Baduy Jadi Bahan EksploitasiApr 14, '11 4:39 AM for everyone RANGKASBITUNG – Keberadaan masyarakat Baduy Dalam di Leuwidamar, Kabupaten Lebak, menarik sejumlah pihak untuk datang. Dalihnya membawa program kepedulian, padahal di dalamnya hanyalah eksploitasi semata. Demikian ditegaskan Ace Sumirsa Ali, aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Bitung. Kata dia, masyarakat adat Baduy yang kukuh memegang teguh adat istiadat memang menjadi daya tarik tersendiri dan memicu kepenasaran sejumlah pihak untuk berkunjung ke Leuwidamar. Misalnya dengan membawa program pemberdayaan padahal membawa misi terselubung. “Tahun lalu ada misionaris dan sudah diusir warga di kawasan sekitar Baduy. Tahun 2010 ini juga ada pula orang asing yang mengatasnamakan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pendampingan menenun kain khas Baduy. Padahal orang asing itu belum tentu paham soal kebutuhan ekonomi masyarakat Baduy,” terangnya kepada wartawan, Sabtu (27/3). Ace Sumirsa Ali menuding, keberadaan warga asing ini akan sangat memengaruhi sosial budaya warga Baduy dan akan mengubah kultur masyarakat setempat yang dikenal amat kukuh memegang teguh petunjuk leluhur. “Keteguhan warga Baduy itu yang membanggakan semua pihak. Karenanya jangan ada upaya memengaruhi kebudayaan mereka, apalagi mengarahkannya pada masyarakat yang liberalis dan hedonis,” tambah Ace. Anggota Komisi Transparansi dan Partisipasi (KTP) Kabupaten Lebak Ahmad Taufik memperkuat pernyataan LSM Bitung. Kata Taufik, orang asing yang peduli pada Baduy mestilah orang yang memahami keberadaan Baduy. “Kami mencurigai ada misi terselubung yang dilakukan orang asing yang membawa program ke Baduy. Ini harus diwaspadai, sebab Baduy merupakan aset Banten yang sekaligus juga aset nasional yang harus dilestarikan dan jangan sampai ada pihak yang mengobok-obok,” terangnya. (man)
sumber : http://radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=53578 (Senin, 29-Maret-2010, 07:38:10) ----------------------- Tambahan dari Derry Hudaya (mahasiswa UPI) sayangnya dalam tulisan diatas tidak disebutkan bagaimana pengaruh pengeboran minyak pada ketentraman masyarakat baduy. media massa lainnya juga tidak ada yang berani memberitakan. masyarakat baduy mengalami penderitaan, dan kita tidak mengetahui apa-apa. beberapa pesan singakt yang saya terima dari rekan-rekan yang ada disana: kasadayana lamun bener daerah baduy ata lembur urang, cing gera tulungan yen daerah atanapi lembur urang ges tereh aweh.. tulungan kami ges hampir te kuat ngekehan leweng jeng lembur.. 12 April 2011 jam 11:24 urang-urang kami tadi ngumpul nyaritakeun kumaha lembur urang..ges aya dei wae gunung nu dibitukeun nepi k disada blug beh.. tulung kami didie. sebarkeun sms iye, baduy ges haredangen, haredangen lain kuhalodo panas? 12 April 2011 , 11:21 http://shesleep.multiply.com/journal/item/69 2011/4/22 Tubagus Rifki L <[email protected]> > > > Ieu mah pantes disebat 'nu teu tartib' adu renyom jeung 'nu teu tartib.' > > Urang Baduy moal wasa 'demo' jiga 'nu teu tartib' komo nuntut ieu nuntut > itu. > > Perlu atawa heunteu Baduy ka 'nu teu tartib,' nu teu tartib rek jojong moal > tartib mun Godzilla teu malire lingkungan di mana manehna dibere > 'kakawasaan' ku nagara 'nu teu tartib' jang ngubek-ngubek minyak nu bakal di > peser kangge Inova kang JP. > > Ongkarana Sangtabean Pukulun Sembah Rahayu. >
