Upama wae pamarentahan SBY jiga nagri Arab dihandap  dina "menanggulangi" 
pasualan bangsa, jigana moal aya kajadian  kasus BLBI, Nunun jeung Nazaruddin 
kabur, jrrd.

Tapi SBY ngarasa jadi demokrat sajati, upama pasualan jadi "ngayayay" sabab ari 
demokrat sajati pan kudu nampung sagala aspirasi ti "berbagai pihak" samemeh 
nyokot hiji kabijakan. Upama "gerak cepat" nangtukeun hiji kawijakan, engke 
dituduh OTORITER jiga pangawasa Orde Baru. Tah kitu, anu "katangkep" ku kuring 
orasi SBY dina acara kuliah umum  anu diayakeun ku Himpunan Pengusaha Muda 
Indonesia sawatara waktu katukang.

mrachmatrawyani




________________________________
From: Ki Hasan <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, June 30, 2011 4:55:24 AM
Subject: Re: [kisunda] Re: "Maaf" Asli atawa Palsu?

  
Nyaeta Bah Willy, kalah jadi 2-0 atuh. Nyaan pinter urang arab mah, pinter 
migunakeun jurus karuhun Sunda, "Batur Erek, Urang Enggeus" tea. Urang karek 
ribut rek moratorium, cenah bulan hareup, dipeupeuh, dipiheulaan ku urang Arab. 
Beu!


2011/6/30 Waluya <[email protected]>

 
>  
>Geuning, jadi kapiheulaan ku Arab. Pamarentah urang mah kakara ancang-ancang 
>rek 
>ngeureunkeun, Arab mah langsung we!
>
>
>--- In [email protected], Ki Hasan <khs579@...> wrote:
>>
>> Arab Saudi Berhenti Pekerjakan TKI
>> Kamis, 30/06/2011 - 14:13
>> 
>> JAKARTA, (PRLM).- Pemerintah Arab Saudi memutuskan menghentikan semua izin
>> kerja bagi pembantu rumah tangga asal Indonesia dan Filipina. Keputusan ini
>> diambil akibat berbagai masalah terkait kondisi kerja para pekerja migran
>> dari Asia Tenggara ini.
>> 
>> Kementerian Tenaga Kerja Arab Saudi menegaskan keputusan ini efektif berlaku
>> mulai Sabtu (2/7). Demikian dilaporkan kantor berita Arab Saudi SPA.
>> 
>> "Keputusan ini berbarengan dengan upaya membuka peluang merekrut pekerja
>> rumah tangga dari sumber lain," kata juru bicara Kementerian Tenaga Kerja
>> Arab Saudi Hattab bin Saleh al-Anzi.
>> 
>> Keputusan ini mendahului moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia ke
>> Arab Saudi yang dimulai 1 Agustus mendatang.
>> 
>> Sementara itu, juru bicara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Faisol
>> Reza mengatakan pemerintah belum mendapat kabar resmi soal masalah ini.
>> Pemerintah kedua negara, kata Faisol, sudah kerap bertemu untuk membicarakan
>> soal kelangsungan pengiriman pekerja rumah tangga ke Arab Saudi.
>> 
>> Dalam berbagai pembicaraan itu, lanjut Faisol, pemerintah sudah mendengar
>> rumor soal rencana pemerintah Arab Saudi ini. "Namun, hingga kita umumkan
>> moratorium pemerintah Arab Saudi belum memberitahukan soal keputusan itu,"
>> kata Faisol saat dihubungi "BBC Indonesia".
>> 
>> Meski demikian, pemerintah Indonesia sudah siap dengan kondisi seperti ini
>> karena selama sepekan ini Indonesia sudah tidak mengirimkan pekerja migran
>> ke Arab Saudi.
>> 
>> "Pemerintah menganggap moratorium ini langkah yang paling tepat untuk
>> perbaikan sistem ketenagakerjaan. Saya kira yang dilakukan pemerintah Arab
>> Saudi adalah bagian perbaikan sistem ketenagakerjaan negara itu," papar
>> Faisol.
>> 
>> Faisol menambahkan menteri tenaga kerja akan memanggil Dubes Arab Saudi
>> untuk meminta penjelasan.(bbc/A-147)***
>> 
>> http://www.pikiran-rakyat.com/node/150374
>
> 2011/6/25 Ki Hasan <khs579@...>
>
>> 
>> > Terkait Hukuman Mati Ruyati
>> > Kedubes Arab Saudi Bantah Sampaikan Permintaan Maaf
>> > Jumat, 24/06/2011 - 14:59
>> >
>> > JAKARTA, (PRLM).- Kedutaan Besar (Kedubes) Arab Saudi di Indonesia
>> > membantah telah menyampaikan permintaan maaf ke Menteri Luar Negeri
>> > Indonesia karena tidak memberi tahu proses eksekusi mati tenaga kerja
>> > Indonesia Ruyati.
>> >
>>
>


 

Kirim email ke