Tulisan eta mah hoax Kang. Tos aya tulisan balesanna di kompassiana oge

--- On Thu, 9/1/11, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [kisunda] Leres Henteu?
To: [email protected]
Date: Thursday, September 1, 2011, 1:54 AM

Kompas online : http://kom.ps/NDTT Saudi Arabia : 1 Syawal Adalah Rabu 31 
Agustus 2011
Oleh: Jiddan | 01 September 2011 | 04:32 WIB
Pengumuman mengejutkan dari  badan astronomi setempat  yang sebelumnya memberi 
kabar kepada pemerintah Saudi bahwa mereka telah melihat hilal sehingga 
kemudian pemerintah memutuskan Idul Fitri jatuh pada Selasa 30 Agustus 2011, 
namun ternyata  kemungkinan yang dilihat pada tanggal 29 Agustus tersebut 
bukanlah bulan tapi benda angkasa lain yang kemudian di yakini sebagai planet 
Saturnus.
Kesalahanfahaman atas sebuah keputusan1 syawal kemarin  dimungkinkan karena 
pemerintah mengacu dari berita yang disampaikan badan astronomi yang ditunjuk 
untuk mengamati hilal awal bulan syawal, dan kenyataanya yang mereka lihat 
bukanlah hilal tapi benda angkasa lain yang diperkirakan adalah planet saturnus 
dan kesalahan ini kabarnya telah di umumkan baik via media cetak maupun 
elektronik , pemerintah Saudi sendiri konon telah membayar kafarat untuk 
masalah  ini kurang lebih sebesar 1 milyar real.
Dengan demikian.. keputusan pemerintah Indonesia yang menyatakan tanggal 31 
Agustus 2011 adalah 1 syawal adalah benar, kalaupun menjadi polemik 
sesungguhnya  mereka telah melakukan dan mengikuti apa yang menjadi perintah 
Rosulullah SAW yaitu Jika kalian melihat hilal, maka berpuasalah. ” Jika 
melihat hilal (lagi), maka berbukalah. Jika tertutup awan, maka genapkan puasa 
menjadi 30 hari” .
Demikian semoga polemik diantara kita tidak perlu berkelanjutan sesungguhnya 
manusia adalah tempatnya salah… dan kebenaran hanya milik Allah…
Namun demikian patut di apreseasi jika benar pemerintah saudi membayar  kafarat 
atas keputusannya yang menyatakan 1 syawal adalah 30 september 2011 yang 
berakhir polemik tersebut apalagi kemudian badan astronomi saudi menyatakan 
yang mereka lihat tanggal 29 lalu bukan  hilal yang mereka cari tapi benda 
angkasa lain, ini  menunjukan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap urusan 
ibadah yang sangat penting untuk masyarakatnya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®


Kirim email ke