Pinteran promosina bangsa deungeun mah nya. Ari ukur 3 minggu mah lain sakola atuh, ku jet lag na wae, jeung ngurus itu-ieuna samingguan wae mah beak. Saminggu deui, minggu anu katilu, geus sasadiaan pikeun mulang. Jadi wae...praktisna ngan saminggu "masantren" di Harvard teh. Meunang naon nya? Boa-boa meunang kahayang, hayang balik deui ngadatangan tempat-tempat anu acan kaanjangan.
Sakola anu sabenerna mah aya di sabudeureun para pamimpin, sakuriling urang, kahirupan rahayat sapopoe. Kari ngimeutan tina rupa-rupa media, naon anu jadi masalah rahayat, ti mimiti sarana tatanen (gemuk) anu sok ngaleungit lamung mangsa tatanen datang, barang impor anu tambah maceuh, masalah TKW jeung perdagangan jelama alatan hese neangan gawe; lingkungan anu tambah rusak, cai anu beuki dangdangrat, jst. Leuwih atra jeung rinci keneh di nagara sorangan pasoalan teh, jeung, keur memeresna oge budaya sorangan sabenerna geus nyadiakeun bekel, kari ngali jeung ngaguarna. manar 2011/9/25 MRachmat Rawyani <[email protected]> > ** > > > Ari ceuk kuring mah. anu kedah sakola di Harvard mah para inohong parpolanu > ayuena nuju jeneng di pamarentahan. Tibatan meakeun waragad dibikeun ka > bangsa deungeun, mendingan jang bangsa urang. Sakolana ulah jauh-jauh, cukup > tolab ilmi ka sakola Gayus Tambunan atawa ka pasantren Nazaruddin. Dijamin > bakal loba panghasilan jangkaimah. > > baktos, > > mrachmatrawyani > > ------------------------------ > *From:* Ki Hasan <[email protected]> > *To:* Ki Sunda <[email protected]> > *Cc:* Baraya Sunda <[email protected]>; Urang Sunda < > [email protected]> > *Sent:* Sunday, September 25, 2011 7:48 AM > *Subject:* [Urang Sunda] Nyakolakeun Inohong ka Harvard? > > > Nelengnegkung, nelengnegkung > Geura sakola ka Harvard > > "Pejabat Daerah yang dikirim adalah lulusan terbaik Pendidikan dan Latihan > Orientasi Kepemimpinan Kepala Daerah yang diadakan oleh Kementerian Dalam > Negeri sejak tahun 2009." > > "38 Pejabat daerah terpilih akan belajar selama 3 minggu di Harvard Kennedy > School Indonesia Program, di negara bagian Massachussetts, AS. Mereka > berasal dari Banjar Baru, Denpasar, Sumbawa Barat, Luwu Utara, Mamuju, > Serdang Bedagai, Samosir, Solok, Agam, Bengkalis, Poso, Ternate, Lampung > Selatan, Sukabumi, Banyuwangi, Malang, Gresik, Kediri dan Kutai > Kartanegara." > > Inohong Jabar, ngan Sukabumi, nu kapilih euy! > > === > Kamis, 15 September 2011 > 38 Pejabat Daerah akan Ikuti Kursus Singkat di Universitas Harvard > Para pejabat daerah ini, akan berangkat pada 16 September 2011 untuk > mengikuti kuliah singkat mengenai demokratisasi dan otonomi daerah. > Alina Mahamel | Jakarta > Foto: Wikipedia > Gedung Harvard Kennedy School of Government di Universitas Harvard, Amerika > Serikat (foto: dok). > Kementerian Dalam Negeri mengirim 38 Bupati/walikota dan Kepala Badan > Perencanaan Daerah (Bappeda) untuk mengikuti kursus di Harvard Kennedy > School of Government, semacam Fakultas Ilmu Pemerintahan di Universitas > Harvard, Massachussetts, Amerika Serikat. Pejabat daerah ini, akan berangkat > pada hari Jumat, tanggal 16 September 2011 untuk mengikuti kuliah singkat > mengenai demokratisasi dan otonomi daerah. > Pelatihan yang diberikan oleh Harvard Kennedy School Indonesia Program ini > bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri dengan pendanaan dari