> In [email protected], jalakpakuan@... wrote: > Ceuk raja yogya ayeuna waktuna sengkel, prihatin, hartina pamimpin > kudu nyerepkeun rasa sengkel, prihatin kana kaayaan rahayat/jalma > balarea nu dipimpin. Lamun teu kitu bisa salah laku lampah dina > kawijakan. Nya eta pamimpin Purwakarta kedah langkung sengkel > panginten, nu dihandap masih pabeulit ku 9 kabutuhan pokok. An nepi > kana aktualisasi seni.
Upami kitu, kumaha Sumedang nu nganggarkeun 300 jutaan kanggo ngadamel Patung Pangeran Kornel, keur ngagentos patung lami di Cadas Pangeran? Wartosna nyanggakeun: PEMBUATAN PATUNG PANGERAN KORNEL DISAYEMBARAKAN Thursday, 08 Sep 2011 | 06:34:42 WIB http://kabar-priangan.com/news/detail/1019 TERKAIT PATUNG Pangeran Kornel dan Jendral Deandels yang berdiri tegak di Jalan Cadas Pangeran Sumedang, kini kondisinya cukup memprihatinkan. Warnanya sudah tak berbentuk karena bertahun-tahun terkena terik matahari dan juga tersiram air hujan. Patung tersebut dibuat tahun 1987 oleh Caltim Pranadjaya, warga Kec. Tomo, Sumedang dan diresmikan oleh Bupati Sutarja (alm). Dan sejak berdiri 24 tahun lalu, patung tersebut menjadi salah satu kebanggaan warga Sumedang. Namun karena kondisinya saat ini sudah memprihatinkan, maka patung tersebut akan diganti dengan patung yang ukurannya lebih besar. Namun sebelumnya, patung yang menggambarkan pangeran Kornel dengan Jendral Deandels sedang bersalaman itu akan direnovasi dulu, lalu disimpan di halaman Gedung Negara. Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab. Sumedang, Dicky Rubiana mengatakan, patung Pangeran Kornel ini akan diganti dengan patung yang ukurannya lebih besar dari patung yang sekarang. "Saat ini kami tengah menyayembarakan pembuatan patung yang rencananya berukuran empat meter. Dan patung yang sekarang, nanti setelah dicat lagi, akan kami simpan di halaman gedung negara, tapi ya harus seijin yayasan juga, apakah relevan atau tidak." ujar Dicky. Kabid ODTW (Objek Daya Tarik Wisata), Ny. Elly Suliasih S.Sn,. M.Si., didampingi Kasi ODTW Alam, A. Tachyar mengatakan, saat ini pihak dinas tengah mengumumkan atau menyayembarakan pembuatan patung tersebut dengan berbagai macam kriteria yang sudah ditentukan, dengan melibatkan tiga juri dari ITB, STSI dan pihak Yayasan Pangeran Sumedang. "Kegiatan ini memang sudah dianggarkan dari sebelumnya sekitar Rp 300 jutaan, karena pembuatan patung itu termasuk pembuatan benda seni bukan bangunan. Jadi istilahnya disayembarakan, tidak dilelangkan. " kata Elly. Tachyar menambahkan, sampai saat ini banyak sekali para seniman yang tertarik untuk membuatkan patung tersebut, diantaranya ada penawaran dari Jogjakarta, Bali, Bandung, dan daerah lainnya. "Jika sudah ada pemenangnya, maka dalam tiga bulan kegiatan itu harus selesai. Peletakan patung agak mundur sekitar duapuluh meter sedangkan bekas tempat patung itu untuk meletakkan lampu yang bisa menyorot patung di malam hari," bebernya. Untuk pembuatan diorama sejarah pembuatan jalan Cadas Pangeran, katanya, sudah ditanganani Dinas Perhubungan dan juga pihak Yayasan dengan dana dari propinsi. Berdasarkan catatan, pembuatan patung Pangeran Kornel yang berjabatan tangan dengan Jendral Daendels dibuat oleh Caltim Pranadjaya sekitar tahun 1987. Patung itu diangkut oleh mobil truk dari Tomo menuju ujung jalan Cadas Pangeran oleh para pemuda yang saat itu ikut mendirikan dan membereskan patung tersebut. Patung Pangeran Kornel itu tidak lepas dari sejarah pembuatan jalan Cadas Pangeran. Dulu jalan yang asli dan dibobok adalah jalan yang atas dan sekarang juga bisa dilewati, meski keadaanya belum diperbaiki. Jalan Cadas Pangeran dibuat pada saat Gubernur Jendral Herman Willem Daendels membuat proyek jalan pas dari Anyer sampai Banyuwangi, diantaranya melewati Sumedang yang harus membobok gunung cadas. Pembobokan gunung ini melibatkan banyak warga Sumedang yang harus merelakan jiwa raga dan harta demi terwujudnya jalan tersebut. Karena peralatan yang digunakan waktu itu sangat sederhana seperti singkup, balincong, linggis dan cangkul, maka pekerjaannya lambat dan hal ini menimbulkan kemarahan Jendral Daendels yang terkenal kejam dan sadis/ bengis, tidak menghiraukan penderitaan dan kesesangraan rakyat Sumedang. Pada akhirnya, Jendral mengadakan inspeksi karena melihat pekerjaan belum selesai. Maka dipanggillah Pangeran Kusumadinata IX atau Pangeran Kornel untuk menghadapnya. Pangeran Kornel sudah siap membela rakyat Sumedang yang tengah menderita dan akan mendapat hukuman berat dari jendral itu. Pada saat pertemuan antara keduanya, Jendral Daendels kelihatan sangat marah meski ia mengulurkan tangan kananya untuk berjabatan tangan dengan Pangeran Kornel. Dengan tegar, Pangera Kornel menerima uluiran tangan tersebut dengan tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang keris Nagasasra, seraya menatapnya dengan tajam pada sang gubernur. Kemudian Pangeran Kornel pun menjelaskan mengapa proyek tersebut lambat karena terkendala dengan peralatan. Akhirnya pembuatan jalan bersama- sama dikerjakan dengan pasukan Zeni dengan peralatan modern hingga pembobokan pun selesai 12 Maret 1812. Gunung Cadas dibobok tahun 1811 dari tanggal 11 Nopember sampai 12 Maret, namun setahun sebelumnya Jendral Daendels sudah ditarik ke Eropa. (Emi S/"KP")** ------------------------------------ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
