B.J. Habibie: SDM Berkualitas Tinggi Kuncinya
Oleh *Feba Sukmana*
Dibuat *30 Juli 2011 20:07*
 [image: image/jpeg
icon]habibie-teaser.jpg<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/lead/article/2011/07/habibie-teaser.jpg>

*“Dari zaman saya di Eropa, isunya sama: brain drain. Tapi, realistis saja,
bagaimana orang pintar mau pulang ke Indonesia kalau tidak ada lapangan
pekerjaan di sana,” kata B.J. Habibie **lugas**.*

Sabtu (30/07) Dr. Ing. B.J. Habibie, mantan presiden Indonesia sekaligus
bapak teknologi tanah air, memberikan kuliah umum di kota Aachen, Jerman. Ia
berbicara banyak soal IPTEK, ekonomi, *brain drain, *dan kenangan masa
mudanya di kota teknik Jerman, Aachen.

Kuliah umum ini digelar oleh Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional bekerja
sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Aachen, Jerman. Tujuan awal
mereka: mencari cara terbaik agar ilmuwan Indonesia di luar negeri bisa
berkontribusi untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air.

*Potensi*
“Ide awal menggelar kuliah umum ini adalah karena kami melihat banyak sekali
potensi mahasiswa Indonesia di Eropa, hanya saja mereka terpecah-pecah,
tidak ada sinergi,” jelas Feby Kumara Adi, ketua panitia kuliah umum di
Aachen.

Ketika ditanya mengapa mereka malah menggelar kuliah umum dan bukan kegiatan
yang lebih konkret, Feby menjawab diplomatis, “Kuliah ini kan bukan tujuan,
melainkan titik awal yang semoga saja nanti melahirkan gagasan konkret di
kalangan intelektual Indonesia di Eropa.”

Antusiasme masyarakat (intelektual) Indonesia memang terlihat di acara ini.
Sekitar 470 mahasiswa di daratan Eropa menyempatkan diri datang ke Aachen,
walaupun dengan motivasi beragam. Kebanyakan mengaku penasaran dan ingin
ikut berkontribusi untuk negara tercinta.

*SDM*
Habibie sendiri terlihat segar, antusias dan – seperti biasa – penuh senyum.
Ia memulai dua sesi kuliah umum dengan menceritakan pengalamannya berkuliah
di Aachen pada tahun 50-an. Ketika panitia mengisyaratkan bahwa waktu yang
diberikan terbatas, kakek yang pandai melucu ini berseloroh, “Kekurangan
saya memang itu: tidak bisa berhenti kalau sudah ngomong.”

Tidak hanya bercanda, di depan publik Habibie dengan fasih membeberkan
fakta. Ia membandingkan Uni Eropa dan ASEAN, dengan Jerman dan Indonesia
sebagai macannya. “Indonesia di ASEAN bisa dibandingkan dengan Jerman di Uni
Eropa, karena dilihat dari kuantitas mereka sama-sama punya potensi
terbesar.”

“Indonesia adalah pasar besar dengan konsumsi domestik yang tinggi,” kata
Habibie. “Dan untuk mengembalikan Indonesia ke posisi puncak dunia, kuncinya
hanya satu: sumber daya manusia.”

Selain sumber daya manusia, Habibie melanjutkan, Indonesia juga harus pintar
berhitung. Dalam arti, kita harus dengan matang memperhitungkan energi yang
dikeluarkan dan menggunakan berbagai strategi “jual-beli.”

Habibie: “Banyak caranya. Misalnya, ketika membeli pesawat, alih-alih
membayar dengan uang, kita membayar pesawat tersebut dengan jam kerja para
ahli. Semacam barter. Jadi selain dapat pesawat, ilmuwan Indonesia juga bisa
mempraktikkan keahlian mereka di dunia internasional.”

*Optimis
*Pada sesi tanya-jawab, seorang mahasiswi sempat mempertanyakan, bagaimana
mungkin kualitas sumber daya manusia Indonesia bisa ditingkatkan jika
sekolah pun belum terjamin untuk semua anak Indonesia. Habibie menanggapi
dengan ringan, “Indonesia kan punya banyak sekali sumber daya alam. Harusnya
SDA itu yang dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kemajuan otak manusianya.”

Sangat optimis, memang. “Ya, jangan pesimis, dong. Nggak maju-maju kita
kalau pesimis terus,” katanya ceplas-ceplos. “Saya yakin Indonesia bisa.
Soal kemampuan sih, nggak usah dipertanyakan lagi,” tambahnya.

*Brain drain
*Masalah *brain drain *pun, Habibie tak cemas. “Bohong itu kalau bilang,
orang Indonesia yang di luar negeri *are lost people *yang nggak punya
nasionalisme.” Menurutnya, pilihan yang realisitis untuk (sementara)
bertahan di luar negeri — apalagi untuk para ilmuwan — mengingat kondisi
dalam negeri tidak mendukung mereka melakukan riset atau mengembangkan
keahlian.

“Tapi saya yakin, jika ada kesempatan, tak ada orang Indonesia yang tidak
ingin berbakti pada tanah air,” katanya. “Nggak masalah kalau sekarang
mereka ingin ‘mencari bekal’ dulu di luar negeri.”
*
Ingin tahu pendapat Habibie lebih lanjut soal **brain drain? **Klik tanda
panah di bawah ini:*

   - [image: image/jpeg icon]kuliah umum B.J.
Habibie<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-1.jpg>
   - [image: image/jpeg icon]peserta kuliah
umum<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-2.jpg>
   - [image: image/jpeg icon]peserta kuliah
umum<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-3.jpg>
   - [image: image/jpeg icon]kuliah umum
Habibie<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-4.jpg>
   - [image: image/jpeg icon]ki-ka: walikota Aachen, rektor hogeschool
   Aachen, B.J.
Habibie<http://cdn.radionetherlands.nl/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-5.jpg>

<< >>
 ------------------------------
*URL sumber:*
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/bj-habibie-sdm-berkualitas-tinggi-kuncinya
 *Links:*
 *Images:*
[i1]
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/lead/article/2011/07/habibie-teaser.jpg
[i2] kuliah umum B.J. Habibie --
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-1.jpg
[i3] peserta kuliah umum --
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-2.jpg
[i4] peserta kuliah umum --
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-3.jpg
[i5] kuliah umum Habibie --
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-4.jpg
[i6] ki-ka: walikota Aachen, rektor hogeschool Aachen, B.J. Habibie --
http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/data/files/images/image/article/2011/07/habibie-5.jpg

Kirim email ke