> "Roza R. Mintaredja" <roza.kalasunda@...> wrote:
> kamari uin ngobrol di jkt, cnah di majalah tempo aya survey anu 
> ngadata
> satuju 80% bom bunuh diri keur jihad
> di kalangan para guru agama jeung guru sd.
> cik mang H, naha leres aya data eta di tempo?

Bah Oca, nu kapendak ku kuring mah artikel ti Koran Tempo teh ieu:

Koran Tempo 26 April 2011
Pelajar menganggap Pancasila tak lagi relevan.

Mayoritas pelajar di Jakarta dan sekitarnya ternyata cenderung setuju menempuh 
aksi kekerasan untuk menyelesaikan masalah agama dan moral. Fenomena ini 
terungkap dari hasil survei yang dilakukan Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian 
(LaKIP) yang digelar selama Oktober 2010-Januari 2011.

"Yang mencengangkan, sikap radikal dan tidak toleran itu tak hanya dimiliki 
para siswa, tapi juga guru agama,"kata Bambang Pranowo, direktur lembaga kajian 
ini, kepada Tempo di Jakarta kemarin. Guru besar Universitas Islam Negeri 
Jakarta ini mengaku tertarik meneliti "radikalisasi"di kalangan pelajar karena 
melihat banyaknya anak muda usia belasan tahun yang jadi pelaku bom bunuh diri. 
"Kami ingin tahu seperti apa persepsi dan sikap para remaja itu terhadap 
keberagaman."

Survei dilakukan di 59 sekolah swasta dan 41 sekolah negeri.Tak satu pun 
madrasah diambil jadi sampel. Hasilnya? Saat ditanya apakah mereka bersedia 
terlibat dalam aksi kekerasan yang terkait dengan agama dan moral, 48,9 persen 
siswa menyatakan bersedia."Yang paling mengagetkan: belasan siswa menyetujui 
aksi ekstrem bom bunuh diri,"katanya.

Dalam penelitian yang juga sudah dirilis beberapa media itu, Bambang pun 
mengungkapkan, para pelajar itu menganggap Pancasila sudah tidak relevan lagi 
sebagai dasar negara. Ia berpendapat, tumbuh suburnya sikap radikal di kalangan 
pelajar dan guru agama di sekolah umum itu karena agama Islam sering diajarkan 
secara eksklusif."Hanya dua jam satu minggu, sehingga mereka mencari jawaban 
moral dari luar sekolah."

Atas adanya kecenderungan ini, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal 
memastikan akan melakukan pengawasan berjenjang terhadap para siswa dan guru, 
termasuk mengubah pola pengajaran agama di sekolah.

KARTIKA C | MAHARDIKA | MARTHA RT| AMANDRA | WIDIARSI A 

Remaja dan Kekerasan Atas Nama Agama adikalisme, menyukai kekerasan, dan 
bersikap tiR dak toleran. Inilah yang kini menjangkiti mayoritas siswa SMP-SMA 
dan guru agama di Jakarta dan sekitarnya. Survei yang dilakukan Lembaga Kajian 
Islam dan Perdamaian (LaKIP) selama Oktober 2010-Januari 2011 menemukan 
fenomena yang mencengangkan tersebut. Berikut ini di antaranya: Bersediakah 
terlibat aksi kekerasan terkait dengan agama dan moral?
Bersedia. Siswa: 48,9 persen, Guru: 28,2 persen Bersediakah terlibat dalam aksi 
penyegelan serta perusakan rumah atau fasilitas milik aliran keagamaan lain?
Bersedia. Siswa: 41,1 persen, Guru: 22,7 persen Apakah bisa dibenarkan aksi 
pengeboman seperti yang dilakukan Imam Samudra, Amrozi, dan Noor Din M. Top?
Bisa. Siswa: 14,2 persen, Guru: 7,5 persen Setujukah jika syariat Islam 
diberlakukan?
Setuju. Siswa: 84,8 persen, Guru: 76,2 persen Apakah Pancasila masih relevan 
menjadi dasar negara?
Tidak. Siswa: 25,8 persen, Guru: 21,1 persen. METODE SURVEI: Wawancara tatap 
muka dengan kuesioner di 10 wila yah di Jabodetabek.

Penarikan sampel acak berdasarkan proporsi masing masing strata.

Batas kesalahan pengambilan sampel 3,6 persen un tuk guru, 3,1 persen untuk 
siswa POPULASI & KARAKTERISTIK RESPONDEN: GURU Populasi: 2.639 Sampel: 590 
Karakteristik: guru pendidikan agama Islam di SMP dan SMA SISWA Populasi: 
611.678 Sampel: 993 Karakteristik: Siswa SMP umum kelas XIV dan XIX, Siswa SMA 
kelas X, XI, XII. NASKAH DAN BAHAN: WIDIARSI AGUSTINA | KARTIKA CANDRA | DIOLAH 
DARI HASIL LAKIP 2011.




------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke