PESANTREN AL MASOEM, RANCAEKEK Putar Dua Film Jelang 10 Hari Terakhir Selasa, 23 Agustus 2011 | 16:59 WIB
*SUDAH *menjadi tradisi di berbagai pesantren, menggelar berbagai kegiatan untuk meramaikan bulan suci Ramadan. Itu pula yang dilakukan para santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ma'soem, Jalan Raya Cileunyi Rancaekek No 22, Jatinangor, Sumedang. Pada hari-hari biasa, kegiatan para santri Ponpes dan siswa Al Ma'soem selalu dibekali dan diajari dengan ilmu-ilmu Pendidikan Agama Islam (PAI). Saat bulan Ramadan, materi PAI semakin ditingkatkan, bahkan menyasar hingga ilmu dan praktik dasar agama Islam, seperti tahfiz (menghafal) Alquran dan belajar salat khusyuk. Menurut Ketua Panitia Sanlat Ramadan Yayasan Pendidikan Al Ma'soem, Asep Dedi Suhendri, pada bulan Ramadan kali ini Pesantren Al Ma'soem memang menggelar kegiatan ke arah yang lebih spesifik dan mendasar berupa belajar hafalan Alquran dan belajar berbagai macam salat secara khusyuk. Semua itu, kata Asep, dilakukan agar para santri dan siswa Al Ma'soem mampu menjalankan semua kewajiban selaku umat muslim dengan baik dan benar sesuai dengan petunjuk dan ajaran Nabi Muhammad saw. "Misalnya, dengan menggelar tahfiz Quran secara intens, diharapkan pemahaman para santri dan siswa Al Ma'soem mengenai isi dan pelajaran yang terkandung dalam ayat-ayat yang ada di dalam Alquran bisa lebih mendalam dari biasanya," ujar Asep Dedi ketika ditemui *Tribun*, belum lama ini. Ketua Event Organizer Sanlat Ramadan Yayasan Pendidikan Al Ma'soem, Abas Basari, menambahkan, pelajaran tahfiz Quran hanyalah sedikit dari materi yang diberikan panitia dalam sanlat yang digelar Ramadan tahun ini. Menurut Abas, banyak lagi kegiatan dan materi yang diberikan kepada para santri Al Mas'oem di bulan Ramadan kali ini. "Kami menggelar juga takbir akbar, ceramah agama, praktik salat, hingga bedah buku," katanya. Salah satu materi lain yang wajib diikuti para santri selain tahfiz Quran adalah belajar salat khusyuk. Dalam materi ini, para santri diwajibkan mengikuti praktik salat secara khusyuk dengan dibimbing oleh pembimbing ahli melalui sebuah layar protektor. "Diharapkan dengan cara ini, para santri dan siswa bisa menjalankan salat yang baik dan benar," katanya. Yang termasuk istimewa dalam penyelenggaraan sanlat tahun ini, terang Abas, adalah adanya pemutaran film menjelang datangnya malam Lailatulkadar. Pemutaran film sendiri dilakukan pada Sabtu (20/8) malam. Menurut Abas, ada dua buah film yang ditayangkan pada malam ganjil Lailatulkadar, yaitu film berjudul *Surat Kecil untuk Tuhan* dan *Sang Pencerah*. "Maksud pemutaran film ini adalah santri diharapkan bisa memetik nilai-nilai yang terkandung di film ini. Sebab, kedua film ini menyuguhkan nilai-nilai moral dan agamis yang tinggi yang patut dicontoh oleh kaum muda saat ini," katanya. (*) Penulis : Kemal Setia Permana Editor : Darajat Arianto http://jabar.tribunnews.com/read/artikel/62882/Putar-Dua-Film-Jelang-10-Hari-Terakhir
