Nuhun MJ, tos ngingetkeun,

Di handap ieu si kuring nyutat saeutik ngeunaan perjanjian Linggarjati
sakumaha dina Wikipedia. Dina lebah hasil perundingan, memang kaciri
licikna Walanda (atawa lemahna wakil perunding ti Indonesia?), ongkoh
"mengakui secara de facto" (butir kahiji hasil perundingan), tapi "pihak
Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS" (butir ka 3 hasil
perundingan. Naha wilayah RIS teh di luar wilayah Republik Indonesia anu
diaku secara de facto ku Walanda?

Nya, hal eta sigana diantara anu ngabalukarkeun loba rahayat Indonesia anu
teu panuju kana hasil perjanjian Linggarjati. Tapi, ayana perjanjian
Linggarjati nuduhkeun lumayan pangaruhna tina perjuangan diplomasi. Ngan,
henteu lila geuningan, dina taun 1947 ieu hasil perjanjian teh dilanggara
ku Walanda sorangan.

Catetan:
Cuplikan tina Perjanjian Linggarjati (
http://id.wikipedia.org/wiki/Perundingan_Linggarjati:

*#Hasil Perundingan*

Hasil perundingan terdiri dari 17 pasal yang antara lain berisi:

   1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik
Indonesia<http://id.wikipedia.org/wiki/Republik_Indonesia>,
   yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
   2. Belanda harus meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1
Januari<http://id.wikipedia.org/wiki/1_Januari>
   1949 <http://id.wikipedia.org/wiki/1949>.
   3. Pihak Belanda dan Indonesia Sepakat membentuk negara RIS.
   4. Dalam bentuk RIS Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth
   /Persemakmuran Indonesia-Belanda dengan mahkota negeri Belanda sebagai
   kepala uni.

*Pro dan Kontra di kalangan masyarakat Indonesia*
Perjanjian Linggarjati menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat
Indonesia, contohnya beberapa partai
<http://id.wikipedia.org/wiki/Partai>seperti Partai
Masyumi <http://id.wikipedia.org/wiki/Masyumi>,
PNI<http://id.wikipedia.org/wiki/PNI>,
Partai Rakyat 
Indonesia<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Partai_Rakyat_Indonesia&action=edit&redlink=1>,
dan Partai Rakyat
Jelata<http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Partai_Rakyat_Jelata&action=edit&redlink=1>.
Partai-partai tersebut menyatakan bahwa perjanjian itu adalah bukti
lemahnya pemerintahan Indonesia untuk mempertahankan kedaulatan negara
Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pemerintah mengeluarkan
Peraturan Presiden No. 6/1946, dimana bertujuan menambah anggota Komite
Nasional Indonesia
Pusat<http://id.wikipedia.org/wiki/Komite_Nasional_Indonesia_Pusat>agar
pemerintah mendapat suara untuk mendukung perundingan linggarjati.

*Pelanggaran Perjanjian*
Pelaksanaan hasil perundingan ini tidak berjalan mulus. Pada tanggal
20 Juli<http://id.wikipedia.org/wiki/20_Juli>
1947 <http://id.wikipedia.org/wiki/1947>, Gubernur
Jendral<http://id.wikipedia.org/wiki/Gubernur_Jendral>H.J. van Mook
akhirnya menyatakan bahwa Belanda tidak terikat lagi dengan
perjanjian ini, dan pada tanggal 21 Juli<http://id.wikipedia.org/wiki/21_Juli>
1947 <http://id.wikipedia.org/wiki/1947>, meletuslah Agresi Militer Belanda
I <http://id.wikipedia.org/wiki/Agresi_Militer_Belanda_I>. Hal ini
merupakan akibat dari perbedaan penafsiran antara Indonesia dan Belanda.#