lembaga > nirlaba Rajawali Foundation. > Pejabat Daerah yang dikirim adalah lulusan terbaik Pendidikan dan Latihan > Orientasi Kepemimpinan Kepala Daerah yang diadakan oleh Kementerian Dalam > Negeri sejak tahun 2009. > Kepada VOA Rabu Siang di Jakarta, Fritz E.Simanjuntak, Presiden Rajawali > Foundation mengatakan, “Kali ini fokus dari Harvard Kennedy School Indonesia > Program adalah mereka bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri. Dananya > diberikan oleh Rajawali Foundation, sementara programnya dijalankan oleh > Harvard, dengan memberikan pelatihan tentang *leadership* dan macam-macam > untuk para bupati dan walikota.” > Diharapkan dengan pelatihan ini akan membantu mereka agar dapat > melaksanakan tugasnya dengan baik. > “Demokratisasi di Indonesia berjalan sangat luar biasa, otonomi daerah > sangat luar biasa, tetapi *policy uncertainty* juga menjadi sangat luar > biasa. Jadi kita tidak tahu *policy *mana yang sebetulnya terjadi. Dengan > proses pemilihan langsung khususnya di tingkat kepala daerah, seringkali > yang terpilih adalah kepala daerah yang tidak memiliki pengalaman tentang > bagaimana mengelola pemerintahannya,” ujar Fritz E.Simanjutak lagi. > Sebagian besar pemerintah daerah di Indonesia menghadapi masalah terkait > reformasi birokrasi dan pengelolaan anggaran. Hal ini diakui oleh salah satu > bupati yang akan mengikuti program di Harvard Kennedy School, yaitu Rycko > Menoza. Bupati Lampung Selatan ini mengungkapkan sejumlah tantangan yang > dihadapi oleh pemerintah daerah saat ini. > “Memang kendala selama ini adalah pemerintahan masih banyak mengeluarkan > biaya yang tidak langsung dalam arti biaya yang digunakan untuk pegawai, > ketimbang biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan pembangunan yang dapat > dirasakan oleh masyarakat. Yang pasti kita rasakan adalah memang anggaran > yang didapat dari pemerintah pusat semuanya untuk daerah, tinggal bagaimana > mengefektifkannya dengan kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada karena > jumlah pegawai yang kita miliki sudah melebihi kapasitas,” papar Rycko > Menoza. > Lemahnya pengawasan pemerintah dan anggaran di daerah serta penegakan hukum > yang belum efektif menjadi kendala utama dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah di > Indonesia sejak tahun 2001. > Pengamat Otonomi Daerah yang juga Peneliti Senior di Lembaga Ilmu > Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, menilai: > “Pada tataran pertama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, relatif > semua daerah berhasil, tetapi di tataran bagaimana birokrasi sebagai tata > kelola pemerintahan yang baik yang mencerminkan transparansi dan > akuntabilitas publik, ini yang sangat minim dan nyaris tidak bisa > dilaksanakan dengan memadai,” kata Siti Zuhro. > 38 Pejabat daerah terpilih akan belajar selama 3 minggu di Harvard Kennedy > School Indonesia Program, di negara bagian Massachussetts, AS. Mereka > berasal dari Banjar Baru, Denpasar, Sumbawa Barat, Luwu Utara, Mamuju, > Serdang Bedagai, Samosir, Solok, Agam, Bengkalis, Poso, Ternate, Lampung > Selatan, Sukabumi, Banyuwangi, Malang, Gresik, Kediri dan Kutai Kartanegara. > > Temukan artikel ini di: > > http://www.voanews.com/indonesian/news/38-Pejabat-Daerah-akan-Ikuti-Kursus-Singkat-di-Universitas-Harvard-129873098.html > > > >
