lieur sirah euy mun nyaritakeun urusan duit.......eta mata jadi hejo....... maenya klub-klub sepak bola di nagara urang teu boga kakuatan finacial? Piraku ngabelaan hiji jelema anu ngaranna Nazarudin sampe disewakeun pesawat hargana opat milyar bisa
Dari: Yeni Kurniatin <[email protected]> Kepada: [email protected] Dikirim: Rabu, 24 Agustus 2011 15:40 Judul: Re: [kisunda] Indonesia Mungkin Dicoret dari Liga Champions euleuh mani ageung kitu setoran na teh nya..... dugi M M-an, ck ck ck... dugi ka helok kieu, tapi pasti kabual lah. Da geuning ti baheula nepi ka ayeuna di korupsi terus teu beak-beaknya harta nusantara teh. Eta geuning nu korup-na oge nambihan. 2011/8/24 Jalak Pakuan <[email protected]> > >Kumaha atuh nya, asa teu rame jeung teu sumanget mun teu tanding jeung >deungeun2. Persib deuih teu asup! >http://bola.kompas.com/read/2011/08/24/1319497/Indonesia.Mungkin.Dicoret.dari.Liga.Champions > >JP > >Indonesia Mungkin Dicoret dari Liga Champions > > >JAKARTA, KOMPAS.com - Klub-klub Indonesia gagal melengkapi syarat finansial >yang ditetapkan oleh AFC. Ini berarti klub-klub Indonesia terancam tidak >mengikuti Liga Champions Asia (LCA) dari 2012 sampai 2015 mendatang. >Hal ini diutarakan oleh Ketua Bidang Kompetisi PSSI Sihar Sitorus di Kantor >PSSI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/8/2011) siang. Ia mengatakan, Selasa kemarin >adalah batas akhir klub-klub Indonesia menyetorkan dana deposito ke rekening >PSSI. Bagi klub yang mendaftar kompetisi level satu, klub harus menyetorkan >dana Rp 5 miliar, sementara untuk level dua sebesar Rp 2 miliar. >Selain berbentuk uang tunai, PSSI juga memberikan kebijakan klub boleh >menggunakan bank garansi. Namun, hingga batas waktu berakhir, hanya ada dua >klub yang mengirimkan setoran, yakni Pro Duta dan Madiun Putra. >"Dana deposit tidak mereka kirim, baru Madiun Putra masukin Rp 2 miliar. Itu >pun bank garansi. Kita harus bersiap mendapat sanksi AFC selama tiga tahun," >ujar Sihar. >"Kita tidak bisa penuhi laporan keuangan klub yang sudah diaudit. Hanya ada >lima klub yang memiliki audit internal. Ini vital bagi AFC. Kalau tanpa >deposit, kita tidak tahu bagaimana menceritakan kepada AFC kalau klub-klub >kita itu bisa komersial," paparnya. >Sihar menambahkan, deposito itu sebenarnya merupakan langkah alternatif dari >tidak adanya data finansial klub. Dalam persyaratan verifikasi, para klub >diminta menyetor deposito, tapi sampai pagi ini bank garansi belum banyak >diserahkan klub. >"Kita harus siap tidak ikut LCA. Yang pasti AFC meminta klub memiliki laporan >keuangan yang diaudit. Kita diujung tanduk karena kita gagal di syarat itu. >Kita berpikir untuk yakinkan AFC bahwa klub layak secara komersial, salah >satunya lewat deposito. Namun, karena tidak adanya bank garansi atau deposito >yang kita syaratkan tanggal 23 kemarin, kita akan kehilangan momentum >menjelaskan bahwa klub-klub punya kekuatan finansial," pungkas Sihar. >Jika mendapat sanksi dari AFC, klub-klub Indonesia tidak hanya akan dilarang >mengikuti Liga Champions Asia, tapi juga mengikuti Piala AFC. Untuk musim ini, >juara Liga Super Indonesia musim lalu, Persipura Jayapura, masih diperbolehkan >ikut karena sanksi baru akan berlaku tahun depan. -- il n'y a pas de choses impossible mais seulement des choses difficiles
