Ceuk urang dinya mah marapu mah adat nunjukeun hurmat, cinta ka leluhur, ari 
agama na mah mayoritas katolik, sabagean leutik karesten.

Makarya Mawa Raharja




________________________________
Dari: Roza R. Mintaredja <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sen, 14 Maret, 2011 17:37:23
Judul: Re: [kisunda] Budaya - Pasola, Pesta Rakyat Sumba?

  
cing Baraya aya anu uninga, kumaha bag baganna agama MARAPU teh?


2011/3/6 Ki Hasan <[email protected]>

  
>Cing sugan aya baraya nu kungsi ngaprak ka Sumba, cing dongengkeun 
>pangalamanana.
>
>
>
>
>Dipublikasikan pada Radio Nederland Wereldomroep (http://www.rnw.nl)
>________________________________

>Pasola, Pesta Rakyat Sumba
>Oleh Alfons Lasedu
>Dibuat 2 Maret 2011 14:18
> 
>Sumba, pulau padang savana dengan kuda-kuda liar menjelajah pulau berbatu 
>warisan leluhur. Hewan unggulan standar mondial itu merambah maraknya perang 
>akbar Pasola, perang melempar lembing kayu sambil memacu kuda.
>Pasola adalah bagian dari serangkaian upacara tradisionil yang dilakukan warga 
>Sumba NTT yang masih menganut agama asli yang disebut Marapu. Setiap bulan 
>Februari - Maret serangkaian upacara adat dilakukan dalam rangka memohon restu 
>Yang Maha Kuasa agar supaya panen berhasil dengan baik. Puncak dari 
>serangkaian 
>upacara adat yang dilakukan beberapa hari sebelumnya adalah apa yang disebut 
>Pasola.
>Pasola adalah 'perang-perangan' yang dilakukan oleh dua kelompok berkuda. 
>Setiap 
>kelompok berjumlah 100 pemuda bersenjakan tombak yang dibuat dari kayu 
>berdiameter kira-kira1,5 cm yang ujungnya dibiarkan tumpul. Walaupun tombak 
>tersebut tumpul, pasola kadang-kadang memakan korban bahkan korban jiwa. Tidak 
>ada dendam dalam pasola. Korban justru dipandang sebagai 'berkat'.
>Nama Sumba atau Humba berasal dari nama ibu model Rambu Humba, istri kekasih 
>hati Umbu Mandoku, salah satu peletak landasan suku-suku atas kabisu-kabisu 
>Sumba. Dua pertiga penduduknya adalah pemeluk yang khusuk berbakti kepada 
>arwah 
>para leluhurnya, khususnya kepada bapak besar bersama, sang pengasal semua 
>suku. 
>Marapu menurut petunjuk dan perhitungan para Rato, Pemimpin Suku dan Imam 
>agung 
>para Merapu. Altar megalik dan batu kuburan keramat yang menghias setiap 
>jantung 
>kampung dan dusun (paraingu) adalah bukti pasti akan kepercayaan animisme itu.
>Pasola diselenggarakan di Sumba Barat bulan Februari di Kodi dan Lamboya dan 
>bulan Maret di Wanokaka. Pasola menjadi klimaks seluruh rangkaian kegiatan 
>upacara tradisional warga Sumba.
>Bagaimana dalam prakteknya sekarang ? Ikuti rangkuman dialog interkatif dengan 
>bung Heinrich Dengi dari Radio MAX FM mitra Ranesi di Waingapu dan bupati 
>Sumba 
>Barat Jubilate Pandango yang lebih akrab dipanggil pak Yubi.
> 
>       * 
>       * 
>       * << >>
________________________________

>URL sumber: http://www.rnw.nl/article/pasola-pesta-rakyat-sumba
>Links:
>Images:
>[i1] http://www.rnw.nl/data/files/images/lead/article/2011/03/pasola-baru.jpg
>[i2] Bapak Bupati Sumba Barat Jubilate Pandango -- 
>http://www.rnw.nl/data/files/images/image/article/2011/03/jubilate-edit.jpg
>[i3] Pasola -- 
>http://www.rnw.nl/data/files/images/image/article/2011/03/pasola_3.jpg
>[i4] Radio MAX FM Waingapu -- 
>http://www.rnw.nl/data/files/images/image/article/2011/03/eadio_max_fm_waingapu.jpg
>
>
>



Kirim email ke