Baraya,

Dihandap ieu aya tafsiran ngeunaan margaluyu atawa kakawihan
"Cingcangkeling" anu dihubung-hubungkeun jeung salah sahiji aliran tasawuf
Satariyyah (tumbu postingan ieu geus meunang izin ti anu nyieunna). Mangga
nyanggakeun keur nambah luang, hampura henteu ditarjamahkeun.

manar

#
Teman-teman YSS,

Saat orang-orang bertanya, bagusnya kamu masuk stream partai kuat, supaya
idea-nya banyak tersalurkan. Atau bikin partai sendiri...
Bahkan kalau diskusi merembet-rembet agama, mereka menanyakan apa
golongannya Persis, NU atau Muhammadiyah?

Jawabannya pendek, saya sudah punya walau bukan partai dan golongan, tapi
hanya pendirian pribadi, yaitu "Satariyyah".

Yang mereka tahu adalah Sitriah (atau disebut juga Satariyyah), kota kecil
atau perkampungan di Israel. Apakah agen Israel?
Ataukah anggota kelompok spiritual dzikir, "spiritual of as-satariyah wa
nufusiyah klenteng"?
Atau kah aliran tarekat Satariyah yang bernama "Sataria" yang di Medan,
yang dibubarkan pemerintah?
Atau mungkin yang lainnya?

Lama saya baru mendapat pertanyaan (mungkin mereka sudah lelah mencari),
apa sih Satariyyah? Kayanya nggak ada satu pun yang bisa menghubungkan
dengan Satariyah atau Satariyyah yang ada....

Saya menjawabnya, Memang bukan yang sudah ada. Satariyyah saya berasal dari
Basa Sunda Kuno, "satar" atau adyan atay dunya atau dunia. Bukan kah sudah
dikatakan tidak ada partai atau golongan? Atau bukan pula faham. Di dunia
kita hanya main-main.
Nama sederhana dari lagu permainan anak-anak kampung jaman dahulu....

Cing cangkeling
Manuk cingkleung cindeten
Plos ka kolong
Bapa satar buleneng

Cing cangkeling merupakan peringatan... “cing...cing..eling”.
Manuk(burung) adalah perlambang hati-nurani yang bebas tidak
terkungkung, walau
pun badan terpenjara. Manuk Cingkleung adalah bagaikan burung yang
memutarkan perhatian dan kepeduliannya ke sekeliling, tetapi tetap cindeten,
atau bersikap tenang dan damai, tak perlu mengusik dan mengusir burung
lainnya. Plos ka kolong bisa berarti “memasuki kolong langit” untuk menyapa
bumi (satar, basa Sunda kuno, dan bapa satar adalah fatherland), yang
artinya merendah, untuk menggapai dunia (dunya atau adyan) yang buleneng.
artinya seutuhnya atau semulusnya, yang penuh rahmatan Illahi....



salam.....sd#

 

Kirim email ke