Sigana lamun patung tokoh nu dipikareueus rahayat purwakarta mah moal aya 
pagetreng, dina kaayaan prihatin patung tokoh, jalma pangaweruh nu dipikareueus 
bisa mawa sikep hade neguhkeun hate, mere sumanget, kareueus/pride jeung proud. 
 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Ahsa" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 20 Sep 2011 08:08:49 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [kisunda] Patung Pangeran Kornel --> Fw: Di Wanayasa Sabalikna --> Re: 
Agama jeung Seni?

Benteun jeung di Purwakarta nya.

--- In [email protected], jalakpakuan@... wrote:
>
> Nya kumaha rahayat sumedangna bae  naha ngomean/nyieun patung ditarima? 
> Sengkel/prihatin sigana mah kamampuan pamimpin nangkep gereteg hate 
> rahayatna. Lamun patung eta cocog jeung gereteg kareueus rahayat sumedang nya 
> pastina malah didukung. 
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> 
> -----Original Message-----
> From: "Waluya" <waluya2006@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Tue, 20 Sep 2011 07:14:11 
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [kisunda] Patung Pangeran Kornel --> Fw: Di Wanayasa Sabalikna --> 
> Re: Agama jeung Seni?
> 
> > In [email protected], jalakpakuan@ wrote:
> > Ceuk raja yogya ayeuna waktuna sengkel, prihatin, hartina pamimpin 
> > kudu nyerepkeun rasa sengkel, prihatin kana kaayaan rahayat/jalma 
> > balarea nu dipimpin. Lamun teu kitu bisa salah laku lampah dina 
> > kawijakan. Nya eta pamimpin Purwakarta kedah langkung sengkel 
> > panginten, nu dihandap masih pabeulit ku 9 kabutuhan pokok. An nepi 
> > kana aktualisasi seni.
> 
> Upami kitu, kumaha Sumedang nu nganggarkeun 300 jutaan kanggo ngadamel Patung 
> Pangeran Kornel, keur ngagentos patung lami di Cadas Pangeran? Wartosna 
> nyanggakeun:
> 
> PEMBUATAN PATUNG PANGERAN KORNEL DISAYEMBARAKAN
> Thursday, 08 Sep 2011 | 06:34:42 WIB
> 
> http://kabar-priangan.com/news/detail/1019
>  
> TERKAIT
> PATUNG Pangeran Kornel dan Jendral Deandels yang berdiri tegak di Jalan Cadas 
> Pangeran Sumedang, kini kondisinya cukup memprihatinkan. Warnanya sudah tak 
> berbentuk karena bertahun-tahun terkena terik matahari dan juga tersiram air 
> hujan.
> 
> Patung tersebut dibuat tahun 1987 oleh Caltim Pranadjaya, warga Kec. Tomo, 
> Sumedang dan diresmikan oleh Bupati Sutarja (alm). Dan sejak berdiri 24 tahun 
> lalu, patung tersebut menjadi salah satu kebanggaan warga Sumedang.
> 
> Namun karena kondisinya saat ini sudah memprihatinkan, maka patung tersebut 
> akan diganti dengan patung yang ukurannya lebih besar. Namun sebelumnya, 
> patung yang menggambarkan pangeran Kornel dengan Jendral Deandels sedang 
> bersalaman itu akan direnovasi dulu, lalu disimpan di halaman Gedung Negara.
> 
> Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab. Sumedang, Dicky 
> Rubiana mengatakan, patung Pangeran Kornel ini akan diganti dengan patung 
> yang ukurannya lebih besar dari patung yang sekarang.
> "Saat ini kami tengah menyayembarakan pembuatan patung yang rencananya 
> berukuran empat meter. Dan patung yang sekarang, nanti setelah dicat lagi, 
> akan kami simpan di halaman gedung negara, tapi ya harus seijin yayasan juga, 
> apakah relevan atau tidak." ujar Dicky. 
> Kabid ODTW (Objek Daya Tarik Wisata), Ny. Elly Suliasih S.Sn,. M.Si., 
> didampingi Kasi ODTW Alam, A. Tachyar mengatakan, saat ini pihak dinas tengah 
