Alm Abah Surya oge kungsi nepikeun hal anu sarua, yen pasantren jeung
pangajian2 di pilemburan teh ngarupakeun pananggeuhan akhir pikeun miara
basa Sunda. Alusna aya panalungtikan akademis ngeunaan hal ieu, samodel
survei jeung sajabana. Nuhun Mh, reportase ngeunaan pasantrenna. Boga
lamunan ka hareup, ieu lokasi pasantren teh diplot dina kar (peta) nya jeung
unak-anik sejenna jadi database pasantren di Tatar Sunda.

wassalam,
manar

2011/8/21 Ki Hasan <[email protected]>

> **
>
>
> Aya katerangan ti Kang Ganjar, waktu KBS, cenah pasantren teh benteng
> pamungkas basa Sunda. Meureun institusi kulawarga, sacara implisit tina eta
> katerangan, geus hese diharepkeun jadj benteng pengembangan basa Sunda. Duka
> hal ieu teh hasil panalungtikan atawa lain.
>
>
> 2011/8/21 Jalak Pakuan <[email protected]>
>
>> **
>>
>>
>> Nuhun MH kiriman ngeunaan pasantren2. Menarik jeung sababaraha unik boga
>> khasna sorangan. Nu jadi panasaran mah bahasa panganteurna naon nya? Basa
>> Sunda kitu? Lamun sapopoe mah tangtuna basa sunda utamana campur meureun
>> basa indonesia jeung arab, ngan eta basa panganteurna naha basa sunda? Sugan
>> dulur ki sunda nu ngajrek sabundeureun eta pasantren2 aya nu uninga?
>>
>> jp
>>
>>  *Dari:* Ki Hasan <[email protected]>
>> *Kepada:* Ki Sunda <[email protected]>
>> *Cc:* Baraya Sunda <[email protected]>; Urang Sunda <
>> [email protected]>
>> *Dikirim:* Minggu, 21 Agustus 2011 7:37
>> *Judul:* [kisunda] Atikan - Pasantren Syamsul Maarif, Cileunyi
>>
>>
>> PESANTREN SYAMSUL MAARIF, CILEUNYI
>> Santri Intensif Menekuni Ilmu Falak
>> Senin, 15 Agustus 2011 | 10:45 WIB
>>
>>  *BIASANYA *orang mempelajari ilmu tentang penanggalan, benda-benda
>> langit, dan tata surya dengan mengambil jurusan ilmu astronomi di perguruan
>> tinggi umum. Tapi sebenarnya ada pilihan tempat lain untuk belajar ilmu
>> tersebut, yaitu pondok pesantren.
>>
>> Hanya memang tidak semua pondok pesantren mengajarkan astronomi. Dari
>> segelintir itu, Pondok Pesantren Syamsul Maarif salah satunya. Pesantren
>> yang berlokasi di Jalan Ciburial, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi,
>> itu memiliki program pembelajaran ilmu falak sebagai bagian dari ilmu
>> astronomi.
>>
>> Para santri di pesantren ini umumnya mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati dan
>> Unpad, serta santri yang berasal dari berbagai daerah, seperti Bandung,
>> Cianjur, Purwakarta, Sukabumi, Cililin, dan Lampung.
>>
>> Selama bulan Ramadan ini, pesantren tersebut mengkhususkan program
>> pembelajaran ilmu falak secara intensif. "Kami bisa menghitung kapan gerhana
>> matahari atau bulan akan muncul. Berdasarkan perhitungan kami, gerhana
>> matahari akan muncul tahun ini pada bulan Desember," kata KH Asep Zaenal
>> Muttaqyn, Kepala Pondok Pesantren Syamsul Maarif, Sabtu (13/8).
>>
>> Menurutnya, ponpes yang didirikan tahun 1989 ini telah lama mempelajari
>> ilmu tersebut. Dan itu dipelajari secara turun-temurun. "Pertama ilmu ini
>> dipelajari kakek saya KH Muhammad Suja'i, yang pertama kali mendirikan MUI
>> Jabar tahun 1958 dari Syekh Muhammad Mansur. Setelah itu ilmu tersebut
>> diturunkan lagi ke orang tua saya, KH Aceng Zaeni Dahlan dan kemudian
>> diturunkan lagi ke saya dan akhirnya pada para santri di pesantren ini,"
>> kata Asep.
>>
>> Di Jawa Barat ini, kata Asep, pondok pesantren Syamsul Maarif paling
>> intensif mempelajari ilmu tersebut. Dengan mempelajari ilmu tersebut, para
>> santri dapat membuat penanggalan, waktu salat, dan mengetahui kapan gerhana