manar

2011/11/10 mj <[email protected]>

> **
>
>
> **
> perundingan linggarjati tos diserat ku batur di wikipedia, mangga toong:
>
> http://id.wikipedia.org/wiki/Perundingan_Linggarjati
>
>  ------------------------------
> *From:* [email protected] [mailto:[email protected]] *On
> Behalf Of *oman abdurahman
> *Sent:* Thursday, November 10, 2011 8:27 AM
> *To:* [email protected]
> *Cc:* Landy_series; 4Wheeler; Senyum-ITB; [email protected];
> UrangSunda; [email protected]; [email protected]
> *Subject:* [Urang Sunda] Re: [kisunda] OOT: Kopi Saksi Sejarah
> Perundingan Linggarjati
>
> Hidup pahlawan dan pahlawan kopi :).
>
> Digura teras mang Kabayan, sajarah perjanjian Linggarjatina. Saha wae anu
> hadir di perjanjian, sareng kumaha "alot"na eta perjanjian; perjanjian naon
> samemehna sareng satutasna perjanjian Linggarjati. Diantos.
>
> manar
>
> 2011/11/10 Mang Kabayan <[email protected]>
>
>> Dear All,
>> Seumangaaaaaaat pagiiiii n' Selamaaaaaaat hariiiii Pahlawan!!
>> Mengheningkan cipta mulaiiiiii :). Merdekaaaaaaaaaaaaaa!!!
>>
>> Adakah kiranya yang masih ingat dengan Perundingan Linggarjati? Sebuah
>> peristiwa penting yang terjadi pada tahun 1946 yang seharusnya tidak
>> dilupakan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Perundingan
>> Linggarjati merupakan perjuangan diplomasi yang cukup berani yang diambil
>> oleh tokoh-tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia. Karena dari sanalah awal
>> pengakuan dunia internasional secara de facto terhadap kedaulatan
>> Indonesia. Perundingan tersebut dinamakan Perundingan Linggarjati karena
>> dilaksanakan di Desa Linggajati yang berada di kaki Gunung Ciremai
>> Kabupaten Kuningan, Gunung Tertinggi di Jawa Barat.
>>
>> Desa Linggajati pada masa itu merupakan salah satu areal perkebunan kopi
>> di Jawa Barat yang dikelola oleh Belanda, bahkan gedung yang dipakai
>> perundingan pun merupakan rumah milik pengusaha perkebunan Belanda. Kopi
>> pada jaman Belanda merupakan komoditas utama sehingga waktu itu Belanda
>> dari Kopi “Indonesia” dapat menjadi negara yang sangat kaya di daratan
>> Eropa. Java Coffe yang terkenal di Eropa pun diambil dari nama kopi dari
>> Pulau Jawa, salah satunya dari Desa Linggajati Kabupaten Kuningan.
>>
>> Pada saat perundingan Linggarjati, Kopi dari Desa Linggajati menjadi menu
>> yang ditunggu- tunggu untuk dinikmati pada saat coffee break. Berdasarkan
>> informasi dari penduduk sekitar umumnya para peserta terutama dari Belanda
>> tidak suka memakai gula karena dengan 100% kopi tanpa gula maka aroma
>> kopinya akan sangat terasa. Seperti kita ketahui perundingan Linggarjati
>> berlangsung sangat alot dan penuh dengan negosiasi dan dengan suasana Desa
>> Linggajati yang sejuk dan nyaman dipadu dengan aroma Kopi Linggarjati
>> akhirnya dapat mencairkan suasana sehingga perundingan pun dapat mencapai
>> kesepakatan. Saat itulah Indonesia diakui pertama kali secara De-Facto oleh
>> dunia internasional.
>>
>> Bung Karno, our founding father mengingatkan kita tentang “JAS MERAH”,
>> jangan melupakan sejarah. Perusahaan Daerah Aneka Usaha Darma Putra
>> Kertaraharja Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan para petani kopi di Desa
>> Linggajati dan sekitarnya berupaya untuk menumbuhkan ekonomi lokal dengan
>> membangkitkan kembali Kopi Linggarjati yang merupakan simbol Kopi
>> Perjuangan. Kopi Linggarjati telah menjadi Saksi Sejarah Perjuangan Bangsa
>> Indonesia dalam meraih kemerdekaannya melalui jalan damai yaitu jalur
>> negosiasi dan diplomasi di meja perundingan.
>>
>> Kopi Linggarjati diolah secara alami tanpa bahan pengawet dan aditif
>> sehingga citra rasa dan aroma kopi khas Perundingan Linggarjati dapat tetap
>> terjaga. Kopi Linggarjati diproduksi dalam dua jenis yaitu Kopi Original
>> dan Kopi Luwak. Kopi Orginal diproduksi dari 100% kopi dari perkebunan Desa
>> Linggajati Kabupaten Kuningan. Kopi Luwak merupakan kopi yang diolah
>> melalui bantuan fermentasi Hewan Luwak yang ada di sekitar perkebunan Kopi
>> di Desa Linggarjati. Untuk informasi lebih lanjut dan apabila ingin mencoba
>> citra rasa Kopi Perjuangan Linggarjati dapat mengunjungi website:
>> www.kopilinggarjati.com. Saat ini Kopi Linggarjati telah dinikmati oleh
>> berbagai kalangan dari dalam dan luar negeri yaitu Belanda, Korea Selatan,
>> Malaysia, dan Indonesia.
>>
>> Untuk informasi dan pemesanan silahkan hubungi :
>> Slamet Rianto, STP
>> Email. [email protected]
>> Tel. +62 81314714313 <%2B62%2081314714313>
>> PIN BB. 2268C2D4
>>
>> Nuhuuuuuns,
>> Mang Kabayan
>> www.dkabayan.com
>> ti urang, ku urang, keur balarea
>>
>> ------------------------------------
>>
>> Yahoo! Groups Links
>>
>>
>>
>>
>   
>

Kirim email ke