut protes di garis depan buat mencegah pasukan keamanan 
>menembaki mereka selama demonstrasi.
>
>Untuk meredam amarah rakyat, Raja Abdullah, dua pekan lalu, membagikan paket 
>uang kontan senilai US$ 36 miliar kepada rakyat. Dia juga mengampuni sejumlah 
>tahanan politik dan menaikkan gaji pegawai negeri sebesar 15 persen. Selain 
>itu, 
>Abdullah mengancam pemerintah Bahrain. Dia menegaskan, jika Bahrain tak 
>memadamkan revolusi Syiah, pasukannyalah yang akan membereskan.The Independent 
>| 
>Press TV | Reuters | dwi arjanto
>http://www.tempointeraktif.com/hg/timteng/2011/03/06/brk,20110306-317887,id.html

>




      

Kirim email ke