>> matahari atau bulan muncul.
>>
>> "Jika para ahli menggunakan kacamata zahir, sedangkan kami menggunakan
>> haroqatul hamsu, yakni penentuan ijtima dan istikmal. Hal itu perlu untuk
>> saling menguatkan. Pada beberapa kesempatan, kami sering diundang Badan
>> Hisab Rukyat Jabar untuk menentukan penanggalan," katanya.
>>
>> Memang tidak mudah untuk mempelajari ilmu falak. Namun dengan mengetahui
>> angka-angka dalam bahasa Arab dan rumus-rumus saja, ilmu falak mudah
>> dipelajari.
>>
>> "Selain itu, dibutuhkan ketelitian dan kehati-hatian. Sebab, meski telah
>> hafal angka dan rumus, jika tidak teliti, hasilnya akan sangat melenceng,"
>> kata Oma Komarudin, Ketua Dewan Santri.
>>
>> Bagi Oma, ilmu falak itu terbilang unik dan menantang. "Unik karena itu
>> bersifat prediksi dengan hitungan, sedangkan para ahli dengan menggunakan
>> alat. Menantang karena ilmu tersebut sangat menuntut ketelitian dan
>> kehati-hatian. Meski demikian, para santri sangat antusias mempelajari ilmu
>> tersebut," ujar Oma.
>>
>> Selain itu, menurutnya, lama atau tidaknya menguasai ilmu falak tergantung
>> dari kecerdasan, kesabaran serta keseriusan dari santri. "Tidak jarang ada
>> juga santri yang menghindar saat belajar ilmu itu karena saking pusingnya,"
>> kata Oma.
>>
>> Agar mempermudah santri belajar, Pesantren Syamsul Maarif memiliki metode
>> khusus mempelajari ilmu falak, yaitu sistem cara belajar santri aktif
>> (CBSA).
>>
>> "Minggu pertama belajar teori, yakni pelajari buku pengantar yang dibuat
>> kakek saya. Setelahnya langsung belajar ilmu falak disertai kitab dan
>> praktik di depan murid saat di kelas. Contohnya menghitung tanggal 1 Ramadan
>> dan 1 Syawal," kata Asep.
>>
>> Tidak semua santri di Syamsul Maarif belajar ilmu falak. Ilmu ini lebih
>> diutamakan diberikan kepada santri yang sudah menjadi mahasiswa. Walau
>> begitu, tidak tertutup kemungkinan pula mereka yang bukan mahasiswa belajar
>> ilmu ini.
>>
>> "Ya, setiap tahunnya, dari puluhan santri yang belajar ilmu falak, paling
>> yang benar-benar menguasai hanya 5-10 orang," kata Asep.
>>
>> Santri yang bisa menguasai prediksi soal gerhana matahari atau bulan juga
>> masih sedikit karena butuh kemampuan khusus. "Biasanya yang mempelajari itu
>> hanya mereka yang meneruskan kelas lanjutan," kata Asep.
>>
>> Selain ilmu falak, di bulan Ramadan ini, pesantren ini mengkhususkan
>> pendalaman hadis. "Santri tingkat mahasiswa mempelajari kitab hadis Riyadus
>> Solihin, tingkat SMA mempelajari Muhtarul Ahadis, dan SMP mempelajari Hadits
>> Arbain," kata Asep.
>>
>> Santri juga diwajibkan khatam membaca Alquran dua kali. "Jika tidak,
>> santri tidak boleh pulang ke asrama. Saat itu juga saya pantau di masjid
>> agar santri bisa khatam," ujar Asep.
>>
>> Uniknya, di pesantren ini santri dilarang memakai ponsel yang canggih.
>> Mereka hanya boleh memakai ponsel lama yang tidak berwarna, tidak memiliki
>> fitur internet, video, dan MP3 player. Toleransi yang diberikan hanyalah
>> ponsel yang punya fitur radio.
>>
>> "Saya juga memakai HP jadul. Itu semua dilakukan semata-mata untuk
>> menghindari dampak buruk dari teknologi dan memperteguh keimanan dan
>> ketakwaan para santri. Dan para santri pun memahami kewajiban tersebut,"
>> kata Asep. (*)
>> Penulis : Mega Nugraha
>> Editor : Darajat Arianto
>>
>> http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/60678/Santri-Intensif-Menekuni-Ilmu-Falak-
>>
>>
>>
>>
>  
>

Kirim email ke