Biasa Mang, aya anu ngunduh lain waktu ngala lain mangsa, haripet ku 
teuteureuyeun atanapi tos tinggalna aya niat anu teu sami. 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Ki Hasan <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 9 Jul 2011 05:36:55 
To: Ki Sunda<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Cc: Baraya Sunda<[email protected]>; Urang 
Sunda<[email protected]>
Subject: [kisunda] Selingan - Rame-Rame Mundur?

Dimimitian ku Sultan Yogya, disusul ku Wagub Jateng, kiwari Pangurus DPW
Jabar oge mundur ti Nasdem.
Aya naon nya? Keur latihan diajar mundur kitu? Hehehe


http://regional.kompas.com/read/2011/07/07/14565454/Sultan.Mundur.dari.Nasional.Demokrat
http://regional.kompas.com/read/2011/07/08/19394228/Wagub.Jateng.Resmi.Mundur.dari.Nasdem

===========
Merasa Dibohongi, Sebagian Besar Pengurus DPW Nasdem Jabar Mengundurkan Diri
Jumat, 08/07/2011 - 22:10

BANDUNG, (PRLM).- Merasa ditipu dan dibohongi Surya Paloh, sebagian besar
pengurus Dewan Perwakilan Wilayah Nasional Demokrat Jawa Barat (Nasdem
Jabar), mengundurkan diri. Tidak tanggung-tanggung, hampir 90 persen
menyatakan mundur dari Nasdem seiring bertransformasinya Nasdem dari
organisasi massa (ormas) ke partai politik (parpol).

Di Jabar, Ketua DPW Ormas Nasdem Jabar Mayjen (Purn.) Sudrajat, menyatakan
mengundurkan diri dari kepengurusan Nasdem karena merasa dikhianati.
Pernyataan pengunduran dirinya itu diungkapkan di Kantor DPW Ormas Nasdem,
Jln. Pudak, Kota Bandung, Jumat (8/7). Keputusan pengunduran diri Sudrajat
yang bernomor anggota 31.74.00012555 itu, tertuang dalam sebuah surat
bertulis tangan. Dalam surat itu Sudrajat menyampaikan pengunduran dirinya
dari jabatan Ketua DPW Nasdem Jabar sejak tanggal 6 Juli 2011.

Sudrajat juga menyatakan SK DPP No Kep-249/PP/-ND/01/2011 tanggal 25 Januari
2011 tentang pengangkatan dirinya sebagai Ketua DPW Jabar tidak berlaku
lagi.
Surat Sudrajat disampaikan kepada Ketua DPP Nasdem di Jalan RS Soeroso No.
46 Gondangdia Lama Jakarta Pusat. "Saya mundur sebagai bentuk tanggungjawab
moral kepada pengikut saya. Kasihan mereka. Lembaga ini awalnya kan memang
ormas yang akan menampung seluruh elemen masyarakat dalam gerbong restorasi
nasional. Bukan parpol," katanya kepada wartawan.

Sudrajat menuturkan, di akhir tahun 2010, Surya Paloh (pendiri Nasdem),
menawarinya bergabung dengan ormas Nasdem. Surya Paloh menjamin Nasdem tidak
akan jadi parpol dan bertujuan melakukan restorasi nasional. Sudrajat pun
setuju bergabung dengan Nasdem dan mengisi posisi sebagai Ketua DPW Nasdem
Jabar.

Sudrajat lalu berupaya meraih kepercayaan warga dan tokoh Jabar untuk
bergabung dalam barisan restorasi Indonesia, sembari menjamin bahwa Nasdem
tetap menjadi ormas, bukan parpol. Dan ternyata berhasil menarik minat
banyak tokoh-tokoh Jabar dari berbagai latar belakang untuk bergabung. Dalam
deklarasi ormas Nasdem Jabar, tanggal 27/2 lalu di Hotel Savoy Homann,
banyak tokoh Jabar yang terlibat sebagai inisiator dan deklarator antara
lain Tjetje Hidayat Padmadinata, Mubiar Purwasasmita, Nanang Ma’soem, Teguh
Satria, Sultan Kasepuhan, Sultan Kanoman, Sultan Kacirebonan, Ade Sudrajat,
Dede Mariana, HD Sutisno, Setia Hidayat, Indra Prawira, Cecep Rukmana, Yayat
Hendayana, Buky Wikagoe, dan lainnya.

"Sempat ada kekhawatiran jika Nasdem akan berubah jadi parpol. Hasil
keputusan Rapimnas pertama Nasdem tanggal 30 Januari - 1 Februari 2011,
menegaskan, Nasdem tetap jadi ormas dan itu melegakan kami. Namun komitmen
dikhianati ketika bulan Februari, Depkumham menerima pengajuan tiga partai
baru yang salah satunya adalah partai Nasdem yang diajukan Ketua Patrice Rio
Capella dan Sekretaris Jenderal Ahmad Rofiq. Keduanya adalah pengurus pusat
ormas Nasdem yang menjabat Wakil Sekjen Kaderisasi dan Wakil Sekjen
Pemberdayaan dan Pelayanan Masyarakat," ujar Sudrajat.

Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, tidak secara gamblang mengakui keberadaan
pengurus ormas dalam sturuktur parpol. Namun kesamaan nama, lambang, dan
alamat sekretariat, mengindikasikan pendirian parpol atas sepengetahuan dan
izin pengurus pusat Nasdem. "Dan itu tanpa koordinasi dan komunikasi dengan
pengurus wilayah se-Indonesia khususnya Jabar. Di Jabar Parpol Nasdem
melakukan kegiatan tanpa koordinasi dengan pengurus Ormas Nasional Demokrat.
Ini memunculkan keresahan bagi masyarakat dan kader Ormas Nasdem. Ini telah
menyimpang dari anggaran dasar dan cita-cita awal para pendiri ormas
Nasdem," kata Sudrajat.

Karena itu, ormas Nasdem DPW Jabar telah mengklarifikasi kepada pengurus
pusat tapi tidak pernah mendapatkan sikap dan jawaban yang memuaskan
mengenai masalah tersebut. "Artinya, komitmen awal yang menyatakan Nasdem
tetap jadi ormas dan tidak jadi parpol, telah dilanggar. Selanjutnya mandat
organisasi akan dikembalikan kepada Pengurus Pusat," katanya. (A-128/das)***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/151260

Kirim email ke