Ieu kasus "pukulan berat" pikeun Surya Paloh jeung Media Indonesia katut Metro 
TV. Pembaca jeung pemirsa moal percaya kana eusi pemberitaan di dua media eta, 
sabab NASDEM anu digembar-gemborkeun cenah pikeun ngarestorasi bangsa, ari kitu 
teh, jadi alat pikeun ngarestorasi Surya Paloh pikeun jadi jalma nomer hiji/dua 
di Indonesia.

Duka tah, kumaha ketakna Aburizal Bakri anu ngabogaan saham mayoritas TVOne, 
naha berita-beritana "aya  hurang di sahandapeun batu". Pan mani situ getolna 
Lawyer club anu 'dikokojoan' ku Karni Ilyas, nyieun acara ngajejeleh 
pamarentahan ayeuna disiarkeun sacara langsung di TVOne.

Kasus bubarna NASDEM Jawa Barat, naha ieu hiji totonden, yen urang sunda teh 
gampang "diperalat", gampang kabongbroy, heunteu bisa ningali "aya hurang 
sahandapeun batu"? atawa memang cara "bermain" urang Sunda anu cetek pisan.

mrachmatrawyani





________________________________
From: oman abdurahman <[email protected]>
To: [email protected]
Cc: Baraya Sunda <[email protected]>
Sent: Mon, July 18, 2011 5:52:18 PM
Subject: Re: [kisunda] Re: Selingan - Rame-Rame Mundur?

  
Nya leuwih hade elat, tinimbang henteu mah. Telat, nya eta telat mikawanoh 
motif 
atawa niat ngaheuyeuk balad kalawan ngajual gagasan "komitmen bersama  untuk 
merestorasi bangsa tanpa tersangkut partai politik". Ari "henteu", nyaeta teu 
ngayakeun tindakan padahal geus apal kamana rek ngaleosna eta ormas. Leuwih 
hade 
telat, tinimbang henteu.

manar





2011/7/19 Ki Hasan <[email protected]>

 
>  
>Pengurus Ormas Nasdem Jabar Resmi Bubar
>Minggu, 17/07/2011 - 21:22 
>BANDUNG, (PRLM).- Setelah ketua dan sebagian besar pengurus  organisasi massa 
>(ormas) Nasional Demokrat Jawa Barat mengundurkan diri  pekan lalu, maka 
>Minggu 
>(17/7), pengurus ormas Nasdem Jabar resmi bubar.  Pembubaran pengurus ormas 
>Nasdem Jabar itu diiringi dengan pengunduran  diri massal para pengurus ormas 
>Nasdem se-Jabar, yang dilakukan di Grand  Hotel Panghegar, Jln. Merdeka, Kota 
>Bandung, Minggu siang.
>Beberapa nama yang hadir dalam kesempatan itu di antaranya Tjetje  Hidayat 
>Padmadinata, Nanang Ma'soem, Cecep Rukmana, Setia Hidayat, Ade  Sudrajat, 
>Teguh 
>Satria, Jaka Badranaya, Uum Kasoem (Koordinator Wilayah  Priangan Timur 
>meliputi 
>Kota/Kab. Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Garut,  Sumedang), M. Ibra Anwari (Kab. 
>Bandung), dan masih banyak lagi. 
>
>Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Nasdem Jabar, Tjetje Hidayat  Padmadinata 
>mengemukakan, pengunduran diri massal seluruh pengurus  Nasdem se-Jabar itu 
>merupakan bentuk pertanggungjawaban seluruh pengurus  terhadap komitmen awal 
>Nasdem. "Nasdem awalnya adalah komitmen bersama  untuk merestorasi bangsa 
>tanpa 
>tersangkut partai politik. Lalu terjadi  konflik pemikiran setelah Nasdem 
>berubah menjadi partai. Kami harus  mengambil sikap dan inilah sikap kami," 
>katanya kepada wartawan.
>Tjetje menambahkan, mengenai pengurusan ormas baru Nasdem Jabar, dia  dan 
>seluruh mantan pengurus, menyerahkan seluruh persoalan itu ke Nasdem  pusat. 
>"Biarlah DPP yang membentuk ormasnya sendiri. Soal anggota, kami  serahkan 
>pada 
>anggota masing-masing. Tetapi secara logika, hampir  seluruh pengurus sudah 
>mengundurkan diri, dan anggota pun diajak oleh  pengurus, sudah tentu semua 
>ikut 
>bubar," ujarnya.
>Dalam kesempatan yang sama, mantan Ketua Ormas Nasdem. Jabar, Mayjen  TNI 
>(Purn.) Sudrajat, menyatakan dirinya alergi dengan partai politik  (parpol). 
>Itulan alasan utama Sudrajat dahulu mau bergabung dengan  Nasdem walau 
>akhirnya 
>keluar. "Saya tidak mau dicap berafiliasi parpol.  Itulah yang menjadi alasan 
>saya dan pengurus lainnya, mundur dari  Nasdem. Mungkin lebih dari 99 pengurus 
>Nasdem Jabar telah mundur,"  katanya.
>Menurut Sudrajat, saat ini parpol tidak bisa dipercaya lagi mampu  menyuarakan 
>perubahan. Tidak ada visi perubahan yang mampu dibawa  parpol. Maka sangat 
>wajar 
>jika hampir seluruh kota/kabupaten di Jabar,  para pengurusnya mundur.  "Tim 
>tujuh yang bertugas menyiapkan deklarasi  Nasdem di kota/kabupaten. "Kami 
>sebenarnya telah mendeklarasikan Nasdem  di 6 kabupaten dan 2 kota. Daerah 
>lainnya sedang berjalan. Namun, di  tengah perjalanan, ada perubahn ini hingga 
>akhirnya semua mengundurkan  diri," ujarnya.
>Pernyataan pengunduran diri dari mantan Sudrajat sebagai Ketua DPW  Nasdem 
>Jabar 
>merupakan momentum bubarnya ormas tersebut di Jabar. Surat  pengunduruan diri 
>Sudrajat itu telah disampaikan ke pusat. Untuk  pengunduran diri para pengurus 
>DPW lainnya, mereka bisa menyerahkan  kartu anggotanya kepada Sekretaris DPW 
>Nasdem Jabar Wilayah Agus  Wardana. "Setelah selesai administrasinya, saya pun 
>akan mengundurkan  diri. Secara ikhlas saya akan membantu proses administrasi 
>DPW Nasdem  Jabar sampai selesai," kata Agus kepada wartawan.
>Agus membeberkan, pasca pengunduran diri Ketua Nasdem Jabar seminggu  lalu, 
>DPW 
>mensosialisasikan ke seluruh wilayah tentang hal itu. Rupanya  itu ditanggapi 
>positif para pengurus Nasdem se-Jabar. "Inisiator yang  mengundurkan diri 
>sudah 
>100 persen, Dewan Pertimbangan 100 persen,  pengurus 100 persen. Sementara 
>dewan 
>pakar baru 99 persen karena sekwil  masih bertugas untuk membantu pengurusan 
>pengunduran diri para pengurus  sesuai prosedur. Setelah itu, baru saya ikut 
>mundur," katanya.  (A-128/das)***
>http://www.pikiran-rakyat.com/node/152254
>

 

Kirim email ke