Nyaeta Bah Willy, kalah jadi 2-0 atuh. Nyaan pinter urang arab mah, pinter migunakeun jurus karuhun Sunda, "Batur Erek, Urang Enggeus" tea. Urang karek ribut rek moratorium, cenah bulan hareup, dipeupeuh, dipiheulaan ku urang Arab. Beu!
2011/6/30 Waluya <[email protected]> > ** > > > Geuning, jadi kapiheulaan ku Arab. Pamarentah urang mah kakara > ancang-ancang rek ngeureunkeun, Arab mah langsung we! > > > --- In [email protected], Ki Hasan <khs579@...> wrote: > > > > Arab Saudi Berhenti Pekerjakan TKI > > Kamis, 30/06/2011 - 14:13 > > > > JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah Arab Saudi memutuskan menghentikan semua > izin > > kerja bagi pembantu rumah tangga asal Indonesia dan Filipina. Keputusan > ini > > diambil akibat berbagai masalah terkait kondisi kerja para pekerja migran > > dari Asia Tenggara ini. > > > > Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi menegaskan keputusan ini efektif > berlaku > > mulai Sabtu (2/7). Demikian dilaporkan kantor berita Arab Saudi SPA. > > > > "Keputusan ini berbarengan dengan upaya membuka peluang merekrut pekerja > > rumah tangga dari sumber lain," kata juru bicara Kementerian Tenaga Kerja > > Arab Saudi Hattab bin Saleh al-Anzi. > > > > Keputusan ini mendahului moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia ke > > Arab Saudi yang dimulai 1 Agustus mendatang. > > > > Sementara itu, juru bicara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi > Faisol > > Reza mengatakan pemerintah belum mendapat kabar resmi soal masalah ini. > > Pemerintah kedua negara, kata Faisol, sudah kerap bertemu untuk > membicarakan > > soal kelangsungan pengiriman pekerja rumah tangga ke Arab Saudi. > > > > Dalam berbagai pembicaraan itu, lanjut Faisol, pemerintah sudah mendengar > > rumor soal rencana pemerintah Arab Saudi ini. "Namun, hingga kita umumkan > > moratorium pemerintah Arab Saudi belum memberitahukan soal keputusan > itu," > > kata Faisol saat dihubungi "BBC Indonesia". > > > > Meski demikian, pemerintah Indonesia sudah siap dengan kondisi seperti > ini > > karena selama sepekan ini Indonesia sudah tidak mengirimkan pekerja > migran > > ke Arab Saudi. > > > > "Pemerintah menganggap moratorium ini langkah yang paling tepat untuk > > perbaikan sistem ketenagakerjaan. Saya kira yang dilakukan pemerintah > Arab > > Saudi adalah bagian perbaikan sistem ketenagakerjaan negara itu," papar > > Faisol. > > > > Faisol menambahkan menteri tenaga kerja akan memanggil Dubes Arab Saudi > > untuk meminta penjelasan.(bbc/A-147)*** > > > > http://www.pikiran-rakyat.com/node/150374 > > 2011/6/25 Ki Hasan <khs579@...> > > > > > > Terkait Hukuman Mati Ruyati > > > Kedubes Arab Saudi Bantah Sampaikan Permintaan Maaf > > > Jumat, 24/06/2011 - 14:59 > > > > > > JAKARTA, (PRLM).- Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Indonesia > > > membantah telah menyampaikan permintaan maaf ke Menteri Luar Negeri > > > Indonesia karena tidak memberi tahu proses eksekusi mati tenaga kerja > > > Indonesia Ruyati. > > > > > >
