Benteun jeung di Purwakarta nya.
--- In [email protected], jalakpakuan@... wrote:
>
> Nya kumaha rahayat sumedangna bae naha ngomean/nyieun patung ditarima?
> Sengkel/prihatin sigana mah kamampuan pamimpin nangkep gereteg hate
> rahayatna. Lamun patung eta cocog jeung gereteg kareueus rahayat sumedang nya
> pastina malah didukung.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "Waluya" <waluya2006@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Tue, 20 Sep 2011 07:14:11
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Subject: [kisunda] Patung Pangeran Kornel --> Fw: Di Wanayasa Sabalikna -->
> Re: Agama jeung Seni?
>
> > In [email protected], jalakpakuan@ wrote:
> > Ceuk raja yogya ayeuna waktuna sengkel, prihatin, hartina pamimpin
> > kudu nyerepkeun rasa sengkel, prihatin kana kaayaan rahayat/jalma
> > balarea nu dipimpin. Lamun teu kitu bisa salah laku lampah dina
> > kawijakan. Nya eta pamimpin Purwakarta kedah langkung sengkel
> > panginten, nu dihandap masih pabeulit ku 9 kabutuhan pokok. An nepi
> > kana aktualisasi seni.
>
> Upami kitu, kumaha Sumedang nu nganggarkeun 300 jutaan kanggo ngadamel Patung
> Pangeran Kornel, keur ngagentos patung lami di Cadas Pangeran? Wartosna
> nyanggakeun:
>
> PEMBUATAN PATUNG PANGERAN KORNEL DISAYEMBARAKAN
> Thursday, 08 Sep 2011 | 06:34:42 WIB
>
> http://kabar-priangan.com/news/detail/1019
>
> TERKAIT
> PATUNG Pangeran Kornel dan Jendral Deandels yang berdiri tegak di Jalan Cadas
> Pangeran Sumedang, kini kondisinya cukup memprihatinkan. Warnanya sudah tak
> berbentuk karena bertahun-tahun terkena terik matahari dan juga tersiram air
> hujan.
>
> Patung tersebut dibuat tahun 1987 oleh Caltim Pranadjaya, warga Kec. Tomo,
> Sumedang dan diresmikan oleh Bupati Sutarja (alm). Dan sejak berdiri 24 tahun
> lalu, patung tersebut menjadi salah satu kebanggaan warga Sumedang.
>
> Namun karena kondisinya saat ini sudah memprihatinkan, maka patung tersebut
> akan diganti dengan patung yang ukurannya lebih besar. Namun sebelumnya,
> patung yang menggambarkan pangeran Kornel dengan Jendral Deandels sedang
> bersalaman itu akan direnovasi dulu, lalu disimpan di halaman Gedung Negara.
>
> Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kab. Sumedang, Dicky
> Rubiana mengatakan, patung Pangeran Kornel ini akan diganti dengan patung
> yang ukurannya lebih besar dari patung yang sekarang.
> "Saat ini kami tengah menyayembarakan pembuatan patung yang rencananya
> berukuran empat meter. Dan patung yang sekarang, nanti setelah dicat lagi,
> akan kami simpan di halaman gedung negara, tapi ya harus seijin yayasan juga,
> apakah relevan atau tidak." ujar Dicky.
> Kabid ODTW (Objek Daya Tarik Wisata), Ny. Elly Suliasih S.Sn,. M.Si.,
> didampingi Kasi ODTW Alam, A. Tachyar mengatakan, saat ini pihak dinas tengah
> mengumumkan atau menyayembarakan pembuatan patung tersebut dengan berbagai
> macam kriteria yang sudah ditentukan, dengan melibatkan tiga juri dari ITB,
> STSI dan pihak Yayasan Pangeran Sumedang.
>
> "Kegiatan ini memang sudah dianggarkan dari sebelumnya sekitar Rp 300 jutaan,
> karena pembuatan patung itu termasuk pembuatan benda seni bukan bangunan.
> Jadi istilahnya disayembarakan, tidak dilelangkan. " kata Elly.
>
> Tachyar menambahkan, sampai saat ini banyak sekali para seniman yang tertarik
> untuk membuatkan patung tersebut, diantaranya ada penawaran dari Jogjakarta,
> Bali, Bandung, dan daerah lainnya. "Jika sudah ada pemenangnya, maka dalam
> tiga bulan kegiatan itu harus selesai. Peletakan patung agak mundur sekitar
> duapuluh meter sedangkan bekas tempat patung itu untuk meletakkan lampu yang
> bisa menyorot patung di malam hari," bebernya.
>
> Untuk pembuatan diorama sejarah pembuatan jalan Cadas Pangeran, katanya,
> sudah ditanganani Dinas Perhubungan dan juga pihak Yayasan dengan dana dari
> propinsi.
>
> Berdasarkan catatan, pembuatan patung Pangeran Kornel yang berjabatan tangan
> dengan Jendral Daendels dibuat oleh Caltim Pranadjaya sekitar tahun 1987.
> Patung itu diangkut oleh mobil truk dari Tomo menuju ujung jalan Cadas
> Pangeran oleh para pemuda yang saat itu ikut mendirikan dan membereskan
> patung tersebut.
>
> Patung Pangeran Kornel itu tidak lepas dari sejarah pembuatan jalan Cadas
> Pangeran. Dulu jalan yang asli dan dibobok adalah jalan yang atas dan
> sekarang juga bisa dilewati, meski keadaanya belum diperbaiki.
>
> Jalan Cadas Pangeran dibuat pada saat Gubernur Jendral Herman Willem Daendels
> membuat proyek jalan pas dari Anyer sampai Banyuwangi, diantaranya melewati
> Sumedang yang harus membobok gunung cadas.
> Pembobokan gunung ini melibatkan banyak warga Sumedang yang harus merelakan
> jiwa raga dan harta demi terwujudnya jalan tersebut. Karena peralatan yang
> digunakan waktu itu sangat sederhana seperti singkup, balincong, linggis dan
> cangkul, maka pekerjaannya lambat dan hal ini menimbulkan kemarahan Jendral
> Daendels yang terkenal kejam dan sadis/ bengis, tidak menghiraukan
> penderitaan dan kesesangraan rakyat Sumedang.
>
> Pada akhirnya, Jendral mengadakan inspeksi karena melihat pekerjaan belum
> selesai. Maka dipanggillah Pangeran Kusumadinata IX atau Pangeran Kornel
> untuk menghadapnya. Pangeran Kornel sudah siap membela rakyat Sumedang yang
> tengah menderita dan akan mendapat hukuman berat dari jendral itu.
>
> Pada saat pertemuan antara keduanya, Jendral Daendels kelihatan sangat marah
> meski ia mengulurkan tangan kananya untuk berjabatan tangan dengan Pangeran
> Kornel. Dengan tegar, Pangera Kornel menerima uluiran tangan tersebut dengan
> tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang keris Nagasasra, seraya
> menatapnya dengan tajam pada sang gubernur.
>
> Kemudian Pangeran Kornel pun menjelaskan mengapa proyek tersebut lambat
> karena terkendala dengan peralatan. Akhirnya pembuatan jalan bersama- sama
> dikerjakan dengan pasukan Zeni dengan peralatan modern hingga pembobokan pun
> selesai 12 Maret 1812.
>
> Gunung Cadas dibobok tahun 1811 dari tanggal 11 Nopember sampai 12 Maret,
> namun setahun sebelumnya Jendral Daendels sudah ditarik ke Eropa. (Emi
> S/"KP")**
>
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/