Ponpes Darussalam Cijeungjing, Kabupaten Ciamis
Santrinya Salat Tarawih Menjelang Sahur
Senin, 15 Agustus 2011 | 16:55 WIB

*SAAT *sebagian besar warga tertidur lelap menjelang sahur, para santri
Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam di Kampung Cidewa, Desa Dewasari,
Kecamatan Cijeungjing, Ciamis, sudah terbangun. Sekitar pukul 02.30, ribuan
santri berkumpul di aula Nadwatul Ummah menunaikan salat Tarawih berjemaah.

Suasana puasa Ramadan di ponpes ini memang sedikit berbeda dengan ponpes
lainnya di Ciamis. Pelaksanaan salat Tarawih tidak berlangsung setelah salat
Isya, tapi selepas tengah malam atau setengah jam menjelang waktu sahur.
Kebiasaan itu sudah dimulai oleh KH Irfan Hielmy (alm), pengasuh yang telah
membesarkan Ponpes Darussalam, pada tahun 1987.

"Kecuali santri baru. Mereka pada pekan pertama Ramadan melaksanakan salat
Tarawih seperti lazimnya, yakni pukul 21.00. Tapi pada pekan kedua, santri
baru harus bergabung dengan santri lainnya," kata Dr KH Fadlil Yani
Ainusyamsi MBA MAg, alias Kang Icep, seorang pengasuh Ponpes Darussalam,
kepada *Tribun*, Minggu (14/8).

Salat Tarawih berlangsung sekitar setengah jam, sampai pukul 03.00. Setelah
itu santri dan dewan guru bubar dari Aula Nadwatul Ummah untuk melaksanakan
makan sahur, di kobong atau di saung lesehan. Setelah imsak, para santri
kembali berkumpul di Aula Nadwatul Ummah untuk menunaikan salat Subuh
berjemaah.

Selesai salat Subuh, para santri dan dewan guru tetap bertahan di aula untuk
mendengarkan kuliah subuh yang membahas kitab klasik Islam (kitab kuning).
Pembicaranya para pengasuh Ponpes Darussalam, yakni Dr KH Fadlil Mansyur
Munawar MM (Kang Acep), Kang Icep, dan Teh Eulis. Para santri bergabung
dengan warga, ulama, tokoh masyarakat, dan santri sepuh.

Kuliah Subuh khusus membahas kitab klasik Islam ini berlangsung selama satu
jam mulai pukul 05.30 sampai pukul 06.30. "Bulan puasa ini kami membahas
kitab *Al Ibadah fil Islam*. Tebal bukul 350 halaman dan separuhnya sudah
dibahas," kata Kang Icep.

Saat didirikan oleh KH Ahmad Fadlil pada 1929, Pondok Pesantren Darussalam
hanyalah sebuah rumah yang luas lahannya 50 *bata* (1 bata = 14 m2). Tanah
itu wakaf dari pasangan suami-istri Mas Astapradja dan Siti Hasanah. Kini
pondok pesantren telah menjelma menjadi salah satu ponpes tertua dan
terbesar di Ciamis, yang memiliki lahan seluas 7,5 hektare.

Ponpes Darussalam memiliki 3.865 orang santri yang menimba ilmu agama dan
pendidikan formal, mulai tingkat TK/RA, MI, MTs, MAN, MAN OK, SMA Plus, dan
perguruan tingginya IAID yang sudah berdiri sejak 1970. IAID merupakan
perguruan tinggi Islam pertama di Ciamis.

Santri yang *talabul ilmi* di Pondok Pesantren Darussalam ini berasal dari
berbagai daerah di seantero tanah air, bahkan ada yang berasal dari Korea.
Sebanyak 1.750 santri tinggal atau mondok di berbagai asrama (kobong) yang
ada di kompleks ponpes.

Sejak berdiri tahun 1929 sampai tahun 2011 ini Ponpes Darussalam memiliki
167.000 alumni yang tergabung dalam Ikada (Ikatan Alumni Darussalam).
Alumninya juga menyebar di seantero tanah air, dan di berbagai belahan
dunia. Tak sedikit alumni Darussalam yang saat ini bekerja atau menuntut
ilmu melanjutkan pendidikan di Amerika, Kanada, Inggris, Jepang, Arab Saudi,
Mesir, dan negara lainnya di Timur Tengah. Bahkan dua orang alumni Ponpes
Darussalam sekarang sedang kuliah di London, Inggris.

"Seorang ikut program S-1 dan seorang lagi melanjutkan di S-2.
Alhamdulillah, mereka selamat, dan tidak terpengaruh apa-apa meski London
sempat rusuh," kata Kang Icep. (*)

Penulis : Andri M Dani

Editor : Darajat Arianto

http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/60727/Santrinya-Salat-Tarawih-Menjelang-Sahur

Kirim email ke