> mengumumkan atau menyayembarakan pembuatan patung tersebut dengan berbagai 
> macam kriteria yang sudah ditentukan, dengan melibatkan tiga juri dari ITB, 
> STSI dan pihak Yayasan Pangeran Sumedang. 
> 
> "Kegiatan ini memang sudah dianggarkan dari sebelumnya sekitar Rp 300 jutaan, 
> karena pembuatan patung itu termasuk pembuatan benda seni bukan bangunan. 
> Jadi istilahnya disayembarakan, tidak dilelangkan. " kata Elly. 
> 
> Tachyar menambahkan, sampai saat ini banyak sekali para seniman yang tertarik 
> untuk membuatkan patung tersebut, diantaranya ada penawaran dari Jogjakarta, 
> Bali, Bandung, dan daerah lainnya. "Jika sudah ada pemenangnya, maka dalam 
> tiga bulan kegiatan itu harus selesai. Peletakan patung agak mundur sekitar 
> duapuluh meter sedangkan bekas tempat patung itu untuk meletakkan lampu yang 
> bisa menyorot patung di malam hari," bebernya.
> 
> Untuk pembuatan diorama sejarah pembuatan jalan Cadas Pangeran, katanya, 
> sudah ditanganani Dinas Perhubungan dan juga pihak Yayasan dengan dana dari 
> propinsi. 
> 
> Berdasarkan catatan, pembuatan patung Pangeran Kornel yang berjabatan tangan 
> dengan Jendral Daendels dibuat oleh Caltim Pranadjaya sekitar tahun 1987. 
> Patung itu diangkut oleh mobil truk dari Tomo menuju ujung jalan Cadas 
> Pangeran oleh para pemuda yang saat itu ikut mendirikan dan membereskan 
> patung tersebut. 
> 
> Patung Pangeran Kornel itu tidak lepas dari sejarah pembuatan jalan Cadas 
> Pangeran. Dulu jalan yang asli dan dibobok adalah jalan yang atas dan 
> sekarang juga bisa dilewati, meski keadaanya belum diperbaiki. 
> 
> Jalan Cadas Pangeran dibuat pada saat Gubernur Jendral Herman Willem Daendels 
> membuat proyek jalan pas dari Anyer sampai Banyuwangi, diantaranya melewati 
> Sumedang yang harus membobok gunung cadas. 
> Pembobokan gunung ini melibatkan banyak warga Sumedang yang harus merelakan 
> jiwa raga dan harta demi terwujudnya jalan tersebut. Karena peralatan yang 
> digunakan waktu itu sangat sederhana seperti singkup, balincong, linggis dan 
> cangkul, maka pekerjaannya lambat dan hal ini menimbulkan kemarahan Jendral 
> Daendels yang terkenal kejam dan sadis/ bengis, tidak menghiraukan 
> penderitaan dan kesesangraan rakyat Sumedang. 
> 
> Pada akhirnya, Jendral mengadakan inspeksi karena melihat pekerjaan belum 
> selesai. Maka dipanggillah Pangeran Kusumadinata IX atau Pangeran Kornel 
> untuk menghadapnya. Pangeran Kornel sudah siap membela rakyat Sumedang yang 
> tengah menderita dan akan mendapat hukuman berat dari jendral itu.
> 
> Pada saat pertemuan antara keduanya, Jendral Daendels kelihatan sangat marah 
> meski ia mengulurkan tangan kananya untuk berjabatan tangan dengan Pangeran 
> Kornel. Dengan tegar, Pangera Kornel menerima uluiran tangan tersebut dengan 
> tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang keris Nagasasra, seraya 
> menatapnya dengan tajam pada sang gubernur. 
> 
> Kemudian Pangeran Kornel pun menjelaskan mengapa proyek tersebut lambat 
> karena terkendala dengan peralatan. Akhirnya pembuatan jalan bersama- sama 
> dikerjakan dengan pasukan Zeni dengan peralatan modern hingga pembobokan pun 
> selesai 12 Maret 1812. 
> 
> Gunung Cadas dibobok tahun 1811 dari tanggal 11 Nopember sampai 12 Maret, 
> namun setahun sebelumnya Jendral Daendels sudah ditarik ke Eropa. (Emi 
> S/"KP")**
>



Kirim email ke