LONDON, KOMPAS.com — Israel akan melancarkan aksi militer untuk
mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir secepatnya saat Natal, kata
sejumlah pemimpin intelijen Inggris seperti dikutip Daily Mail, Rabu
(9/11/2011).

Menurut Menteri Luar Negeri Inggris William Hague, laporan yang
diterbitkan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), yang merupakan
badan pengawas PBB untuk urusan senjata nuklir, terkait ambisi nuklir
Iran "benar-benar mendiskreditkan" negara Islam itu. Padahal selama
ini Iran membantah keras tuduhan tersebut dengan mengatakan
pengembangan nuklirnya hanya untuk tujuan damai.

IAEA dalam laporannya yang dipaparkan secara terbuka di hadapan Dewan
Gubernur IAEA di Vienna, Austria, Rabu, menyatakan, lembaga itu
menemukan bahwa Iran sedang mengembangkan fasilitas uji coba nuklir,
detonator nuklir, dan pemodelan komputer bagi sebuah hulu ledak nuklir
yang akan dipasang pada rudal yang sudah ada.

Sejumlah sumber di Pemerintah Inggris, seperti dilansir Daily Mail,
mengatakan, pemahaman yang diketahui sejumlah pejabat top Inggris
adalah Israel akan berusaha untuk menyerang situs nuklir Iran itu
"lebih cepat ketimbang nanti". Serangan tersebut akan mendapat
dukungan logistik dari Amerika Serikat (AS).

Seorang tokoh senior Kementerian Luar Negeri Inggris mengungkapkan,
para menteri telah diberi tahu tentang rencana aksi militer Israel
itu. Ia menambahkan, "Kami memperkirakan itu terjadi secepatnya saat
Natal atau pada awal tahun baru."

Para pejabat itu percaya Presiden AS Barack Obama akan mendukung
Israel atau dia berisiko kehilangan dukungan penting kaum
Yahudi-Amerika pada pemilihan presiden tahun depan.

Beberapa pekan terakhir, sumber di Kementerian Pertahanan Inggris
mengonfirmasi sejumlah rencana darurat telah dibuat dalam hal Inggris
memutuskan untuk mendukung aksi militer itu. Namun, sumber itu
mengesampingkan dukungan langsung Inggris. Ia menambahkan, "Tentu saja
kami tidak mendukung Iran mengembangkan sebuah bom. Tetapi apakah kami
berpikir mereka akan menggunakan (senjata) itu? Tidak! Perhatian yang
lebih besar adalah apakah tidak mungkin untuk menghentikan Arab Saudi
dan Turki mengembangkan senjata mereka sendiri."

William Hague mengatakan, Inggris akan mendorong lebih banyak sanksi
untuk Teheran ketika komite IAEA bertemu pada akhir bulan ini.
Sementara itu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersumpah tidak akan
mundur "satu titik pun" dari program nuklirnya.

Dalam sebuah pernyataan tentang masalah Timur Tengah, Hague mengecam
"pendudukan" Israel atas tanah Palestina. Namun, ia mengumumkan,
Inggris akan abstain pada pemungutan suara di PBB pada akhir pekan ini
terkait status keanggotaan Palestina di lembaga itu.


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke