Kabar Baduy Dari Riksa Budaya Sunda 2011Apr 12, '11 12:52 PM
for everyone

*(Tulisan ini copy paste dari penulisnya, semoga tergugah atas apa yg
terjadi. Silahkan baca tentang masyarakat
Kanekes/Baduy<http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Kanekes>
  terlebih dahulu)*

*by : Derry Hudaya
*

*Dalam* Riksa Budaya Sunda 2011 yang diselenggarakan di kampus UPI (4-9
April) oleh mahasiswa  dari Jurusan Pendidikan Bahasa Daerah , saya bertemu
dengan salah seorang warga Baduy yang berjualan kerajinan berupa iket, tas,
gelang, kalung dsb. Produk tersebut menjadi sumber penghidupan selain dari
hasil cocok-tanam, kalau saja bisa terjual dengan harga wajar. Sayangnya
banyak pembeli yang terlihat sangat mengerti tentang arti dari produk
kebudayaan (yang sering terdengar dari percakapannya), tapi tidak mampu
mengaplikasikan. Hanya mau membeli dengan harga murah. barangkali karena
penjualnya tidak punya nama atau gelar budayawan atau seniman? sehingga
mereka menyamaratakan produk kebudayaan yang dijualnya dengan ikan asin peda
atau es krim?



Kata orang Baduy yang tidak terlalu pintar dengan tekhnik jual-beli ala
“modern”: Tidak apa-apa dibeli dengan harga murah juga. Yang beli kan masih
sodara, masih orang Sunda. Kasihan mau pake gelang tapi tidak punya uang.”



Tidak heran kalau dia sering sekali gulung tikar. Hasil penujalannya habis
oleh biaya produksi dan transfortasi.





*Melalu*i beberapa gelas kopi dan rokok yang dinikmati bersama, saya bisa
mendapatkan informasi bagaimana keadaan masyarakat Baduy sekarang.Mereka
gelisah dan kebingungan. Sebabnya memang sangat klasik, diusik oleh
pihak-pihak yang serlalu bicara lantang di televisi tentang kebudayaan yang
harus dilindungi dan dijunjung tinggi ...... dan sebagainya lagi. Tapi di
belakang layar mereka  menjadi anjing. Ya, anjing! Kalau bocah cilik
masyarakat Sunda yang belum sekolah, menyebutnya “gogog”. Anjing itu, saat
ini sedang menyantap Baduy seperti tulang.



Orang asing dari mancanegara yang sangat diharamkan memasuki wilayah Baduy,
sering tidak diketahui kedatangannya. Tahu-tahu mereka sudah keluar dari
Baduy Dalam  (wilayah Baduy yang hanya dihuni oleh para tetua kampung adat
dan dianggap sebagai tempat suci). Warga baduy juga tidak mengetahui mereka
bisa masuknya lewat mana. Mereka bisa pergi tanpa ada sangsi dari
siapapun. Lalu aparat Banten bagaimana?  Menanggapi pertanyaan itu, dia
hanya tersenyum.



Rahasia-rahasia masarakat Baduy yang memang sangat dirahasiakan, telah
dibongkar dan dibukukan oleh anjing-anjing tadi. Buku itu telah disebar
luaskan. Ironisnya lagi, masarakat Baduy yang tidak bisa membaca pun
diberinya beberapa. Masarakat Baduy yang ahirnya tahu tentang isi buku
tersebut, bisa apa lagi selain gelisah dan memaki  angin.



Setelah keadaan Baduy diketahui oleh anjing-anjing yang lebih senior, di
sana didirikan pula tambang minyak yang tentunya menjadi kegelisahan baru
yang tidak bisa terbayangkan lagi ketika saya mendengarnya.



Beberapa budayawan,seniman, serta mahasiswa (semuanya asli bukan hanya
status) telah melakukan beberapa bentuk protes atas kejadian-kejadian
tersebut. Hasilnya, menurut orang Baduy, semakin menggelisahkan karena tidak
ada pencerahan sama sekali.



Ketika menulis catatan ini, saya masih mengingat bisikannya kemarin sore
sebelum beliau pulang kembali ke Baduy: *gera hudang ulah tiris bae, lawan
ku seuneu, seuneu nu tiis. Gera tulungan, Baduy geus gareheng. Lain ku panas
lain ku usum halodo..... *Segeralah bangun jangan bersikap dingin, lawan
oleh api, api yang dingin. Cepat tolong Baduy yang telah gosong. Bukan
gosong karena panas musim kemarau....





*12 April 2011* hutan di Baduy diledakan. Mungkin untuk mengambil minyaknya.
Beberapa teman yang ada disana memberitahukan ini lewat sms yang sangat
mesra. Sehingga tidak bisa memberikan informasi secara rinci.


*Mohon maaf kalau catatan ini tidak sesuai dengan kaidah penulisan yang
benar. tapi saya sangat berharap informasi ini bisa menggugah hati pembaca
untuk menuliskannya kembali dalam bentuk yang lebih baik untuk
diinformasikan ke masarakat luas. Karena siapa tahu, hari ini baduy, dan
beberapa waktu selanjutnya kampung kita sendiri yang akan dieksploitasi.
Ahirnya melumpuhkan semua daerah.

http://shesleep.multiply.com/journal/item/68/Kabar_Baduy_Dari_Riksa_Budaya_Sunda_2011
*
2011/4/22 Tubagus Rifki L <[email protected]>

>
>
> Ieu mah pantes disebat 'nu teu tartib' adu renyom jeung 'nu teu tartib.'
>
> Urang Baduy moal wasa 'demo' jiga 'nu teu tartib' komo nuntut ieu nuntut
> itu.
>
> Perlu atawa heunteu Baduy ka 'nu teu tartib,' nu teu tartib rek jojong moal
> tartib mun Godzilla teu malire lingkungan di mana manehna dibere
> 'kakawasaan' ku nagara 'nu teu tartib' jang ngubek-ngubek minyak nu bakal di
> peser kangge Inova kang JP.
>
> Ongkarana Sangtabean Pukulun Sembah Rahayu.
>

Kirim email ke