Hidup pahlawan dan pahlawan kopi :). Digura teras mang Kabayan, sajarah perjanjian Linggarjatina. Saha wae anu hadir di perjanjian, sareng kumaha "alot"na eta perjanjian; perjanjian naon samemehna sareng satutasna perjanjian Linggarjati. Diantos.
manar 2011/11/10 Mang Kabayan <[email protected]> > Dear All, > Seumangaaaaaaat pagiiiii n' Selamaaaaaaat hariiiii Pahlawan!! > Mengheningkan cipta mulaiiiiii :). Merdekaaaaaaaaaaaaaa!!! > > Adakah kiranya yang masih ingat dengan Perundingan Linggarjati? Sebuah > peristiwa penting yang terjadi pada tahun 1946 yang seharusnya tidak > dilupakan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Perundingan > Linggarjati merupakan perjuangan diplomasi yang cukup berani yang diambil > oleh tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Karena dari sanalah awal > pengakuan dunia internasional secara de facto terhadap kedaulatan > Indonesia. Perundingan tersebut dinamakan Perundingan Linggarjati karena > dilaksanakan di Desa Linggajati yang berada di kaki Gunung Ciremai > Kabupaten Kuningan, Gunung Tertinggi di Jawa Barat. > > Desa Linggajati pada masa itu merupakan salah satu areal perkebunan kopi > di Jawa Barat yang dikelola oleh Belanda, bahkan gedung yang dipakai > perundingan pun merupakan rumah milik pengusaha perkebunan Belanda. Kopi > pada jaman Belanda merupakan komoditas utama sehingga waktu itu Belanda > dari Kopi “Indonesia” dapat menjadi negara yang sangat kaya di daratan > Eropa. Java Coffe yang terkenal di Eropa pun diambil dari nama kopi dari > Pulau Jawa, salah satunya dari Desa Linggajati Kabupaten Kuningan. > > Pada saat perundingan Linggarjati, Kopi dari Desa Linggajati menjadi menu > yang ditunggu- tunggu untuk dinikmati pada saat coffee break. Berdasarkan > informasi dari penduduk sekitar umumnya para peserta terutama dari Belanda > tidak suka memakai gula karena dengan 100% kopi tanpa gula maka aroma > kopinya akan sangat terasa. Seperti kita ketahui perundingan Linggarjati > berlangsung sangat alot dan penuh dengan negosiasi dan dengan suasana Desa > Linggajati yang sejuk dan nyaman dipadu dengan aroma Kopi Linggarjati > akhirnya dapat mencairkan suasana sehingga perundingan pun dapat mencapai > kesepakatan. Saat itulah Indonesia diakui pertama kali secara De-Facto oleh > dunia internasional. > > Bung Karno, our founding father mengingatkan kita tentang “JAS MERAH”, > jangan melupakan sejarah. Perusahaan Daerah Aneka Usaha Darma Putra > Kertaraharja Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan para petani kopi di Desa > Linggajati dan sekitarnya berupaya untuk menumbuhkan ekonomi lokal dengan > membangkitkan kembali Kopi Linggarjati yang merupakan simbol Kopi > Perjuangan. Kopi Linggarjati telah menjadi Saksi Sejarah Perjuangan Bangsa > Indonesia dalam meraih kemerdekaannya melalui jalan damai yaitu jalur > negosiasi dan diplomasi di meja perundingan. > > Kopi Linggarjati diolah secara alami tanpa bahan pengawet dan aditif > sehingga citra rasa dan aroma kopi khas Perundingan Linggarjati dapat tetap > terjaga. Kopi Linggarjati diproduksi dalam dua jenis yaitu Kopi Original > dan Kopi Luwak. Kopi Orginal diproduksi dari 100% kopi dari perkebunan Desa > Linggajati Kabupaten Kuningan. Kopi Luwak merupakan kopi yang diolah > melalui bantuan fermentasi Hewan Luwak yang ada di sekitar perkebunan Kopi > di Desa Linggarjati. Untuk informasi lebih lanjut dan apabila ingin mencoba > citra rasa Kopi Perjuangan Linggarjati dapat mengunjungi website: > www.kopilinggarjati.com. Saat ini Kopi Linggarjati telah dinikmati oleh > berbagai kalangan dari dalam dan luar negeri yaitu Belanda, Korea Selatan, > Malaysia, dan Indonesia. > > Untuk informasi dan pemesanan silahkan hubungi : > Slamet Rianto, STP > Email. [email protected] > Tel. +62 81314714313 > PIN BB. 2268C2D4 > > Nuhuuuuuns, > Mang Kabayan > www.dkabayan.com > ti urang, ku urang, keur balarea > > ------------------------------------ > > Yahoo! Groups Links > > > >
