Surak Ibra Perlihatkan Kemahiran Gerakan Ibing Silat
Minggu, 03/07/2011 - 06:15
  [image: RETNO HERIYANTO/"PRLM"]
RETNO HERIYANTO/"PRLM"
KESENIAN surak ibra menampilkan gerakan ibing pencak silat yang menarik.*

BANDUNG, (PRLM).- Atraksi kesenian tradisional Surak Ibra dari Lingkung Seni
Surak Ibra Sindangsari, Desa Cinunuk, Kec. Wanaraja, Kab. Garut, di Teater
Terbuka Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House), Sabtu
(2/7) malam memukau penonton. Diawali kesenian tradisional Kecapi Lawakan
Mang Yayat, kesenian Surak Ibra mempertontonkan kemahiran para pemainnya
melakukan gerakan ibing pencak silat.

Antusias penonton untuk menyaksikan pegelaran kesenian tradisional Surak
Ibra, mulai terasa sejak pukul 18.00 WIB. Calon penonton berangsur-angsur
memenuhi Teater Terbuka Balain Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat yang
berkapasitas mampu menampung penonton sekira seribu orang.

Selain masyarakat sekitar, kepenasaran penonton akan kesenian Surak Ibra
yang hanya dihadirkan pada hari besar masyarakat Kab. Garut dan Tasikmalaya,
juga mengundang keingin tahuan sejumlah praktisi seni serta mahasiswa
sejumlah perguruan tinggi di Kota Bandung dan sekitarnya. “Ini merupakan
pertanda baik bagi kemajuan kesenian tradisional khususnya dan bagi
keberadaan (Balai Pengelolaan) Taman Budaya (Jawa Barat) sendiri,” ujar
Kepala Balai Penggelolaan Taman Budaya Jawa Barat, Dra. Hj. Rosdiana
Rachmiwaty, disela-sela jalannya pergelaran.

Atraksi kesenian tradisional Surak Ibra diawali dengan musik padungdung
(bubuka), diikuti pemain alat musik keprak, dogdog dan angklung. Harmonisasi
kendak pencak silat dengan angklung, dogdog dan keprak mengiringi sejumlah
penari pria yang mengintari panggung.

Tarian dilakukan dengan berbagai variasi gerakan jurus pencak silat diikuti
dengan formasi penari yang membentuk lingkaran. Ditengah lingkaran seorang
yang ditunjuk untuk menjadi pimpinan menari beberapa jurus di tengah
lingkaran dan semakin lama diikuti penari lainnya, untuk kemudian penari
awal diangkat dan dilempar ke udara untuk kemudian ditangkap dan terus
diulangi beberapa kali.

“Gerakan pencak silat dan mengangkat seorang dari penari ke udara merupakan
bentuk simbolisasi dari masyarakat yang menginginkan seorang pimpinan yang
dapat mengayomi takyatnya.  Keseni pertunjukkan khas Garut ini memiliki
sifat fleksibel sebagai potensi seni kemas kolosal seperti halnya kesenian
tradisional Kecak Bali yang begitu melegenda,” ujar Mas Nanu Muda, curator
Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat. (A-87/A-147)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/150636

Kirim email ke