PESANTREN AL-BASYARIYAH, CIBADUYUT
Salat Berjemaah Dipimpin Santri Cilik
Jumat, 5 Agustus 2011 | 10:46 WIB

*BANGUNAN *pondok pesantren (pontren) ini berdiri di kawasan padat penduduk
di Jalan Cibaduyut Lama, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung. Bangunan
yang didominasi cat warna hijau ini berada di antara deretan rumah warga dan
kompleks pertokoan.

Tak seperti pesantren pada umumnya, Pontren Al Basyariyah di Jalan Cibaduyut
lama ini hanya menyediakan pendidikan agama Islam untuk santri cilik,
setingkat sekolah dasar (SD). Pontren ini bagian dari pesantren besar Al
Basyariyah di Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

Karena hanya diperuntukkan bagi santri cilik, tak mengherankan suasana di
lingkungan pontren ini cukup gaduh dengan celotehan dan teriakan suara
anak-anak. Masa kanak-kanak memang masa bermain.

Dan sebanyak 161 santri dan santriwati di pontren ini menikmati betul masa
kanak-kanak mereka di lingkungan pesantren. Ke-161 orang itu disebut santri
mukimin atau santri yang tinggal di pontren. Jika dihitung dengan santri
yang tidak bermukim di pontren, jumlahnya bisa mencapai 300 orang.

"Awalnya sedih karena jauh dari orang tua, tapi lama-kelamaan senang juga.
Di sini banyak teman. Saya jadi betah tinggal di pesantren," kata Muhammad
Ikhwan (11), salah seorang santri di Pontren Al Basyariyah, asal Ciwidey,
Kabupaten Bandung.

Di pontren ini, santri cilik diajari berbagai hal. Mulai ilmu keagamaan
hingga ilmu yang bersifat umum. Tentunya karena pendidikan pesantren,
pengajaran di pontren ini didominasi ilmu agama Islam.

Di bulan Ramadan, aktivitas santri dan santriwati justru lebih meningkat.
Sejak Subuh hingga Subuh lagi, nyaris tak ada waktu yang terbuang percuma.
Semuanya dilewati dengan amal ibadah dan memperdalam ajaran Islam.

"Bulan Ramadan kesempatan untuk memperbanyak amalan. Jadi, sangat sayang
kalau dilewatkan begitu saja," kata Rahmat Hidayat (27), salah seorang guru
di Pontren Al- Basyariyah.

Aktivitas keseharian pontren cilik ini di bulan Ramadan diawali saat sahur
hingga usai salat Tarawih. Kegiatan mereka didominasi materi pengajian
Alquran. Namun dari sekian banyak kegiatan, yang cukup unik adalah setiap
kali salat lima waktu, pengasuh pontren memercayakan kepada salah seorang
santri untuk menjadi imam salat berjemaah.

"Imamnya santri cilik. Kalau wiridan pun dipimpin oleh santri cilik. Kami
sebagai guru  hanya mengawasi dan ikut jadi makmum," ujar Rahmat.

Pontren Al Basyariyah didirikan oleh KH Saeful Azhar pada 1982. Pontren ini
dipusatkan di Desa Cigondewah Hilir, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Pontren Al Basyariyah kemudian mendirikan pontren cilik di Jalan Cibaduyut
Lama, pontren setingkat madrasah tsanawiyah (MTs) di Desa Patrolsari,
Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, dan pontren MI Darussalam yang
merupakan program pesantren nonasrama di Jalan Caringin, Cikungkurak, Kota
Bandung.

Pontren cilik Al Basyariyah sendiri kini diasuh oleh pasangan suami-istri, H
Muhammad Said dan Hj Lela Siti Fajriah. Said adalah menantu KH Saeful Azhar,
sedangkan Lela merupakan salah seorang anak kiai karismatik tersebut.

Salah satu pelajaran yang paling menonjol dari pontren ini adalah
kedisiplinan. Bahkan kata disiplin menjadi moto utama di Pontren Al
Basyariyah. Di beberapa tempat tertulis kalimat yang menegaskan
kedisiplinan.

Di antaranya "Disiplin di segala bidang adalah kunci keberhasilan",
"Disiplin tanpa hukuman bagaikan ular tak berbisa", dan "Disiplin itu tidak
enak tapi lebih tidak enak lagi kalau tidak disiplin". Rangkaian kalimat itu
terpampang di beberapa sudut bangunan pontren.

Karena mengedepankan kedisiplinan pula, bocah perempuan bernama Mardiah Azda
Putri Basari (11) terpincut untuk nyantri di Pontren Al Basyariyah.

"Di sini kami dilatih hidup disiplin, harus tepat waktu. Tapi saya malah
senang karena disiplin saya sekarang bahkan udah bisa memimpin pengajian
buat teman-teman," ujar Mardiah. (*)

Penulis : Ichsan

Editor : Darajat Arianto
http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/59569/Salat-Berjemaah-Dipimpin-Santri-Cilik

Kirim email ke