Meluruskan kabar bohong: Tentang Lebaran di Arab Saudi

Oleh Sharief Rachmat

Pemberitaan yang tersebar mengenai bahwa Kerajaan Arab Saudi meralat 
keputusannya mengenai 1 syawal pada hari Selasa (30/08) menjadi Rabu (31/08), 
dan adanya pembayaran kaffarat telah membuat geger bagi warga Indonesia. Tetapi 
pada kenyataannya untuk warga Arab Saudi sendiri malah damai - damai saja. 
Ketika saya dan teman - teman menanyakan hal ini kepada beberapa Hay’ah 
(Kepolisian Agama Saudi) yang kita kenal, mereka malah tertawa dan kembali 
bertanya fitnah dari manakah itu ?

Untuk meluruskan pemberitaan tersebut yaitu bahwa hingga saat ini tidak ada 
pernyataan atau keputusan dari Kerajaan Arab Saudi yang telah meralat perihal 
penentuan 1 Syawal, apalagi sampai bayar kaffarat. Melainkan hanya polemik 
tentang kebenaran apakah hilal dapat dilihat pada Senin sore kemaren 
berdasarkan 
hitungan Ilmu Astronomi.

Setelah menulusuri situs - situs berita dengan berbahasa Arab yang dijadikan 
sumber oleh salah satu penulis berita, ternyata hanya ada kesalahan pemahaman 
atau menterjemahkan pemberitaan tersebut dari Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia. 
Pada intinya, sumber - sumber berita dengan bahasa Arab maupun yang di Youtube 
hanya membicarakan mengenai polemik yang berasal dari pernyataan Persatuan 
Astronomi di kota Jeddah yang meragukan kemungkinan terlihatnya hilal pada hari 
Senin sore, dan bahkan mereka menyatakan hal itu mustahil.

Polemik tersebut pada dasarnya sudah pernah diekspos oleh salah satu koran 
harian Arab Saudi “Arab News” pada tanggal 26 Agustus 2011 dengan judul WHEN IS 
EID?DEBATE IS ON. Namun, para ulama di Arab Saudi khususnya melalui Mufti A’m 
tetap pada keyakinannya bahwa hari Selasa (30/08) merupakan 1 Syawal di Arab 
Saudi berdasarkan laporan yang masuk tentang Ru’yatul Hilal, serta mekanisme 
penerimaan laporan yang selama ini sudah dijalankan. Bahkan beliau mengecam 
berbagai kalangan yang telah menimbulkan keraguan di tengah masyarakat yang 
sedang gembira merayakan Idul Fitri. Serta para ulama lainnya menegaskan bahwa 
penentu akhir masalah ini ada ditangan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, 
berdasarkan rekomendasi Syari’ah dari para Ulama.

Polemik seperti ini hal yang biasa di Arab Saudi dan bukan kali ini saja, namun 
semua itu kembali kepada penetapan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang 
memutuskan untuk menjadi acuan yang bersifat publik. Saya hanya berharap dan 
mengusulkan kepada sang penulis berita yang menyampaikan bahwa Saudi telah 
meralat keputusannya dan kemungkinan telah membayar Kaffarat, tidak ada 
salahnya 
untuk merivisi isi beritanya atau mencabut berita tersebut. Apalagi berita 
tersebut sudah menyebar luas, tentu kita mafhum bahwa manusia tidak luput dari 
kekhilafan.

Dengan kesalahan pemberitaan yang tersebar, apakah kita juga ikut berpolemik 
yang lebih besar dengan cara memaki, memvonis, menghina seakan bahwa diri kita 
sebagai orang yang tidak pernah melakukan kesalahan dan suci. Karena 
pemberitaan 
tersebut kita terpancing saling serang, sedangkan warga Arab Saudi aslinya 
damai 
- damai saja. Beratkah kita kesalahan pemberitaan tersebut dapat diluruskan 
tanpa harus berperang mulut dengan emosi.

Kita memang saat ini mengharapkan klarifikasi dari sang penulis berita, dan 
harapan itu bisa disampaikan dengan mengingatkan tanpa harus mencaci.

Untuk menegaskan dari tulisan diatas, dilampirkan situs koran Harian Arab Saudi 
“OKAZ” 
http://www.facebook.com/l/aAQCSz39eAQBfwEf03ms64NqO66Xumep9af_yfzDm9XUiyw/www.okaz.com.sa/new/Issues/20110901/Con20110901442392.htm

 صحيفة عكاظ - أعضاء الجمعية الفلكية هواة واللبس بين زحل والهلال 
مستحيلwww.okaz.com.sa ‫أكد لـ «عكاظ» مفتي عام المملكة ورئيس هيئة كبار العلماء 
وإدارات البحوث العلمية والإفتاء الشيخ عبدالع 





________________________________
Dari: Oman Abdurahman <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Cc: "[email protected]" <[email protected]>
Terkirim: Jum, 2 September, 2011 13:25:34
Judul: Re: [kisunda] Leres Henteu? HOAX Eta mah!

  
Muhun. Tempat HBH teh di Wisma Geologi, Jln Taman Cempaka no 1 (di juru 
parapatan Jl Gandapura-Jl Taman Cempaka), payunun kafe Dapur Penyet", kanggo 
anu 
teu acan apal lebah dinya sae lebet ti Jln Gandapura wae, sedengkeun Jl 
Ganndapura lebetna ti Jl Riau (Jl RE Martadinata) payuneun taman Pramuka (anu 
aya patung kitri tes). Waktosna enjing, Saptu, 3 Sept 2011 ngawitan tbh 13, kl 
dugi KA tbh 17.

manar

Sent from my iPhone
Oman Abdurahman

On 2 Sep 2011, at 07:59, [email protected] wrote:


  
>Numutkeun majelis kisunda al geologi hasil hisab jeung rukyat pasamoan HBH 
>tetep 
>ninggang poe saptu ping 3 sept. 2 darajat ninggang kana jam 12.30 ba'da 
>dzuhur.  
>Konfirmasi tempat didugikeun deui ku al mukarromah ki oman al geologi jeung ki 
>hasan al malaya
>Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

>From:  hangjuang bodas <[email protected]> 
>Sender:  [email protected] 
>Date: Fri, 2 Sep 2011 00:04:56 +0800 (SGT)
>To: <[email protected]>
>ReplyTo:  [email protected] 
>Subject: Re: [kisunda] Leres Henteu? HOAX Eta mah!
>
>  
>Tulisan eta mah hoax Kang. Tos aya tulisan balesanna di kompassiana oge
>
>--- On Thu, 9/1/11, [email protected] <[email protected]> wrote:
>
>
>>From: [email protected] <[email protected]>
>>Subject: [kisunda] Leres Henteu?
>>To: [email protected]
>>Date: Thursday, September 1, 2011, 1:54 AM
>>
>>
>>Kompas online : http://kom.ps/NDTT Saudi Arabia : 1 Syawal Adalah Rabu 31 
>>Agustus 2011
>>Oleh: Jiddan | 01 September 2011 | 04:32 WIB
>>Pengumuman mengejutkan dari  badan astronomi setempat  yang sebelumnya 
>>memberi 
>>kabar kepada pemerintah Saudi bahwa mereka telah melihat hilal sehingga 
>>kemudian 
>>pemerintah memutuskan Idul Fitri jatuh  pada Selasa 30 Agustus 2011, namun 
>>ternyata  kemungkinan yang dilihat pada tanggal 29 Agustus tersebut bukanlah 
>>bulan tapi benda angkasa lain yang kemudian di yakini sebagai planet Saturnus.
>>Kesalahanfahaman atas sebuah keputusan1 syawal kemarin  dimungkinkan karena 
>>pemerintah mengacu dari berita yang disampaikan badan astronomi yang ditunjuk 
>>untuk mengamati hilal awal bulan syawal, dan kenyataanya yang mereka lihat 
>>bukanlah hilal tapi benda angkasa lain yang diperkirakan adalah planet 
>>saturnus 
>>dan kesalahan ini kabarnya telah di umumkan baik via media cetak maupun 
>>elektronik , pemerintah Saudi sendiri konon telah membayar kafarat untuk 
>>masalah  ini kurang lebih sebesar 1 milyar real.
>>Dengan demikian.. keputusan pemerintah Indonesia yang menyatakan tanggal 31 
>>Agustus 2011 adalah 1 syawal adalah benar, kalaupun menjadi polemik 
>>sesungguhnya  mereka telah melakukan dan mengikuti apa yang menjadi perintah 
>>Rosulullah SAW yaitu Jika  kalian melihat hilal, maka berpuasalah. ” Jika 
>>melihat hilal (lagi), maka berbukalah. Jika tertutup awan, maka genapkan 
>>puasa 
>>menjadi 30 hari” .
>>Demikian semoga polemik diantara kita tidak perlu berkelanjutan sesungguhnya 
>>manusia adalah tempatnya salah… dan kebenaran hanya milik Allah…
>>Namun demikian patut di apreseasi jika benar pemerintah saudi membayar  
>>kafarat 
>>atas keputusannya yang menyatakan 1 syawal adalah 30 september 2011 yang 
>>berakhir polemik tersebut apalagi kemudian badan astronomi saudi menyatakan 
>>yang 
>>mereka lihat tanggal 29 lalu bukan  hilal yang mereka cari tapi benda angkasa 
>>lain, ini  menunjukan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap urusan ibadah 
>>yang sangat penting untuk masyarakatnya.
>>Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>
>>
>> 
>Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic 
>Messages in this topic (4) 
>
>.
 

Kirim email ke